Wagub Sumbar Tegaskan, Pendatang Tak Mau Isolasi Mandiri akan Dijemput Paksa - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


PADANG, murainews.com -- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menegaskan, bagi siapa saja yang masuk ke wilayah Sumbar, terutama dari zona merah pandemik Coronavirus Disiase 2019 (COVID-19) wajib menjalani isolasi mandiri, kalau tidak menjalankan itu, pihak yang berwajib akan dijemput paksa untuk isolasi.

"Saya imbau kepada semua, tidak ada lagi toleransi. Bagi siapa saja yang datang ke Sumbar, maka wajib isolasi 14 hari. Kita semua harus bisa mengawasi yang bersangkutan," kata Nasrul Abit usai Rapat Terbatas (Ratas) bersama Bupati Walikota se Sumbar melalui video conference (vidcon) di Kantor gubernur, Rabu (15/4/2020).

Selain itu, Nasrul Abit juga meminta para Kepala Daerah bersama Dinkes, Satpol PP, TNI dan Polri atau gugus tugas bisa lebih tegas terhadap orang yang berkunjung ke Sumbar termasuk para pemudik.

"Setiap mereka wajib ikut test covid, mengisi formulir data dan paling penting mereka yang masuk harus lakukan isolasi mandiri selama 14 hari," ujarnya.

Untuk kendaraan truck yang membawa bahan pokok ataupun obat-obatan akan diberi label oleh pemerintah. Selanjutnya bagi setiap orang yang mudik setatusnya sudah masuk sebagai orang dalam pengawasan (ODP).

"Kita berharap bisa bekerjasama dengan daerah melalui RW/RT, apabila ada warganya yang tidak mau diislosasi atau dikarantina, maka pihak Kepolisian bisa mengambil tindakan bagi mereka yang tidak menghiraukannya, boleh mengambil tindakan hukum dengan pasal potensi bahaya bagi masyarakat," sebutnya.

Sejak 31 Maret 2020 sudah mencapai 79.000 orang lebih masuk ke Sumbar. Rata-rata ada 4.838 orang dalam sehari dan diperkirakan akan terus bertambah yang melalui dari sembilan pintu masuk lewat darat dan satu dari Bandara Internasional Minangkabau.

"Saya mengimbau kepada seluruh perantau yang pulang ke kampung, minta kesadaran untuk isolasi diri selama 14 hari dan jangan anggap main-main COVID ini, karena akan membahayakan saudara dan keluarga kita semua di Sumbar," ujarnya.

Pemerintah Daerah kabupaten dan kota sudah menyiapkan tempat karantina. Jika pemudik tidak mau isolasi mandiri di rumah. Bahkan di Provinsi sudah disiapkan di Sembilan tempat karantina. Muat untuk 472 orang. Nasrul Abit minta masyarakat diminta tertib, tetap dirumah, jauhkan keramaian, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan pakai masker.

"Apabila ada terasa gejalan Covid-19, cepat periksakan diri, agar mata rantai penyebaran Covid-19 ini dapat segera putus," sebutnya.

Berdasarkan data gugus tugas penanganan covid-19 provinsi Sumatera Barat, hari ini (15/4) terjadi penambahan pasien positif terinfeksi covid-19 sebanyak 7 (tujuh) orang. Berarti sekarang sudah 55 (lima puluh lima) orang dinyatakan positif covid-19 di Sumbar dan 8 (delapan) orang dinyatakan sembuh.

"Untuk itu saya minta semua pihak memaklumi. Mohon maaf ini terpaksa harus kita sampaikan. Karena dari data statistik yang ada, penyebaran virus Corona ini memang dari luar. Kita harus keras, demi memberantas Covid-19," tambahnya. (nn)

Wagub Sumbar Tegaskan, Pendatang Tak Mau Isolasi Mandiri akan Dijemput Paksa

Wednesday, April 15, 2020 : 10:59:00 PM


PADANG, murainews.com -- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menegaskan, bagi siapa saja yang masuk ke wilayah Sumbar, terutama dari zona merah pandemik Coronavirus Disiase 2019 (COVID-19) wajib menjalani isolasi mandiri, kalau tidak menjalankan itu, pihak yang berwajib akan dijemput paksa untuk isolasi.

"Saya imbau kepada semua, tidak ada lagi toleransi. Bagi siapa saja yang datang ke Sumbar, maka wajib isolasi 14 hari. Kita semua harus bisa mengawasi yang bersangkutan," kata Nasrul Abit usai Rapat Terbatas (Ratas) bersama Bupati Walikota se Sumbar melalui video conference (vidcon) di Kantor gubernur, Rabu (15/4/2020).

Selain itu, Nasrul Abit juga meminta para Kepala Daerah bersama Dinkes, Satpol PP, TNI dan Polri atau gugus tugas bisa lebih tegas terhadap orang yang berkunjung ke Sumbar termasuk para pemudik.

"Setiap mereka wajib ikut test covid, mengisi formulir data dan paling penting mereka yang masuk harus lakukan isolasi mandiri selama 14 hari," ujarnya.

Untuk kendaraan truck yang membawa bahan pokok ataupun obat-obatan akan diberi label oleh pemerintah. Selanjutnya bagi setiap orang yang mudik setatusnya sudah masuk sebagai orang dalam pengawasan (ODP).

"Kita berharap bisa bekerjasama dengan daerah melalui RW/RT, apabila ada warganya yang tidak mau diislosasi atau dikarantina, maka pihak Kepolisian bisa mengambil tindakan bagi mereka yang tidak menghiraukannya, boleh mengambil tindakan hukum dengan pasal potensi bahaya bagi masyarakat," sebutnya.

Sejak 31 Maret 2020 sudah mencapai 79.000 orang lebih masuk ke Sumbar. Rata-rata ada 4.838 orang dalam sehari dan diperkirakan akan terus bertambah yang melalui dari sembilan pintu masuk lewat darat dan satu dari Bandara Internasional Minangkabau.

"Saya mengimbau kepada seluruh perantau yang pulang ke kampung, minta kesadaran untuk isolasi diri selama 14 hari dan jangan anggap main-main COVID ini, karena akan membahayakan saudara dan keluarga kita semua di Sumbar," ujarnya.

Pemerintah Daerah kabupaten dan kota sudah menyiapkan tempat karantina. Jika pemudik tidak mau isolasi mandiri di rumah. Bahkan di Provinsi sudah disiapkan di Sembilan tempat karantina. Muat untuk 472 orang. Nasrul Abit minta masyarakat diminta tertib, tetap dirumah, jauhkan keramaian, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan pakai masker.

"Apabila ada terasa gejalan Covid-19, cepat periksakan diri, agar mata rantai penyebaran Covid-19 ini dapat segera putus," sebutnya.

Berdasarkan data gugus tugas penanganan covid-19 provinsi Sumatera Barat, hari ini (15/4) terjadi penambahan pasien positif terinfeksi covid-19 sebanyak 7 (tujuh) orang. Berarti sekarang sudah 55 (lima puluh lima) orang dinyatakan positif covid-19 di Sumbar dan 8 (delapan) orang dinyatakan sembuh.

"Untuk itu saya minta semua pihak memaklumi. Mohon maaf ini terpaksa harus kita sampaikan. Karena dari data statistik yang ada, penyebaran virus Corona ini memang dari luar. Kita harus keras, demi memberantas Covid-19," tambahnya. (nn)