Mentawai Berlakukan Swab Test Bagi Pelaku Perjalanan - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


Mentawai, murainews.com -- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai mulai berlakukan swab test terhadap pelaku perjalanan. Pelaksanaan ini diperkuat dengan Surat Edaran Bupati No. 360/351/BUP-2020 tentang kriteria dan persyaratan perjalanan orang dalam masa adaptasi tatanan normal baru produktif dan aman covid-19 di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Hal ini masih tetap dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona disease (Covid-19).

"Dengan pemberlakuan ini, surat bebas gejala influensa yang diakibatkan oleh virus mulai sejak ditetapkannya surat edaran bupati kabupaten kepulauan mentawai tertanggal 7 juli 2020 dinyatakan tidak berlaku lagi," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bidang hukum, Serieli BW.(7/07)

Surat edaran Bupati tersebut berdasarkan kepada Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK. 02.01/MENKES/382/2020 tentang protokol pengawasan pelaku perjalanan dalam negeri di bandar udara dan pelabuhan dalam rangka penerapan kehidupan masyarakat produktif dan aman covid-19.

"Pemda mentawai memfasilitasi swab test secara gratis bagi pelaku perjalanan pada tempat yang telah ditentukan, seperti rsud, puskesmas Mapaddegat, puskesmas sioban, puskesmas muara siberut dan puskesmas muara sikabaluan," papar Serieli BW menambahkan keterangannya.

"Silahkan masyarakat lakukan swab test minimal 3 hari sebelum keberangkatan, baik perjalanan dengan kapal maupun dengan pesawat," ungkapnya.

"Surat hasil swab test berlaku selama empat belas hari, maka manfaatkanlah waktu itu dengan sebaiknya," ujarnya kemudian.

Saat yang sama, Juru Bicara bidang kesehatan, Lahmuddin Siregar mengatakan bahwa kemungkinan Pelaku Perjalanan Terjangkit (PPT) akan bertambah di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Hal ini dikarenakan pelaku perjalanan yang keluar dan masuk di Kepulauan Mentawai selalu ada.

"Sejak mentawai memberlakukan penerapan tatanan baru, meskipun terbatas, tetap adanya peningkatan pelaku perjalanan, karena dengan adanya tambahan pelaku perjalanan dari masyarakat umum," imbuh Lahmuddin Siregar yang juga Kepala Dinas Kesehatan Mentawai.

"Maka dari itu tim gugus tugas harus tetap tega dan tegas dalam menjalankan tugasnya," kata Lahmuddin.

Data dari tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Mentawai tercatat total akumulasi PPT sejak 19 Juni sampai 7 Juli, mencapai 4.152 orang, dengan rincian yang masih dalam pemantauan 1.346 orang dengan rentang waktu selama 14 hari, dan yang sudah bebas dari pemantauan sebanyak 2.806 orang.

Kemudian Lahmuddin Siregar mengatakan, jumlah orang dalam pemantauan (ODP)  sebanyak 29 orang dan telah selesai dalam pemantauan".

"Sementara itu pasien dalam pengawasan terdapat sejumlah 4 orang yang mana satu orang masih dalam masa isolasi mandiri," ungkapnya menambahkan keterangan.(JJ)

Mentawai Berlakukan Swab Test Bagi Pelaku Perjalanan

Tuesday, July 7, 2020 : 9:37:00 PM


Mentawai, murainews.com -- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai mulai berlakukan swab test terhadap pelaku perjalanan. Pelaksanaan ini diperkuat dengan Surat Edaran Bupati No. 360/351/BUP-2020 tentang kriteria dan persyaratan perjalanan orang dalam masa adaptasi tatanan normal baru produktif dan aman covid-19 di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Hal ini masih tetap dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona disease (Covid-19).

"Dengan pemberlakuan ini, surat bebas gejala influensa yang diakibatkan oleh virus mulai sejak ditetapkannya surat edaran bupati kabupaten kepulauan mentawai tertanggal 7 juli 2020 dinyatakan tidak berlaku lagi," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bidang hukum, Serieli BW.(7/07)

Surat edaran Bupati tersebut berdasarkan kepada Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK. 02.01/MENKES/382/2020 tentang protokol pengawasan pelaku perjalanan dalam negeri di bandar udara dan pelabuhan dalam rangka penerapan kehidupan masyarakat produktif dan aman covid-19.

"Pemda mentawai memfasilitasi swab test secara gratis bagi pelaku perjalanan pada tempat yang telah ditentukan, seperti rsud, puskesmas Mapaddegat, puskesmas sioban, puskesmas muara siberut dan puskesmas muara sikabaluan," papar Serieli BW menambahkan keterangannya.

"Silahkan masyarakat lakukan swab test minimal 3 hari sebelum keberangkatan, baik perjalanan dengan kapal maupun dengan pesawat," ungkapnya.

"Surat hasil swab test berlaku selama empat belas hari, maka manfaatkanlah waktu itu dengan sebaiknya," ujarnya kemudian.

Saat yang sama, Juru Bicara bidang kesehatan, Lahmuddin Siregar mengatakan bahwa kemungkinan Pelaku Perjalanan Terjangkit (PPT) akan bertambah di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Hal ini dikarenakan pelaku perjalanan yang keluar dan masuk di Kepulauan Mentawai selalu ada.

"Sejak mentawai memberlakukan penerapan tatanan baru, meskipun terbatas, tetap adanya peningkatan pelaku perjalanan, karena dengan adanya tambahan pelaku perjalanan dari masyarakat umum," imbuh Lahmuddin Siregar yang juga Kepala Dinas Kesehatan Mentawai.

"Maka dari itu tim gugus tugas harus tetap tega dan tegas dalam menjalankan tugasnya," kata Lahmuddin.

Data dari tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Mentawai tercatat total akumulasi PPT sejak 19 Juni sampai 7 Juli, mencapai 4.152 orang, dengan rincian yang masih dalam pemantauan 1.346 orang dengan rentang waktu selama 14 hari, dan yang sudah bebas dari pemantauan sebanyak 2.806 orang.

Kemudian Lahmuddin Siregar mengatakan, jumlah orang dalam pemantauan (ODP)  sebanyak 29 orang dan telah selesai dalam pemantauan".

"Sementara itu pasien dalam pengawasan terdapat sejumlah 4 orang yang mana satu orang masih dalam masa isolasi mandiri," ungkapnya menambahkan keterangan.(JJ)