Wagub Sumbar Tinjau penanganan Covid-19 di Pulau Kecil - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
Wagub Sumbar Nasrul Abit monitoring pulau-pulau tujuan wisata pada masa pandemi Covid-19 (foto:nov)


PADANG, murainews.com -- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit optimis bahwa sektor pariwisata Sumbar akan segera bangkit setelah masa pandemi Covid -19 berlalu. 

Hal ini disampaikannya pada saat peninjauan dan sekaligus monitoring Tim Satgas Matra Laut ke pulau pulau tujuan wisata yang didampingi oleh Kepala Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Sumbar Yosmeri dengan menggunakan kapal BNPB, Selasa (26/5/2020).

Di masa pandemi Covid-19, salah satu sektor yang paling berdampak adalah sektor pariwisata, karena pada umumnya segala jenis usaha pariwisata tertutup, karyawan dirumahkan dan ada yang di PHK, dan jenis usaha ekonomi kreatif berdampak pada rendahnya penghasilan masyarakat.

Wagub Sumbar mengatakan kunjungan ke pulau-pulau kecil ini selain untuk memastikan penanganan Covid-19 dapat dilakukan dengan baik oleh Satgas Covid-19 kabupaten/kota, tetapi juga melihat langsung ketersediaan sembako di pulau tersebut.

"Kita harus optimis meskipun Sumatera Barat berada di tengah wabah Covid-19, sektor kepariwisataan akan segera bangkit bersamaan dengan berlalunya pandemi ini," ucap Nasrul Abit.


Selain itu Wagub Nasrul Abit mengajak kepada pelaku usaha di bidang wisata untuk bersama-sama melakukan penanganan dan pencegahan Covid-19 dan juga mengajak Stakeholder melakukan persiapan event ditempat wisata untuk menarik minat wisatawan usai masa Covid-19.

"Memang saat ini sektor Pariwisata tutup, ketika Covid-19 selesai, dipastikan masyarakat membeludak mengunjungi tempat-tempat wisata, karena kebanyakan masyarakat kita bosan berdiam diri di rumah selama ini," ungkap Wagub Sumbar.

Kepada para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif agar juga turut memantau dan melaporkan dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di masing-masing daerah.

Melakukan koordinasi dengan dinas yang menangani pariwisata, ekonomi kreatif dan ketenagakerjaan untuk menangani dampak Covid-19 bagi dunia usaha dan berupaya secara maksimal agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja dengan karyawan.

"Kami berharap seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu, bahu-membahu menghadapi masa sulit ini sehingga pada saat pandemik Covid-19 berakhir, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kembali bangkit dan lebih baik dari sebelumnya," ujar Nasrul Abit.

Pemerintah dan seluruh komponen masyarakat di Sumbar, akan terus berjuang untuk mengendalikan penyebab penyebaran wabah covid, dan sembari melindungi dengan berbagai cara sekuat tenaga agar masyarakat tetap aman dan terlindungi.

“Jangan ragu untuk datang ke Sumbar, karena kita memiliki keindahan alam yang eksotis dan dikelilingi oleh pulau-pulau kecil, pergunungan yang indah. Nantinya para pengunjung akan dimanjakan dengan keanekaragaman suku, budaya, dan termasuk kuliner khas Minangkabau yang terenak di dunia," tukasnya.

Selain itu Kepala Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Sumbar Yosmeri selaku koordinator Satgas Laut di Sumbar mengatakan di Sumbar memiliki dua posko laut yaitu posko di muaro Padang sebagai pemeriksaan kapal barang (perdagangan), kapal-kapal nelayan dan pariwisata, untuk di Bungus sebagai posko penumpang dan barang.

"Kita tetap melakukan pengawasan, walau saat ini dalam suasana lebaran mereka bertugas penuh disiplin, sampai tanggal 29 Mei ini, terkait dengan peraturan PSBB," ucap Yosmeri.

Yosmeri menjelaskan, sejauh ini kapal yang berlayar ke pulau-pulau yang berada di Sumbar masih ada melanggar seperti berlayar tidak melengkapi dokumen dan ada juga kapal yang membawa penumpang yang terpapar Covid-19.

"Sehingga kapal tersebut harus balik ke Padang dengan membawa 51 penumpang untuk dilakukan pemeriksaan. Kita harus gerak cepat, semua penumpang kita lakukan karantina di BPSDM untuk melakukan pemeriksaan, agar virus corona itu tidak menyebar di Sumbar," kata Yosmeri.

