Sumbar Terapkan Tatanan Normal Baru Mulai Senin 8 Juni 2020 - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
Gubernur Sumbar pimpin Rapat koordinasi bersama Bupati Walikota se Sumbar menggunakan Vidcon terkait penetapan Tatanan Normal Baru. (foto:nov)


PADANG, murainews.com -- Mulai besok Senin 8 Juni 2020, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menerapkan tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19 karena penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumbar, berakhir pada 7 Juni ini.

Keputusan ini disampaikan Gubernur Irwan Prayitno saat memimpin rapat koordinasi dengan seluruh Bupati/Walikota se-Sumbar melalui Video Conference (Vidcon) di ruang kerjanya, Minggu (7/06/2020).

"Dari 19 Kabupaten dan Kota di Sumbar baru Bukittinggi sudah memulai tatanan normal baru produktif aman covid, pada tanggal (1/6) yang lalu," katanya.

Selanjutnya Gubernur Irwan Prayitno menjelaskan, dari 19 kabupaten/kota, hanya dua daerah yang akan menempuh masa transisi sebelum menerapkan tatanan kehidupan baru yaitu Kota Padang dan Kabupaten Kepulauan Mentawai akan menjalani masa transisi hingga 12 Juni 2020.

"Dari 19 Kabupaten dan Kota di Sumbar baru Bukittinggi sudah memulai tatanan normal baru produktif aman covid, pada tanggal (1/6) yang lalu," katanya.




Selanjutnya Gubernur Irwan Prayitno menjelaskan, dari 19 kabupaten/kota, hanya dua daerah yang akan menempuh masa transisi sebelum menerapkan tatanan kehidupan baru yaitu Kota Padang dan Kabupaten Kepulauan Mentawai akan menjalani masa transisi hingga 12 Juni 2020.

Dari 16 kabupaten/kota di Sumbar yang juga besok pada hari Senin (8/6/2020) akan memulai untuk memasuki tatanan hidup baru diantaranya adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Agam, Dharmasraya, Tanah Datar, Padang Pariaman, Limapuluh Kota, Solok Selatan, Pasaman Timur, Pasaman Barat dan Kabupaten Solok, untuk Kota yaitu Padang Panjang, Payakumbuh, Kota Pariaman, Kota Solok, dan Kota Sawahlunto.

Sementara Kota Padang dan Kabupaten Kepulauan Mentawai akan menjalani masa transisi hingga 12 Juni 2020 dengan istilah yang muncul Pra Pola Hidup Baru, setelah ini pada tanggal 13 Juni mudah-mudahan sudah siap untuk memasuki tatanan baru produktif aman Covid.

"Alasan Padang belum new normal karena ada satu klaster di Pasar Raya masih menambah positif sampai hari ini, diperkirakan 5 (lima) hari kedepan dengan kekuatan tracing akan ada 1000 Swab lagi, mudah mudahan sudah bisa dikendali," ucap Irwan Prayitno.

Lanjut ia menjelaskan, Kota Padang sudah mengerahkan setiap RT untuk melakukan pengendalian dengan hasil sudah mulai melandai dibawah 1 (satu). Tinggal satu klaster lagi yaitu Pasar Raya.

Kemudian Kabupaten Mentawai, meminta waktu selama 13 hari sampai kedepan, atau hingga tanggal 20 Juni. Alasannya karena Mentawai ini daerah kepulauan untuk masuk ke Desa-desapun butuh waktu dan jarak tempuh, satu cara mengajak mereka ke new normal Pemprov harus mendukung penuh

"InsyaAllah pada tanggal 21 Juni nanti, sudah bisa memasuki tatanan hidup baru produktif aman covid seperti daerah lainnya," tuturnya.

Dalam rapat tersebut Gubernur yang didampingi oleh Wakil Gubernur Nasrul Abit, Forkopimda Sumbar, Kepala Dinas Kesehatan dan Pimpinan Laboratorium Fakultas Kedokteran UNAND menerangkan bahwa berdasarkan kriteria penerapan kehidupan baru yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO), dan arahan dari pusat baik Kemendagri, Kemenkes, BNPB itu sudah ada syarat utama menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 berbasis data dari Epidemiologi, Suveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan masyarakat. Dimana dari data yang ada, tergambar tingginya angka kesembuhan pasien Covid-19 di Sumbar dan tingkat kesembuhan terus bertambah.

"Langkah-langkah pencegahan
akan tetap dilakukan, diantaranya melalui kebijakan perpanjangan status tanggap darurat termasuk mempertahankan pemeriksaan pada pos-pos perbatasan, baik darat, laut maupun udara hingga 28 Juni 2020," ujarnya.

Gubernur berharap masyarakat Sumbar wajib mematuhi protokol Covid-19, karena menurutnya sebagian besar masyarakat Sumbar telah memahami protokol kesehatan Covid-19, namun belum dilakukan secara disiplin.

