Menyongsong Tahun Ajaran Baru, Mentawai Tetap Produktif Dan Aman Saat Pandemi - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


MENTAWAI, murainews.com -- Berakhirnya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Mentawai telah memasuki era tatanan normal baru atau new normal. Penerapan new normal yang produktif dan aman ini dimulai sejak 21 Juni 2020, yang diperkuat dengan Peraturan Bupati No. 30 tahun 2020, meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19.

Dari 19 Kabupaten Kota, Sumatera Barat terbagi dalam tiga zona, yaitu zona hijau, zona kuning dan zona orange.

Sementara saat ini Mentawai termasuk dalam zona kuning bersamaan dengan Kabupaten Agam, Kota Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Solok, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Dharmasraya dan Kota Bukittinggi.

Penilaian yang berdasarkan zona ini sangat menentukan dalam pengambilan kebijakan pada saat tahun ajaran baru.

Pada zona hijau, dibolehkan melaksanakan aktivitas tatap muka di sekolah dengan metoda shift yang tetap memakai protokol Covid-19. Sedangkan pada zona kuning dan orange hanya dibolehkan pembelajaran dengan metoda daring dan luring.

Melalui konferensi pers, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Oreste Sakeru menyampaikan informasi mengenai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk tahun ajaran baru 2020-2021.

"Kami sudah laksanakan sosialisasi dan monitoring di 10 kecamatan yang ada di mentawai, 80 persen pihak sekolah sudah siap memulai proses belajar mengajar," papar Oreste menyampaikan.(8/07)

"Pihak sekolah sudah menyiapkan protokol kesehatan, menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun, masker bagi yang tidak memiliki, disinfektan, serta aturan yang berlaku," ujarnya menambahkan.

Sekolah-sekolah juga sudah menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau silabus sesuai dengan kurikulum yang ada. Selain itu sekolah juga menyiapkan bahan pelajaran, jadwal dan tugas yang akan diberikan kepada wali murid. Hal ini sesuai dengan arahan dari Dinas Pendidikan.
Berikut ini pola dan jadwal pembelajaran tahun ajaran baru 2020-2021.

Pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), akan dimulai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), 13 Juli s/d 30 Oktober.
Masa transisi pada bulan November sampai 18 Desember.

Berikutnya Januari 2021 akan dilaksanakan tahap pembelajaran normal baru.

Kemudian pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), akan dimulai PJJ dari tanggal 13 Juli sampai dengan 31 Agustus.
Masa transisi mulai 1 September sampai dengan 31 Oktober. Pada tahap pembelajaran normal baru, mulai dari 1 November sampai dengan Desember 2020.

Selanjutnya pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), pada tanggal 13 Juli sampai dengan 30 Agustus berada dalam proses pembelajaran pada tahap masa transisi. 1 September sampai Desember 2020, proses pembelajaran pada tahap normal baru.

Pada pola pembelajaran jarak jauh ini, setiap masa tahapannya tetap dengan penerapan 50 persen jumlah murid di kelas dengan pembagian dua shift pada saat pembelajaran tatap muka yang sesuai dengan anjuran physical distancing dengan jarak minimal satu meter.

"Kita juga tidak membolehkan pihak sekolah mengadakan praktek olah raga, gotong  royong membersihkan sekolah, serta menutup kantin," ungkap Oreste Sakeru.

Pada kesempatan yang sama, juru bicara gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Kepulauan Mentawai, Serieli BW juga mengatakan bahwa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak sama pengertiannya dengan pembelajaran dalam jaringan (daring).

"PJJ itu tidak sama dengan daring, karena daring itu bagian dari PJJ," pungkas Serieli BW yang juga menjabat Kepala Bagian Hukum pada Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai.

"Daring merupakan pembelajaran yang membutuhkan jaringan internet atau istilah lain tatap maya, sedangkan luring atau luar jaringan merupakan pembelajaran yang tidak membutuhkan jaringan internet, dua-duanya merupakan pola pembelajaran jarak jauh atau PJJ," jelas Serieli.

