Staf Khusus BNPB : Luar Biasa Gubernur Sumbar, Cepat Tanggap Atasi Covid-19 di Daerahnya - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


PADANG, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno bersama Staf Khusus BNPB RI Emanuel S dan Kepala Dinas Kesehatan Merry Yuliesday meninjau sejumlah rumah sakit dan gedung yang akan dijadikan ruang isolasi, Kamis (30/4/2020) terkait merebaknya wabah virus corona (Covid-19). 

Sejumlah lokasi yang ditinjau diantaranya Bapelkes Padang, rumah sakit Universitas Andalas (Unand) Padang, Semen Padang Hospotal, BPSDM Sumbar dan Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand Padang.

Awalnya gubernur Sumbar meninjau Bapelkes Padang. Dalam kunjungan tersebut Irwan Prayitno mengatakan Bapelkes Padang dikhususkan untuk menerima pasien positif ringan. total tempat tidur sebanyak 24 buah, sudah di isi sebanyak 20 orang, dengan keterangan 3 orang sudah sembuh, 1 orang hasil tes negatif dan 16 orang dalam perawatan. dan kegiatan dapat dilakukan pasien sehari-hari yaitu seperti berjemur, senam dan konseling.

Pada rumah sakit Unand rombongan gubernur  Sumbar disambut Direktur Utama RS. Unand Dr. Yevri Zulfiqar yang merupakan salah satu rumah sakir rujukan andalan dalam mengatasi panyakit virus Corona yang saat ini.


Rumah sakit Unand terus berbenah untuk menjadi benteng terakhir penanganan Covid-19 di Sumbar. Fasilitas penanganan pasien Covid-19 terletak di basement dengan menyediakan sebanyak 12 kamar dengan keterangan 5 kamar untuk PDP Positif dan 7 kamar untuk pasien PDP. Sejauh ini RS Unand telah memeriksa pasien ODP sebanyak 51 orang, dan pasien PDP 14 orang. Pasien PDP Positif yang sedang diisolasi sekarang sebanyak 4 orang.

"Permasalahan sekarang RS. Unand memiliki ruang operasi khusus untuk membantu penanganan pasien yang memperlukan tindakan operasi selain fasilitas ruang operasi yang ada di RS. M. Djamil, kami berharap rumah sakit ini suatu saat bisa mempunyai ruang operasi dalam penanganan pasien yang positif Covid-19," harap Irwan Prayitno.

Selain itu RS. Unand juga menjadi rumah sakit yang mengadakan pelatihan SWAP test bagi tenaga medis.

Selanjutnya rombongan gubernur juga meninjau Semen Padang Hospital. Dari hasil kunjungan ke lapangan SPH sudah layak menanggani pasien Covid-19 dengan fasilitas lengkap yang dimiliki. Bukan itu saja, tenaga medis pun cukup jumlahnya menanggani pasien Covid-19 maupun pasien umum.

Pasien Covid-19 diletakan di lantai khusus atau lantai 4. Pada ruangan sebelah timur mampu menampung 17 pasien Covid-19 dan di ruangan sebelah barat 38 pasien Covid-19. Artinya, ada 55 pasien Covid-19 yang bisa ditampung di SPH tersebut.

Bukan itu saja, SPH juga dilengkapi dengan peralatan cagih lainnya dengan setiap ruangan ada exhaus tekanan negatif serta memiliki Hevafilter yang dimasukan ke tabung cairan klorid.

"Dengan demikian, bisa mensterilkan virus Covid-19 yang berada diruangan isolasi tersebut dan aman untuk ruangan lainnya," ucap Irwan Prayitno.

Pada kunjungan di Laboratorium FK. Unand Gubernur Sumbar menyampaikan, RS. Unand memiliki sarana penunjang penangan yaitu 3 mesin PCR yang dapat memeriksa maksimal 480 spesimen per hari dengan 4 kali tahapan dengan target minimal 200 spesimen per harinya.

Provinsi Sumatera Barat juga akan mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat melalui BNPB RI untuk membuat mesin ekstraksi robotik (automatic spin column extraction) yang berfungsi untuk mendekteksi spesimen terjangkit atau tidak Covid-19. Dengan adanya penambahan mesin tersebut Provinsi Sumatera Barat dapat memproses sampai dengan 700 spesimen dalam satu hari. Dengan kemampuan tersebut, Provinsi Sumatera Barat diharpkan dapat membantu provinsi tetangga dalam pemeriksaan spesimen Covid-19.


