Masyarakat Taluak Batuang Bersinar Manfaatkan Potensi Laut, Ditengah Wabah Covid-19. - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
Tim Humas Setda Sumbar melihat hasil produksi ikan kering (foto:nov)


"Ingin Rakyat Sejahtera, Manfaatkan Laut"

Pessel, murainews.com -- Sumatera Barat memiliki kawasan laut yang begitu luas. Di dalamnya terkandung potensi yang dapat dimanfaatkan untuk menyejahterakan rakyat. Salah satu daerah nagari Taluak Batuang, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Sektor kelautan ibarat raksasa tidur. Belum banyak yang menyadari betapa luar biasanya kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan dari sektor ini. Masyarakat Sumbar harus bisa memanfaatkan terhadap potensi lautan dan ikannya. Sektor laut memberi kontribusi besar pada perekonomian nasional.

Menghadapi wabah Covid-19 yang semakin meningkat di Sumbar yang membuat perekonomian terpuruk, namun masyarakat Taluak Batuang masih bisa bersinar dan tidak bisa berpangkutangan saja. Karena sektor perikanan menjadikan salah satu andalan bagi masyarakat di kampung Taluak Bantuang. Terlebih, mayoritas warga di sana merupakan nelayan.

Mereka masih bisa bersyukur dengan hasil laut yang berlimpah.

Disampaikan Isal (40) merupakan warga setempat yang juga pedagang ikan kering, bahwa hasil laut di perairan Pesisir Selatan cukup melimpah. Bahkan tidak jarang, ikan-ikan segar hasil tangkapan nelayan jumlahnya mencapai puluhan ton sekali mendarat. Hal ini pun berdampak besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat nelayan.

Apalagi, ikan yang didapat tidak hanya di jual di wilayah Taluak Batuang saja, tetapi juga dibawa ke Kota Padang dan daetah lainnya

"Kita bisa lihat setiap pagi, cukup banyak mobil pick up parkir menunggu ikan hasil tangkapan nelayan. Ini membuktikan hasil laut begitu berlimpah. Ini rahmat dari Allah SWT," ucapnya bersyukur, Sabtu (16/5/2020)

Isal juga mengatakan, bahwa dulu pernah tempat ini dikunjungi oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dan berpesan, agar nelayan disini dilarang mengunakan Bom ikan dan jaring yang dilarang pemerintan.

"Sampai saat ini, nelayan di sini tidak pernah menggunakan bom ikan hingga racun. Karena kita selalu ingat pesan Nasrul Abit yang merupakan Datuak Maliantang Panai yang juga Mamak di kampuang ini. Untuk selalu menjaga laut dengan ramah lingkungan," bebernya.

Memanfaatkan hasil laut di Taluak Batuang, ekonomi warganya lebih berkembang. Sebab, selain memasarkan ikan basah atau ikan segar,  nelayan juga memanfaatkan ikan-ikan untuk dijadikan ikan kering.

"Ikan kering sudah jadi ciri khas Taluak Batuang. Apalagi harga jualnya juga cukup bagus," ujar Isal.

Pada kesempatan itu rombongan Humas Setda Sumbar sengaja mampir untuk membeli ikan kering yang terkenal di daerah tersebut.

Siapa yang tak kenal Pulau Pasaran, kampung nelayan penghasil teri terbesar di Pesisir Selatan ini tak henti-hentinya memberikan kontribusi ke wilayah Sumatera Barat. Telah banyak berproduksi dibawa ke berbagai daerah di Indonesia, seperti pulau Jawa.


"Apalagi saat ini di bulan Ramadhan, hasilnya selalu berlimpah," kata Syamsurizal (Humas Sumbar) yang juga berasal dari Pesisir Selatan

Syamsurizal menjelaskan, perbedaan produksi dengan bulan lain ketika bulan Ramadan tiba biasanya pada bulan Ramadan tiba hasil tangkapan ikan teri mulai naik.

"Ini berkah bulan Ramadhan, nelayan disini tidak pernah melewatkan kesempatan ini," ucapnya.


Lain lagi dengan Budi Sanjaya PNS Biro Humas Setda Sumbar mengaatakan, harga pasaran ikan asin jenis kering di Padang kini mencapai Rp 90 ribu-100 ribu per kilogram, sedangkan untuk ikan asin jenis ikan Tete dan Tobi disini sekitar Rp 65 ribu-70 ribu per kilogram.

"Jadi disini lebih murah dan kualitasnya lebih bagus, karena ikannya pengelolaannya masih alami tanpa bahan pengawet," tutur Budi.

Ia berharap kondisi tersebut pemerintah bisa terus memperkuat bidang kelautan dan perikanan, yang dirasa memiliki peran penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat di Sumatera Barat. (nov)

Masyarakat Taluak Batuang Bersinar Manfaatkan Potensi Laut, Ditengah Wabah Covid-19.