"Bagi daerah yang belum maksimal jaringan internetnya, akan menerapkan PJJ dengan sistem luring, yang mana guru-guru akan meminjamkan buku-buku paket pada setiap murid, kemudian pada jadwal tertentu guru tersebut akan mengunjungi murid ke rumahnya untuk monitoring," imbuhnya.(JJ)

Menyongsong Tahun Ajaran Baru, Mentawai Tetap Produktif Dan Aman Saat Pandemi

Wednesday, July 8, 2020 : 10:07:00 PM


MENTAWAI, murainews.com -- Berakhirnya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Mentawai telah memasuki era tatanan normal baru atau new normal. Penerapan new normal yang produktif dan aman ini dimulai sejak 21 Juni 2020, yang diperkuat dengan Peraturan Bupati No. 30 tahun 2020, meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19.

Dari 19 Kabupaten Kota, Sumatera Barat terbagi dalam tiga zona, yaitu zona hijau, zona kuning dan zona orange.

Sementara saat ini Mentawai termasuk dalam zona kuning bersamaan dengan Kabupaten Agam, Kota Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Solok, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Dharmasraya dan Kota Bukittinggi.

Penilaian yang berdasarkan zona ini sangat menentukan dalam pengambilan kebijakan pada saat tahun ajaran baru.

Pada zona hijau, dibolehkan melaksanakan aktivitas tatap muka di sekolah dengan metoda shift yang tetap memakai protokol Covid-19. Sedangkan pada zona kuning dan orange hanya dibolehkan pembelajaran dengan metoda daring dan luring.

Melalui konferensi pers, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Oreste Sakeru menyampaikan informasi mengenai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk tahun ajaran baru 2020-2021.

"Kami sudah laksanakan sosialisasi dan monitoring di 10 kecamatan yang ada di mentawai, 80 persen pihak sekolah sudah siap memulai proses belajar mengajar," papar Oreste menyampaikan.(8/07)

"Pihak sekolah sudah menyiapkan protokol kesehatan, menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun, masker bagi yang tidak memiliki, disinfektan, serta aturan yang berlaku," ujarnya menambahkan.

Sekolah-sekolah juga sudah menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau silabus sesuai dengan kurikulum yang ada. Selain itu sekolah juga menyiapkan bahan pelajaran, jadwal dan tugas yang akan diberikan kepada wali murid. Hal ini sesuai dengan arahan dari Dinas Pendidikan.
Berikut ini pola dan jadwal pembelajaran tahun ajaran baru 2020-2021.

Pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), akan dimulai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), 13 Juli s/d 30 Oktober.
Masa transisi pada bulan November sampai 18 Desember.

Berikutnya Januari 2021 akan dilaksanakan tahap pembelajaran normal baru.

Kemudian pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), akan dimulai PJJ dari tanggal 13 Juli sampai dengan 31 Agustus.
Masa transisi mulai 1 September sampai dengan 31 Oktober. Pada tahap pembelajaran normal baru, mulai dari 1 November sampai dengan Desember 2020.

Selanjutnya pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), pada tanggal 13 Juli sampai dengan 30 Agustus berada dalam proses pembelajaran pada tahap masa transisi. 1 September sampai Desember 2020, proses pembelajaran pada tahap normal baru.

Pada pola pembelajaran jarak jauh ini, setiap masa tahapannya tetap dengan penerapan 50 persen jumlah murid di kelas dengan pembagian dua shift pada saat pembelajaran tatap muka yang sesuai dengan anjuran physical distancing dengan jarak minimal satu meter.

"Kita juga tidak membolehkan pihak sekolah mengadakan praktek olah raga, gotong  royong membersihkan sekolah, serta menutup kantin," ungkap Oreste Sakeru.

Pada kesempatan yang sama, juru bicara gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Kepulauan Mentawai, Serieli BW juga mengatakan bahwa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak sama pengertiannya dengan pembelajaran dalam jaringan (daring).

"PJJ itu tidak sama dengan daring, karena daring itu bagian dari PJJ," pungkas Serieli BW yang juga menjabat Kepala Bagian Hukum pada Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai.

"Daring merupakan pembelajaran yang membutuhkan jaringan internet atau istilah lain tatap maya, sedangkan luring atau luar jaringan merupakan pembelajaran yang tidak membutuhkan jaringan internet, dua-duanya merupakan pola pembelajaran jarak jauh atau PJJ," jelas Serieli.

"Bagi daerah yang belum maksimal jaringan internetnya, akan menerapkan PJJ dengan sistem luring, yang mana guru-guru akan meminjamkan buku-buku paket pada setiap murid, kemudian pada jadwal tertentu guru tersebut akan mengunjungi murid ke rumahnya untuk monitoring," imbuhnya.(JJ)