Wagub Sumbar : Protokol Kesehatan Lebih Mudah Diterapkan Di Masjid Dibanding Tempat Mall Dan Pasar - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
Setiap jemaah yang masuk Masjid dilakukan check kesehatan sesuai protokol Covid-19. (foto:nov)


Solok Selatan, murainews.com --  Sejak diterapkannya penetapan Tatanan Kehidupan Baru yang Produktif dan Aman Covid-19 (New Normal) di Sumatera Barat. Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit melakukan peninjauan di Masjid Jabal Nur, Padang Aro, Solok Selatan, Rabu (10/6/2020).

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumatera Barat (Sumbar) telah berakhir pada 7 Juni kemaren, sekarang Sumbar ada 17 daerah Kabupaten Kota yang masuk dalam penerapan tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19. Kecuali Kota Padang dan Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Wagub Nasrul Abit mengatakan untuk Masjid sendiri sudah ada aturannya. Namun harus disesuaikan dengan protokol kesehatan Covid-19. Melakukan jarak setiap syaf makmumnya. Di Masjid Jabal Nur telah diberi penanda dengan jarak satu meter antar jemaah. Hal itu dilakukan sebagai upaya penerapan protokol kesehatan normal baru.

"Saya senang di Masjid Jabal Nur ini menjaga kebersihan dengan menggunakan disinfektan secara berkala, menyediakan fasilitas cuci tangan atau hand sanitizer di pintu masuk dan keluar, pengecekan suhu dan memasang imbauan protokol kesehatan," ungkap Nasrul Abit.

Masjid Jabal Nur secara umum telah mematuhi aturan protokol Covid-19. Nasrul Abit pun mengecek salah satu penanda jarak di tempat sholat laki-laki.


"Biasanya kalau berjamaah, syaf harus rapat dan siku kita bersetuhan dengan orang lain. Namun untuk menjaga agar tidak tertular virus corona, maka ada jarak hingga satu meter," kata wagub Sumbar.

Selain itu Wagub Sumbar mengatakan, Pemerintah optimistis protokol kesehatan lebih mudah diterapkan di masjid dibanding di tempat lain seperti mall dan pasar. Karena umat Islam ketika melaksanakan ibadah shalat di masjid tidak memakan waktu lama.

Nantinya, kata Nasrul Abit semua jemaah tetap melakukan ibadah di masjid sesuai protokol covid-19. Seperti memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, salat jumat sebentar, kutbah singkat, salat sunah di rumah, sajadah bawa sendiri, wudhu di rumah, dan sebagainya. (nov)

Wagub Sumbar : Protokol Kesehatan Lebih Mudah Diterapkan Di Masjid Dibanding Tempat Mall Dan Pasar

Wednesday, June 10, 2020 : 8:01:00 PM
Setiap jemaah yang masuk Masjid dilakukan check kesehatan sesuai protokol Covid-19. (foto:nov)


Solok Selatan, murainews.com --  Sejak diterapkannya penetapan Tatanan Kehidupan Baru yang Produktif dan Aman Covid-19 (New Normal) di Sumatera Barat. Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit melakukan peninjauan di Masjid Jabal Nur, Padang Aro, Solok Selatan, Rabu (10/6/2020).

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumatera Barat (Sumbar) telah berakhir pada 7 Juni kemaren, sekarang Sumbar ada 17 daerah Kabupaten Kota yang masuk dalam penerapan tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19. Kecuali Kota Padang dan Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Wagub Nasrul Abit mengatakan untuk Masjid sendiri sudah ada aturannya. Namun harus disesuaikan dengan protokol kesehatan Covid-19. Melakukan jarak setiap syaf makmumnya. Di Masjid Jabal Nur telah diberi penanda dengan jarak satu meter antar jemaah. Hal itu dilakukan sebagai upaya penerapan protokol kesehatan normal baru.

"Saya senang di Masjid Jabal Nur ini menjaga kebersihan dengan menggunakan disinfektan secara berkala, menyediakan fasilitas cuci tangan atau hand sanitizer di pintu masuk dan keluar, pengecekan suhu dan memasang imbauan protokol kesehatan," ungkap Nasrul Abit.

Masjid Jabal Nur secara umum telah mematuhi aturan protokol Covid-19. Nasrul Abit pun mengecek salah satu penanda jarak di tempat sholat laki-laki.


"Biasanya kalau berjamaah, syaf harus rapat dan siku kita bersetuhan dengan orang lain. Namun untuk menjaga agar tidak tertular virus corona, maka ada jarak hingga satu meter," kata wagub Sumbar.

Selain itu Wagub Sumbar mengatakan, Pemerintah optimistis protokol kesehatan lebih mudah diterapkan di masjid dibanding di tempat lain seperti mall dan pasar. Karena umat Islam ketika melaksanakan ibadah shalat di masjid tidak memakan waktu lama.

Nantinya, kata Nasrul Abit semua jemaah tetap melakukan ibadah di masjid sesuai protokol covid-19. Seperti memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, salat jumat sebentar, kutbah singkat, salat sunah di rumah, sajadah bawa sendiri, wudhu di rumah, dan sebagainya. (nov)