Setelah Tutup Dua Hari, Wagub Sumbar Harap Pasar Raya Solok Terapkan Strategi Block To Block - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
Nasrul Abit bagikan masker pada pedagang Pasar Raya Solok (foto:nov)

SOLOK, murainews.com -- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit meninjau langsung Pasar Raya Kota Solok, Senin (4/05/2020). Setelah melakukan sterilisasi selama dua hari mulai tanggal 2-3 Mei 2020.

Sterilisasi Pasar Raya Kota Solok digunakan untuk penyemprotan disinfektan secara merata di seluruh Pasar Raya Kota Solok sebagai upaya pemerintah memberikan perlindungan kepada masyarakat, karena memang pandemi Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat saat ini semakin meningkat.

Pemerintah perlu menyiasati secara tepat pengurangan risiko penularan Covid-19 di pasar yang tetap jadi simpul kerumunan di tengah pandemi saat ini.

"Kita kan tidak tahu sudah berapa banyak pedagang ataupun pengunjung di pasar yang sudah terjangkit virus corona berinteraksi dengan sesama pedagang maupun pembeli," ujar Wagub Nasrul Abit.


Mengingat Pasar Raya Kota Solok semakin hari semakin ramai, tentu ini sangat beresiko penyebaran wabah Covid-19. Nasrul Abit menyarankan, pemerintah kota Solok segera menerapkan strategi sterilisasi block to block.

"Strategi ini cocok diterapkan di pasar tradisional, yang lokasi berjualan pedagangnya terbagi dalam blok berdasarkan jenis dagangannya," ucapnya.

Selanjutnya Nasrul Abit memuji Walikota Solok dalam penanganan penyebaran virus corona dengan melakukan sterilisasi pasar dapat menyelesaikan penyemprotan disinfektan secara merata di seluruh Pasar Raya Kota Solok. (nov)

Setelah Tutup Dua Hari, Wagub Sumbar Harap Pasar Raya Solok Terapkan Strategi Block To Block

Monday, May 4, 2020 : 9:33:00 PM
Nasrul Abit bagikan masker pada pedagang Pasar Raya Solok (foto:nov)

SOLOK, murainews.com -- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit meninjau langsung Pasar Raya Kota Solok, Senin (4/05/2020). Setelah melakukan sterilisasi selama dua hari mulai tanggal 2-3 Mei 2020.

Sterilisasi Pasar Raya Kota Solok digunakan untuk penyemprotan disinfektan secara merata di seluruh Pasar Raya Kota Solok sebagai upaya pemerintah memberikan perlindungan kepada masyarakat, karena memang pandemi Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat saat ini semakin meningkat.

Pemerintah perlu menyiasati secara tepat pengurangan risiko penularan Covid-19 di pasar yang tetap jadi simpul kerumunan di tengah pandemi saat ini.

"Kita kan tidak tahu sudah berapa banyak pedagang ataupun pengunjung di pasar yang sudah terjangkit virus corona berinteraksi dengan sesama pedagang maupun pembeli," ujar Wagub Nasrul Abit.


Mengingat Pasar Raya Kota Solok semakin hari semakin ramai, tentu ini sangat beresiko penyebaran wabah Covid-19. Nasrul Abit menyarankan, pemerintah kota Solok segera menerapkan strategi sterilisasi block to block.

"Strategi ini cocok diterapkan di pasar tradisional, yang lokasi berjualan pedagangnya terbagi dalam blok berdasarkan jenis dagangannya," ucapnya.

Selanjutnya Nasrul Abit memuji Walikota Solok dalam penanganan penyebaran virus corona dengan melakukan sterilisasi pasar dapat menyelesaikan penyemprotan disinfektan secara merata di seluruh Pasar Raya Kota Solok. (nov)