"Kami terus melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan penularan dan penyebaran virus corona ini. Jangan sampai nanti terjadi lonjakan kasus," lanjutnya. (nov)

Wagub Sumbar Tinjau penanganan Covid-19 di Pulau Kecil

Tuesday, May 26, 2020 : 8:05:00 PM
Wagub Sumbar Nasrul Abit monitoring pulau-pulau tujuan wisata pada masa pandemi Covid-19 (foto:nov)


PADANG, murainews.com -- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit optimis bahwa sektor pariwisata Sumbar akan segera bangkit setelah masa pandemi Covid -19 berlalu. 

Hal ini disampaikannya pada saat peninjauan dan sekaligus monitoring Tim Satgas Matra Laut ke pulau pulau tujuan wisata yang didampingi oleh Kepala Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Sumbar Yosmeri dengan menggunakan kapal BNPB, Selasa (26/5/2020).

Di masa pandemi Covid-19, salah satu sektor yang paling berdampak adalah sektor pariwisata, karena pada umumnya segala jenis usaha pariwisata tertutup, karyawan dirumahkan dan ada yang di PHK, dan jenis usaha ekonomi kreatif berdampak pada rendahnya penghasilan masyarakat.

Wagub Sumbar mengatakan kunjungan ke pulau-pulau kecil ini selain untuk memastikan penanganan Covid-19 dapat dilakukan dengan baik oleh Satgas Covid-19 kabupaten/kota, tetapi juga melihat langsung ketersediaan sembako di pulau tersebut.

"Kita harus optimis meskipun Sumatera Barat berada di tengah wabah Covid-19, sektor kepariwisataan akan segera bangkit bersamaan dengan berlalunya pandemi ini," ucap Nasrul Abit.


Selain itu Wagub Nasrul Abit mengajak kepada pelaku usaha di bidang wisata untuk bersama-sama melakukan penanganan dan pencegahan Covid-19 dan juga mengajak Stakeholder melakukan persiapan event ditempat wisata untuk menarik minat wisatawan usai masa Covid-19.

"Memang saat ini sektor Pariwisata tutup, ketika Covid-19 selesai, dipastikan masyarakat membeludak mengunjungi tempat-tempat wisata, karena kebanyakan masyarakat kita bosan berdiam diri di rumah selama ini," ungkap Wagub Sumbar.

Kepada para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif agar juga turut memantau dan melaporkan dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di masing-masing daerah.

Melakukan koordinasi dengan dinas yang menangani pariwisata, ekonomi kreatif dan ketenagakerjaan untuk menangani dampak Covid-19 bagi dunia usaha dan berupaya secara maksimal agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja dengan karyawan.

"Kami berharap seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu, bahu-membahu menghadapi masa sulit ini sehingga pada saat pandemik Covid-19 berakhir, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kembali bangkit dan lebih baik dari sebelumnya," ujar Nasrul Abit.

Pemerintah dan seluruh komponen masyarakat di Sumbar, akan terus berjuang untuk mengendalikan penyebab penyebaran wabah covid, dan sembari melindungi dengan berbagai cara sekuat tenaga agar masyarakat tetap aman dan terlindungi.

“Jangan ragu untuk datang ke Sumbar, karena kita memiliki keindahan alam yang eksotis dan dikelilingi oleh pulau-pulau kecil, pergunungan yang indah. Nantinya para pengunjung akan dimanjakan dengan keanekaragaman suku, budaya, dan termasuk kuliner khas Minangkabau yang terenak di dunia," tukasnya.

Selain itu Kepala Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Sumbar Yosmeri selaku koordinator Satgas Laut di Sumbar mengatakan di Sumbar memiliki dua posko laut yaitu posko di muaro Padang sebagai pemeriksaan kapal barang (perdagangan), kapal-kapal nelayan dan pariwisata, untuk di Bungus sebagai posko penumpang dan barang.

"Kita tetap melakukan pengawasan, walau saat ini dalam suasana lebaran mereka bertugas penuh disiplin, sampai tanggal 29 Mei ini, terkait dengan peraturan PSBB," ucap Yosmeri.

Yosmeri menjelaskan, sejauh ini kapal yang berlayar ke pulau-pulau yang berada di Sumbar masih ada melanggar seperti berlayar tidak melengkapi dokumen dan ada juga kapal yang membawa penumpang yang terpapar Covid-19.

"Sehingga kapal tersebut harus balik ke Padang dengan membawa 51 penumpang untuk dilakukan pemeriksaan. Kita harus gerak cepat, semua penumpang kita lakukan karantina di BPSDM untuk melakukan pemeriksaan, agar virus corona itu tidak menyebar di Sumbar," kata Yosmeri.

"Kami terus melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan penularan dan penyebaran virus corona ini. Jangan sampai nanti terjadi lonjakan kasus," lanjutnya. (nov)