“Inilah kendalanya, masyarakat kita sudah mengetahui protokol kesehatan, namun belum berjalan maksimal. Untuk itu kami berharap ikuti semua aturan kesehatan, yaitu wajib pakai masker, cuci tangan, jaga jarak apabila keluar rumah," harapnya.(nov)

Sumbar Terapkan Tatanan Normal Baru Mulai Senin 8 Juni 2020

Sunday, June 7, 2020 : 5:17:00 PM
Gubernur Sumbar pimpin Rapat koordinasi bersama Bupati Walikota se Sumbar menggunakan Vidcon terkait penetapan Tatanan Normal Baru. (foto:nov)


PADANG, murainews.com -- Mulai besok Senin 8 Juni 2020, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menerapkan tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19 karena penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumbar, berakhir pada 7 Juni ini.

Keputusan ini disampaikan Gubernur Irwan Prayitno saat memimpin rapat koordinasi dengan seluruh Bupati/Walikota se-Sumbar melalui Video Conference (Vidcon) di ruang kerjanya, Minggu (7/06/2020).

"Dari 19 Kabupaten dan Kota di Sumbar baru Bukittinggi sudah memulai tatanan normal baru produktif aman covid, pada tanggal (1/6) yang lalu," katanya.

Selanjutnya Gubernur Irwan Prayitno menjelaskan, dari 19 kabupaten/kota, hanya dua daerah yang akan menempuh masa transisi sebelum menerapkan tatanan kehidupan baru yaitu Kota Padang dan Kabupaten Kepulauan Mentawai akan menjalani masa transisi hingga 12 Juni 2020.

"Dari 19 Kabupaten dan Kota di Sumbar baru Bukittinggi sudah memulai tatanan normal baru produktif aman covid, pada tanggal (1/6) yang lalu," katanya.




Selanjutnya Gubernur Irwan Prayitno menjelaskan, dari 19 kabupaten/kota, hanya dua daerah yang akan menempuh masa transisi sebelum menerapkan tatanan kehidupan baru yaitu Kota Padang dan Kabupaten Kepulauan Mentawai akan menjalani masa transisi hingga 12 Juni 2020.

Dari 16 kabupaten/kota di Sumbar yang juga besok pada hari Senin (8/6/2020) akan memulai untuk memasuki tatanan hidup baru diantaranya adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Agam, Dharmasraya, Tanah Datar, Padang Pariaman, Limapuluh Kota, Solok Selatan, Pasaman Timur, Pasaman Barat dan Kabupaten Solok, untuk Kota yaitu Padang Panjang, Payakumbuh, Kota Pariaman, Kota Solok, dan Kota Sawahlunto.

Sementara Kota Padang dan Kabupaten Kepulauan Mentawai akan menjalani masa transisi hingga 12 Juni 2020 dengan istilah yang muncul Pra Pola Hidup Baru, setelah ini pada tanggal 13 Juni mudah-mudahan sudah siap untuk memasuki tatanan baru produktif aman Covid.

"Alasan Padang belum new normal karena ada satu klaster di Pasar Raya masih menambah positif sampai hari ini, diperkirakan 5 (lima) hari kedepan dengan kekuatan tracing akan ada 1000 Swab lagi, mudah mudahan sudah bisa dikendali," ucap Irwan Prayitno.

Lanjut ia menjelaskan, Kota Padang sudah mengerahkan setiap RT untuk melakukan pengendalian dengan hasil sudah mulai melandai dibawah 1 (satu). Tinggal satu klaster lagi yaitu Pasar Raya.

Kemudian Kabupaten Mentawai, meminta waktu selama 13 hari sampai kedepan, atau hingga tanggal 20 Juni. Alasannya karena Mentawai ini daerah kepulauan untuk masuk ke Desa-desapun butuh waktu dan jarak tempuh, satu cara mengajak mereka ke new normal Pemprov harus mendukung penuh

"InsyaAllah pada tanggal 21 Juni nanti, sudah bisa memasuki tatanan hidup baru produktif aman covid seperti daerah lainnya," tuturnya.

Dalam rapat tersebut Gubernur yang didampingi oleh Wakil Gubernur Nasrul Abit, Forkopimda Sumbar, Kepala Dinas Kesehatan dan Pimpinan Laboratorium Fakultas Kedokteran UNAND menerangkan bahwa berdasarkan kriteria penerapan kehidupan baru yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO), dan arahan dari pusat baik Kemendagri, Kemenkes, BNPB itu sudah ada syarat utama menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 berbasis data dari Epidemiologi, Suveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan masyarakat. Dimana dari data yang ada, tergambar tingginya angka kesembuhan pasien Covid-19 di Sumbar dan tingkat kesembuhan terus bertambah.

"Langkah-langkah pencegahan
akan tetap dilakukan, diantaranya melalui kebijakan perpanjangan status tanggap darurat termasuk mempertahankan pemeriksaan pada pos-pos perbatasan, baik darat, laut maupun udara hingga 28 Juni 2020," ujarnya.

Gubernur berharap masyarakat Sumbar wajib mematuhi protokol Covid-19, karena menurutnya sebagian besar masyarakat Sumbar telah memahami protokol kesehatan Covid-19, namun belum dilakukan secara disiplin.

“Inilah kendalanya, masyarakat kita sudah mengetahui protokol kesehatan, namun belum berjalan maksimal. Untuk itu kami berharap ikuti semua aturan kesehatan, yaitu wajib pakai masker, cuci tangan, jaga jarak apabila keluar rumah," harapnya.(nov)