Dalam kunjungan tersebut Staf khusus BNPB RI Emmanuel S memberikan apresiasi pada gubernur Sumbar telah melakukan terobosan yang luar biasa secara masif dalam penanganan penyebaran covid-19. Salah satunya Provinsi Sumatera Barat juga dapat membantu Provinsi tetangga dalam mengidentifikasi status ODP yang terjangkit.

"Luar biasa gubernur Sumbar, dari 9 Provinsi yang saya kunjungi, baru Sumbar yang telah bisa melibatkan rumah sakit dan fasilitas lainnya untuk penanganan Covid-19, juga menyediakan tempat karantina yang sudah beroperasi dan tersebar di kabupaten kota di Provinsi Sumatera Barat," kata Emmanuel.

Apalagi Provinsi Sumatera Barat juga dapat membantu Provinsi tetangga dalam mengidentifikasi status ODP yang terjangkit.

"Oleh karena itu, kunjungan ini akan kami buatkan laporannya dan akan kami himpun kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh Provinsi Sumatera Barat dan memprosesnya di pusat," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Dr. Andani juga menyampaikan ada kebahagiaan tersendiri ketika menemukan hasil pemeriksaan atau uji spesimen yang memperlihatkan jumlah spesimen yang positif. Alasannya yaitu, temuan spesimen positif tersebut selain berasal dari orang yang PDP, juga ditemukan pada orang yang berstatus ODP dan OTG, dan otomatis kita dapat melakukan tracking secara masif siapa saja orang yang bertemu dengan orang memiliki spesimen positif tersebut.

'Kita harus bangga punya gubernur yang begitu peduli dan sigap mengambil sikap untuk melakukan langkah untuk antisipasi. Ini memang yang harus kita lakukan. Jadi kita siap untuk mengantisipasi lonjakan pasien PDP,” terangnya. (nov)

Staf Khusus BNPB : Luar Biasa Gubernur Sumbar, Cepat Tanggap Atasi Covid-19 di Daerahnya

Thursday, April 30, 2020 : 9:14:00 PM


PADANG, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno bersama Staf Khusus BNPB RI Emanuel S dan Kepala Dinas Kesehatan Merry Yuliesday meninjau sejumlah rumah sakit dan gedung yang akan dijadikan ruang isolasi, Kamis (30/4/2020) terkait merebaknya wabah virus corona (Covid-19). 

Sejumlah lokasi yang ditinjau diantaranya Bapelkes Padang, rumah sakit Universitas Andalas (Unand) Padang, Semen Padang Hospotal, BPSDM Sumbar dan Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand Padang.

Awalnya gubernur Sumbar meninjau Bapelkes Padang. Dalam kunjungan tersebut Irwan Prayitno mengatakan Bapelkes Padang dikhususkan untuk menerima pasien positif ringan. total tempat tidur sebanyak 24 buah, sudah di isi sebanyak 20 orang, dengan keterangan 3 orang sudah sembuh, 1 orang hasil tes negatif dan 16 orang dalam perawatan. dan kegiatan dapat dilakukan pasien sehari-hari yaitu seperti berjemur, senam dan konseling.

Pada rumah sakit Unand rombongan gubernur  Sumbar disambut Direktur Utama RS. Unand Dr. Yevri Zulfiqar yang merupakan salah satu rumah sakir rujukan andalan dalam mengatasi panyakit virus Corona yang saat ini.


Rumah sakit Unand terus berbenah untuk menjadi benteng terakhir penanganan Covid-19 di Sumbar. Fasilitas penanganan pasien Covid-19 terletak di basement dengan menyediakan sebanyak 12 kamar dengan keterangan 5 kamar untuk PDP Positif dan 7 kamar untuk pasien PDP. Sejauh ini RS Unand telah memeriksa pasien ODP sebanyak 51 orang, dan pasien PDP 14 orang. Pasien PDP Positif yang sedang diisolasi sekarang sebanyak 4 orang.

