Gubernur Sumbar Bahas Konsep "New Normal" Bersama Walikota Bupati, Persiapan Pasca PSBB - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Vidcon bersama Bupati Walikota bahas persiapan pasca PSBB jilid II (foto:nov)


PADANG, murainews.com -- Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II di Sumatera Barat (Sumbar) akan berakhir pada Jumat (29/5). Sebelum menetapkan keputusan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menggelar rapat terbatas melalui Video Conference (Vidcon) bersama Bupati dan Walikota se Sumbar di ruang kerjanya, Selasa (26/5/2020).

Namun hingga kini, Pemprov Sumbar belum memastikan langkah apakah kebijakan memutus rantai Covid-19 itu akan dilanjutkan atau tidak. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus melakukan sejumlah persiapan.

"Hal ini tergantung dari kesepakatan kita bersama. Wabah Covid-19 diprediksi akan berlangsung dalam waktu yang lama, hingga akhir tahun," ucap Gubernur Sumbar.

Selain itu gubernur Sumbar mengatakan terkait dengan keputusan pasca PSBB akan ditetapkan besok (28/5) bersama Bupati dan Walikota se Sumbar

"Banyak hal yang menjadi masukan dan banyak hal yang dikaji, termasuk Permenhub 25/2020 yang berakhir 31 Mei 2020," tuturnya.

Menurutnya, Sumbar sampai dengan hari ini yang terjangkit Covid-19 mencapai 510 kasus positif, namun secara persentase dari data yang ada tergambar bahwa sebaran kasus Covid-19 sudah mulai menunjukkan grafik yang cenderung menurun.

"Sementara untuk Kota Padang, sudah mulai menunjukan penurunan, dari beberapa cluster yang ada sudah terputus dari Covid-19, kecuali Pasar Raya. Karena dalam masa inkubasi para pedagang sudah banyak bertemu orang dan belanja, sehingga kita kesulitan untuk mentracingnya," jelasnya.

Meski sudah turun, kata Irwan Prayitno potensi kasus masih berpotensi akan meningkat apalagi dalam suasana lebaran Idul Fitri.

Dalam rapat tersebut Gubernur Irwan juga menjelaskan tentang konsep "New Normal" yang telah dikeluarkan pemerintah pusat melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.


"Konsep new normal ini digunakan oleh para ahli epidemiologi yang disebut reproduction number, secara efektif Sumbar InsyaAllah di bawah 1 (satu). Karena sudah dua minggu yang positif sebagian besar sudah sembuh," tukasnya.

Reproduction number itu adalah sebuah angka yang menunjukkan sebuah virus atau sebuah bakteri atau sebuah penyakit itu bagaimana daya tularnya dari seseorang ke orang lain.

"Secara reproduction number dari epidemiologi sudah memenuhi syarat. Cuma nanti sistem kesehatan di backup juga oleh provinsi. Kita tunggu saja nanti 28 Mei, bagus atau tidak, cocok tidak programnya, tergantung keputusan bersama," tuturnya.

"Apalagi masyarakat kita sudah mulai jenuh dengan aktivitas dirumah. Ini mengganggu produktivitas dan roda perekonomian masyarakat," tambahnya.

Tentunya dalam situasi normal baru ini diharapkan aktivitas kemasyarakatan bisa berlangsung dengan situasi yang berbeda dibandingkan sebelum Covid-19 dan tentunya terkait dengan kesehatan ini menjadi syarat mutlak daripada kehidupan normal baru. (nov)

Gubernur Sumbar Bahas Konsep "New Normal" Bersama Walikota Bupati, Persiapan Pasca PSBB

Tuesday, May 26, 2020 : 10:04:00 PM
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Vidcon bersama Bupati Walikota bahas persiapan pasca PSBB jilid II (foto:nov)


PADANG, murainews.com -- Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II di Sumatera Barat (Sumbar) akan berakhir pada Jumat (29/5). Sebelum menetapkan keputusan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menggelar rapat terbatas melalui Video Conference (Vidcon) bersama Bupati dan Walikota se Sumbar di ruang kerjanya, Selasa (26/5/2020).

Namun hingga kini, Pemprov Sumbar belum memastikan langkah apakah kebijakan memutus rantai Covid-19 itu akan dilanjutkan atau tidak. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus melakukan sejumlah persiapan.

"Hal ini tergantung dari kesepakatan kita bersama. Wabah Covid-19 diprediksi akan berlangsung dalam waktu yang lama, hingga akhir tahun," ucap Gubernur Sumbar.

Selain itu gubernur Sumbar mengatakan terkait dengan keputusan pasca PSBB akan ditetapkan besok (28/5) bersama Bupati dan Walikota se Sumbar

"Banyak hal yang menjadi masukan dan banyak hal yang dikaji, termasuk Permenhub 25/2020 yang berakhir 31 Mei 2020," tuturnya.

Menurutnya, Sumbar sampai dengan hari ini yang terjangkit Covid-19 mencapai 510 kasus positif, namun secara persentase dari data yang ada tergambar bahwa sebaran kasus Covid-19 sudah mulai menunjukkan grafik yang cenderung menurun.

"Sementara untuk Kota Padang, sudah mulai menunjukan penurunan, dari beberapa cluster yang ada sudah terputus dari Covid-19, kecuali Pasar Raya. Karena dalam masa inkubasi para pedagang sudah banyak bertemu orang dan belanja, sehingga kita kesulitan untuk mentracingnya," jelasnya.

Meski sudah turun, kata Irwan Prayitno potensi kasus masih berpotensi akan meningkat apalagi dalam suasana lebaran Idul Fitri.

Dalam rapat tersebut Gubernur Irwan juga menjelaskan tentang konsep "New Normal" yang telah dikeluarkan pemerintah pusat melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.


"Konsep new normal ini digunakan oleh para ahli epidemiologi yang disebut reproduction number, secara efektif Sumbar InsyaAllah di bawah 1 (satu). Karena sudah dua minggu yang positif sebagian besar sudah sembuh," tukasnya.

Reproduction number itu adalah sebuah angka yang menunjukkan sebuah virus atau sebuah bakteri atau sebuah penyakit itu bagaimana daya tularnya dari seseorang ke orang lain.

"Secara reproduction number dari epidemiologi sudah memenuhi syarat. Cuma nanti sistem kesehatan di backup juga oleh provinsi. Kita tunggu saja nanti 28 Mei, bagus atau tidak, cocok tidak programnya, tergantung keputusan bersama," tuturnya.

"Apalagi masyarakat kita sudah mulai jenuh dengan aktivitas dirumah. Ini mengganggu produktivitas dan roda perekonomian masyarakat," tambahnya.

Tentunya dalam situasi normal baru ini diharapkan aktivitas kemasyarakatan bisa berlangsung dengan situasi yang berbeda dibandingkan sebelum Covid-19 dan tentunya terkait dengan kesehatan ini menjadi syarat mutlak daripada kehidupan normal baru. (nov)