Resmi Dilaunching, BLT Dana Desa di Dharmasraya Sudah Bisa Disalurkan - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


PADANG, murainews.com -- Wakil gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan, Pemerintah daerah sangat memahami kondisi masyarakat ditengah wabah Covid-19 melakukan launching sekaligus menyerahkan secara simbolis Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) bagi warga yang terdampak COVID-19 di Kabupaten Dharmasraya.

Bantuan Langsung Tunai Dana Desa resmi di launching menggunakan Video Conference (Vidcon) yang disaksikan Menteri Desa PDTT dan Wagub Sumbar yang juga didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa  Sumbar, Syafrizal dan kepala Biro Ekonomi Sumbar Irsyad, di ruang rapat Lantai dua Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (19/2/2020). Ditandai dengan penyerahan BLT secara simbolis oleh Bupati Sutan Riska kepada keluarga penerima manfaat.

"Berarti penyaluran BLT Dana Desa di seluruh nagari di Kabupaten Dharmasraya sudah bisa disalurkan," kata Nasrul Abit.

Wagub Sumbar Nasrul Abit menyampaikan terima kasih pada Bupati Dharmasraya
bersama Camat dan kepala desa yang sudah bekerja keras membantu warga yang membutuh pada saat pandemi Covid-19 menyerang Sumbar.

"Kita perlu memastikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Dana Desa ini bisa tersalurkan dengan secara cepat dan tepat. Kita berharap bantuan ini bisa pada masyarakat terdampak Covid-19 menjadi bantuan yang barokah," ucapnya.

Sesuai dengan permendes tahun 2020, bahwa penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID19) telah berdampak bagi kehidupan sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Desa, bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan untuk Penanganan dan Penyebaran Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Desa melalui penggunaan Dana Desa dapat digunakan untuk bantuan langsung tunai kepada penduduk miskin di Desa.

Selanjutnya perlu penyesuaian beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020.

"Seperti kita lihat dilapangan tingkat kerja keras yang dikoodinir oleh walinagari atau kepala desa untuk melakukan pendataan kemudian membentuk musyawarah desa khusus, kemudian mengajukan kepada Bupati untuk dilakaukan pengesahan kemudian dicairkan dan disalurkan," jelas Nasrul Abit.

Sementara itu pada Vidcon tersebut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengatakan Dana Desa ini dipersipkan untuk masyarakat yang menghadapi situasi ekonomi ketika pandemi Covid-19.

Halim mengakui pelaksanaan Dana Desa (DD) di tengah pandemi Covid-19 saat ini tengah mengalami penurunan. Terlebih, seperti diketahui saat ini dana desa difokuskan pada program Bantuan Langsung Tunai (BLT).

BLT Dana Desa diberikan kepada warga desa yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Bagaimana pun ekonomi masyarakat saat ini selam tiga bulan ini memang sangat berpengaruh pada perekonomian masyarakat," ucap Menteri Desa

Iskandar mengatakan bahwa Sumatera Barat perlu inisiasi dilakukan pencairan secara berjamaah, dalam hal ini akan mencatat seluh prestasi kabupaten yang telah bekerja secara cepat, perlu kita sampaikan kepada daerah-daerah lain untuk bisa disegerakan atau yang ditunggukan oleh orang-orang yang berhak menerima.

"Kita berharap masyarakat yg terkena dampak dan yang miskin segera dapat menerima hak-haknya," ujarnya.

Ini suatu proses kerja yang cukup panjang kalau tidak dilakukan kerja keras, ini merupakan unsur penting agar pandemi ini, bisa segera berlalu kehidupan normal kembali, semoga bisa kita melakukan kegiatan-kegian seperti bagaimana biasanya.

Selanjutnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa resmi di launching Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, di Auditorium Kantor Bupati Dharmasraya, Selasa (19/05/2020), dengan harapan masyarakat Dharmasraya disalurkan dana tersebut tepat sasaran dan dapat manfaat.

Bupati menjelaskan, BLT Dana Desa diberikan kepada penerima sebesar Rp 600 ribu perbulan selama tiga bulan berturut-turut, terhitung sejak bulan Mei. Itu artinya, total BLT Dana Desa yang diberikan adalah sebesar Rp 1,8 juta per KK.

“Alhamdulillah, mulai hari ini BLT dari Dana Desa bisa tersalurkan,” ucap Bupati Dharmasraya.

BLT Dana Desa sebut disalurkan secara non tunai (transfer perbankan). Namun, jika benar-benar tidak memungkinkan, pemerintah nagari dapat melakukan penyaluran secara tunai (door to door), dengan wajib mempertimbangkan physical distancing serta protokol kesehatan Covid-19. Dalam penyaluran, pemerintah nagari dapat bekerjasama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Sutan Riska berharap peluncuran ini untuk merealisasikan DD yang sengaja digulirkan untuk percepatan penanganan dampak Covid-19.

Secara keseluruhan, terang Bupati, 45.703 KK atau 69,42 % dari total 65.832 KK di Kabupaten Dharmasraya, mendapat bantuan dari pemerintah. Dengan rincian, bantuan PKH 3.727 KK, Sembako Non PKH 2.562 KK, PKH Non Sembako 550 KK, Bantuan Sosial Tunai 10.803 KK, BLT Provinsi 4.237 KK, BLT Kabupaten 15.141 KK dan untuk BLT Dana Desa, sebanyak 8.419 KK.

“Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat di situasi sulit ini. Untuk itu, kepada warga penerima, kami harap dapat menggunakan bantuan yang diberikan secara bijak,” pesan Sutan Riska

“Diupayakan tidak ada tumpang tindih dalam penerimaannya,” tambahnya. (nov)

Resmi Dilaunching, BLT Dana Desa di Dharmasraya Sudah Bisa Disalurkan

Tuesday, May 19, 2020 : 10:40:00 PM


PADANG, murainews.com -- Wakil gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan, Pemerintah daerah sangat memahami kondisi masyarakat ditengah wabah Covid-19 melakukan launching sekaligus menyerahkan secara simbolis Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) bagi warga yang terdampak COVID-19 di Kabupaten Dharmasraya.

Bantuan Langsung Tunai Dana Desa resmi di launching menggunakan Video Conference (Vidcon) yang disaksikan Menteri Desa PDTT dan Wagub Sumbar yang juga didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa  Sumbar, Syafrizal dan kepala Biro Ekonomi Sumbar Irsyad, di ruang rapat Lantai dua Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (19/2/2020). Ditandai dengan penyerahan BLT secara simbolis oleh Bupati Sutan Riska kepada keluarga penerima manfaat.

"Berarti penyaluran BLT Dana Desa di seluruh nagari di Kabupaten Dharmasraya sudah bisa disalurkan," kata Nasrul Abit.

Wagub Sumbar Nasrul Abit menyampaikan terima kasih pada Bupati Dharmasraya
bersama Camat dan kepala desa yang sudah bekerja keras membantu warga yang membutuh pada saat pandemi Covid-19 menyerang Sumbar.

"Kita perlu memastikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Dana Desa ini bisa tersalurkan dengan secara cepat dan tepat. Kita berharap bantuan ini bisa pada masyarakat terdampak Covid-19 menjadi bantuan yang barokah," ucapnya.

Sesuai dengan permendes tahun 2020, bahwa penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID19) telah berdampak bagi kehidupan sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Desa, bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan untuk Penanganan dan Penyebaran Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Desa melalui penggunaan Dana Desa dapat digunakan untuk bantuan langsung tunai kepada penduduk miskin di Desa.

Selanjutnya perlu penyesuaian beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020.

"Seperti kita lihat dilapangan tingkat kerja keras yang dikoodinir oleh walinagari atau kepala desa untuk melakukan pendataan kemudian membentuk musyawarah desa khusus, kemudian mengajukan kepada Bupati untuk dilakaukan pengesahan kemudian dicairkan dan disalurkan," jelas Nasrul Abit.

Sementara itu pada Vidcon tersebut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengatakan Dana Desa ini dipersipkan untuk masyarakat yang menghadapi situasi ekonomi ketika pandemi Covid-19.

Halim mengakui pelaksanaan Dana Desa (DD) di tengah pandemi Covid-19 saat ini tengah mengalami penurunan. Terlebih, seperti diketahui saat ini dana desa difokuskan pada program Bantuan Langsung Tunai (BLT).

BLT Dana Desa diberikan kepada warga desa yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Bagaimana pun ekonomi masyarakat saat ini selam tiga bulan ini memang sangat berpengaruh pada perekonomian masyarakat," ucap Menteri Desa

Iskandar mengatakan bahwa Sumatera Barat perlu inisiasi dilakukan pencairan secara berjamaah, dalam hal ini akan mencatat seluh prestasi kabupaten yang telah bekerja secara cepat, perlu kita sampaikan kepada daerah-daerah lain untuk bisa disegerakan atau yang ditunggukan oleh orang-orang yang berhak menerima.

"Kita berharap masyarakat yg terkena dampak dan yang miskin segera dapat menerima hak-haknya," ujarnya.

Ini suatu proses kerja yang cukup panjang kalau tidak dilakukan kerja keras, ini merupakan unsur penting agar pandemi ini, bisa segera berlalu kehidupan normal kembali, semoga bisa kita melakukan kegiatan-kegian seperti bagaimana biasanya.

Selanjutnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa resmi di launching Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, di Auditorium Kantor Bupati Dharmasraya, Selasa (19/05/2020), dengan harapan masyarakat Dharmasraya disalurkan dana tersebut tepat sasaran dan dapat manfaat.

Bupati menjelaskan, BLT Dana Desa diberikan kepada penerima sebesar Rp 600 ribu perbulan selama tiga bulan berturut-turut, terhitung sejak bulan Mei. Itu artinya, total BLT Dana Desa yang diberikan adalah sebesar Rp 1,8 juta per KK.

“Alhamdulillah, mulai hari ini BLT dari Dana Desa bisa tersalurkan,” ucap Bupati Dharmasraya.

BLT Dana Desa sebut disalurkan secara non tunai (transfer perbankan). Namun, jika benar-benar tidak memungkinkan, pemerintah nagari dapat melakukan penyaluran secara tunai (door to door), dengan wajib mempertimbangkan physical distancing serta protokol kesehatan Covid-19. Dalam penyaluran, pemerintah nagari dapat bekerjasama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Sutan Riska berharap peluncuran ini untuk merealisasikan DD yang sengaja digulirkan untuk percepatan penanganan dampak Covid-19.

Secara keseluruhan, terang Bupati, 45.703 KK atau 69,42 % dari total 65.832 KK di Kabupaten Dharmasraya, mendapat bantuan dari pemerintah. Dengan rincian, bantuan PKH 3.727 KK, Sembako Non PKH 2.562 KK, PKH Non Sembako 550 KK, Bantuan Sosial Tunai 10.803 KK, BLT Provinsi 4.237 KK, BLT Kabupaten 15.141 KK dan untuk BLT Dana Desa, sebanyak 8.419 KK.

“Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat di situasi sulit ini. Untuk itu, kepada warga penerima, kami harap dapat menggunakan bantuan yang diberikan secara bijak,” pesan Sutan Riska

“Diupayakan tidak ada tumpang tindih dalam penerimaannya,” tambahnya. (nov)