"Permasalahan sekarang RS. Unand memiliki ruang operasi khusus untuk membantu penanganan pasien yang memperlukan tindakan operasi selain fasilitas ruang operasi yang ada di RS. M. Djamil, kami berharap rumah sakit ini suatu saat bisa mempunyai ruang operasi dalam penanganan pasien yang positif Covid-19," harap Irwan Prayitno.

Selain itu RS. Unand juga menjadi rumah sakit yang mengadakan pelatihan SWAP test bagi tenaga medis.

Selanjutnya rombongan gubernur juga meninjau Semen Padang Hospital. Dari hasil kunjungan ke lapangan SPH sudah layak menanggani pasien Covid-19 dengan fasilitas lengkap yang dimiliki. Bukan itu saja, tenaga medis pun cukup jumlahnya menanggani pasien Covid-19 maupun pasien umum.

Pasien Covid-19 diletakan di lantai khusus atau lantai 4. Pada ruangan sebelah timur mampu menampung 17 pasien Covid-19 dan di ruangan sebelah barat 38 pasien Covid-19. Artinya, ada 55 pasien Covid-19 yang bisa ditampung di SPH tersebut.

Bukan itu saja, SPH juga dilengkapi dengan peralatan cagih lainnya dengan setiap ruangan ada exhaus tekanan negatif serta memiliki Hevafilter yang dimasukan ke tabung cairan klorid.

"Dengan demikian, bisa mensterilkan virus Covid-19 yang berada diruangan isolasi tersebut dan aman untuk ruangan lainnya," ucap Irwan Prayitno.

Pada kunjungan di Laboratorium FK. Unand Gubernur Sumbar menyampaikan, RS. Unand memiliki sarana penunjang penangan yaitu 3 mesin PCR yang dapat memeriksa maksimal 480 spesimen per hari dengan 4 kali tahapan dengan target minimal 200 spesimen per harinya.

Provinsi Sumatera Barat juga akan mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat melalui BNPB RI untuk membuat mesin ekstraksi robotik (automatic spin column extraction) yang berfungsi untuk mendekteksi spesimen terjangkit atau tidak Covid-19. Dengan adanya penambahan mesin tersebut Provinsi Sumatera Barat dapat memproses sampai dengan 700 spesimen dalam satu hari. Dengan kemampuan tersebut, Provinsi Sumatera Barat diharpkan dapat membantu provinsi tetangga dalam pemeriksaan spesimen Covid-19.


Dalam kunjungan tersebut Staf khusus BNPB RI Emmanuel S memberikan apresiasi pada gubernur Sumbar telah melakukan terobosan yang luar biasa secara masif dalam penanganan penyebaran covid-19. Salah satunya Provinsi Sumatera Barat juga dapat membantu Provinsi tetangga dalam mengidentifikasi status ODP yang terjangkit.

"Luar biasa gubernur Sumbar, dari 9 Provinsi yang saya kunjungi, baru Sumbar yang telah bisa melibatkan rumah sakit dan fasilitas lainnya untuk penanganan Covid-19, juga menyediakan tempat karantina yang sudah beroperasi dan tersebar di kabupaten kota di Provinsi Sumatera Barat," kata Emmanuel.

Apalagi Provinsi Sumatera Barat juga dapat membantu Provinsi tetangga dalam mengidentifikasi status ODP yang terjangkit.

"Oleh karena itu, kunjungan ini akan kami buatkan laporannya dan akan kami himpun kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh Provinsi Sumatera Barat dan memprosesnya di pusat," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Dr. Andani juga menyampaikan ada kebahagiaan tersendiri ketika menemukan hasil pemeriksaan atau uji spesimen yang memperlihatkan jumlah spesimen yang positif. Alasannya yaitu, temuan spesimen positif tersebut selain berasal dari orang yang PDP, juga ditemukan pada orang yang berstatus ODP dan OTG, dan otomatis kita dapat melakukan tracking secara masif siapa saja orang yang bertemu dengan orang memiliki spesimen positif tersebut.

'Kita harus bangga punya gubernur yang begitu peduli dan sigap mengambil sikap untuk melakukan langkah untuk antisipasi. Ini memang yang harus kita lakukan. Jadi kita siap untuk mengantisipasi lonjakan pasien PDP,” terangnya. (nov)