Saturday, May 16, 2020 : 8:13:00 PM
Tim Humas Setda Sumbar melihat hasil produksi ikan kering (foto:nov)


"Ingin Rakyat Sejahtera, Manfaatkan Laut"

Pessel, murainews.com -- Sumatera Barat memiliki kawasan laut yang begitu luas. Di dalamnya terkandung potensi yang dapat dimanfaatkan untuk menyejahterakan rakyat. Salah satu daerah nagari Taluak Batuang, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Sektor kelautan ibarat raksasa tidur. Belum banyak yang menyadari betapa luar biasanya kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan dari sektor ini. Masyarakat Sumbar harus bisa memanfaatkan terhadap potensi lautan dan ikannya. Sektor laut memberi kontribusi besar pada perekonomian nasional.

Menghadapi wabah Covid-19 yang semakin meningkat di Sumbar yang membuat perekonomian terpuruk, namun masyarakat Taluak Batuang masih bisa bersinar dan tidak bisa berpangkutangan saja. Karena sektor perikanan menjadikan salah satu andalan bagi masyarakat di kampung Taluak Bantuang. Terlebih, mayoritas warga di sana merupakan nelayan.

Mereka masih bisa bersyukur dengan hasil laut yang berlimpah.

Disampaikan Isal (40) merupakan warga setempat yang juga pedagang ikan kering, bahwa hasil laut di perairan Pesisir Selatan cukup melimpah. Bahkan tidak jarang, ikan-ikan segar hasil tangkapan nelayan jumlahnya mencapai puluhan ton sekali mendarat. Hal ini pun berdampak besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat nelayan.

Apalagi, ikan yang didapat tidak hanya di jual di wilayah Taluak Batuang saja, tetapi juga dibawa ke Kota Padang dan daetah lainnya

"Kita bisa lihat setiap pagi, cukup banyak mobil pick up parkir menunggu ikan hasil tangkapan nelayan. Ini membuktikan hasil laut begitu berlimpah. Ini rahmat dari Allah SWT," ucapnya bersyukur, Sabtu (16/5/2020)

Isal juga mengatakan, bahwa dulu pernah tempat ini dikunjungi oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dan berpesan, agar nelayan disini dilarang mengunakan Bom ikan dan jaring yang dilarang pemerintan.

"Sampai saat ini, nelayan di sini tidak pernah menggunakan bom ikan hingga racun. Karena kita selalu ingat pesan Nasrul Abit yang merupakan Datuak Maliantang Panai yang juga Mamak di kampuang ini. Untuk selalu menjaga laut dengan ramah lingkungan," bebernya.

Memanfaatkan hasil laut di Taluak Batuang, ekonomi warganya lebih berkembang. Sebab, selain memasarkan ikan basah atau ikan segar,  nelayan juga memanfaatkan ikan-ikan untuk dijadikan ikan kering.

"Ikan kering sudah jadi ciri khas Taluak Batuang. Apalagi harga jualnya juga cukup bagus," ujar Isal.

Pada kesempatan itu rombongan Humas Setda Sumbar sengaja mampir untuk membeli ikan kering yang terkenal di daerah tersebut.

Siapa yang tak kenal Pulau Pasaran, kampung nelayan penghasil teri terbesar di Pesisir Selatan ini tak henti-hentinya memberikan kontribusi ke wilayah Sumatera Barat. Telah banyak berproduksi dibawa ke berbagai daerah di Indonesia, seperti pulau Jawa.


"Apalagi saat ini di bulan Ramadhan, hasilnya selalu berlimpah," kata Syamsurizal (Humas Sumbar) yang juga berasal dari Pesisir Selatan

Syamsurizal menjelaskan, perbedaan produksi dengan bulan lain ketika bulan Ramadan tiba biasanya pada bulan Ramadan tiba hasil tangkapan ikan teri mulai naik.

"Ini berkah bulan Ramadhan, nelayan disini tidak pernah melewatkan kesempatan ini," ucapnya.


Lain lagi dengan Budi Sanjaya PNS Biro Humas Setda Sumbar mengaatakan, harga pasaran ikan asin jenis kering di Padang kini mencapai Rp 90 ribu-100 ribu per kilogram, sedangkan untuk ikan asin jenis ikan Tete dan Tobi disini sekitar Rp 65 ribu-70 ribu per kilogram.

"Jadi disini lebih murah dan kualitasnya lebih bagus, karena ikannya pengelolaannya masih alami tanpa bahan pengawet," tutur Budi.

Ia berharap kondisi tersebut pemerintah bisa terus memperkuat bidang kelautan dan perikanan, yang dirasa memiliki peran penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat di Sumatera Barat. (nov)