Sempat Dikabarkan Meninggal, Wely Sembuh Covid-19 - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


Painan, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengunjungi Aswiliarti (45) pasien sembuh Covid-19 di Nagari Jinang Kampung Pansur Kecamatan Koto XI Tarusan Tarusan, Jum'at (10/4/2020).

Aswiliarti yang akrab dipanggil Wely merupakan pasien 01 positif Covid-19 berhasil sembuh setelah menjalani perawatan 14 hari sejak 26 Maret 2020 lalu di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang.

Diketahui pasien 01 dengan nama panggilan buk Welly adalah Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Pesisir Selatan yang juga merupakan adik kandung dari Kepala laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Dr Andani Eka Putra, bertugas di Dinas Kesehatan Pessel  akhirnya membuktikan bisa melawan Covid-19 secara baik.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Irwan Prayitno, memberikan kesempatan pada Wely untuk memberikan keterangan pada wartawan tips untuk bisa sehat menghadapi Covid-19.

"Kemaren Ibu Wely positif Covid-19, setelah lakukan pemeriksaan tes swab hidung dan tenggorokan sebanyak dua kali secara bertahap, Alhamdulillah sekarang sudah sehat," ucap Irwan Prayitno.

Meski pasien itu dinyatakan sudah bebas dari corona, Irwan Prayitno mengingatkan bahwa perjuangan untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini belum berakhir.

Gubernur mengajak semua pihak, termasuk masyarakat bisa bekerjasama dan tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, serta tetap melakukan langkah-langkah pencegahan Covid-19 di lingkungannya masing-masing.


Untuk itu, gubernur meminta Wely bisa memberikan tips dan motivasi kepada pasien lain yang sedang dirawat di rumah sakit.

Diawal cerita Wely sempat shock, galau, sehingga kesehatannya down ketika pertama kali mengetahui positif terinfeksi Covid-19, bahkan ia sempat beredar isu bahwa dirinya meninggal dunia.

Kegalauan jiwanya berakhir, sebut Wely, ketika anaknya menangis menelpon dirinya. Anaknya mengatakan mereka tidak mau mamanya meninggal.

"Mendengar kabar tersebut, membuat saya sadar dan bertekad untuk sembuh. Saya rajin makan, giat berolahraga dan selalu berzikir serta berdoa kepada Allah," tutur Wely.

Menurutnya, kabar tentang dirinya meninggal dunia, mungkin merupakan skenario Allah guna memacu semangatnya untuk bangkit dari keguncangan jiwa.

"Kunci sukses bagi penderita Covid-19 untuk sehat adalah semangat untuk bangkit. Semangat optimistis itu bisa diraih dengan perkuat iman dengan berdoa dan berzikir," tuturnya.

Jika pikiran hantui dengan kecemasan dan galau, membuat selera makan akan berkurang dan perasaan mual akan muncul. Pada gilirannya membuat pisik semakin lemah. Itulah yang dialami Wely tiga hari pertama.

Wely mengimbau agar masyarakat selalu waspada terhadap penularan Covod-19. Caranya, kata dia, selalu menggunakan masker bila ke luar rumah.

Menurut Wely, secara kasat mata kita tidak dapat mengetahui siapa saja orang yang terinfeksi, maka untuk mengamankan diri harus memakai masker dan rajin cuci tangan. Serta mematuhi imbauan pemerintah tentang social distancing dan physical distancing.

“Dengan memakai masker dan mematuhi social dan physical distancing, berarti kita sudah menjaga orang lain dan sebaliknya orang lain menjaga kita,” katanya.

Lebih lanjut, Wely meminta masyarakat ikut memberi support kepada penderita Covid-19, salah satu caranya dengan tidak memberi stigma negatif pada mereka.

“Masyarakat boleh menjauhi virusnya tapi jangan kucilkan mereka penderita dengan berbagai stigma negatif,” pintanya.

Dalam kesempatan itu, Wely mengucapkan terima kasih kepada tenaga medis yang telah berusaha maksimal merawat dirinya selama di rumah sakit.

Dalam kunjungan tersebut gubernur didampingi oleh Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni sudah ditunggunya bersama orang tua dan kakak kandungnya dr. Andani Eka Putra yang juga Kepala Pusat Diagnostik dan riset  penyakit infeksi Fakultas Kedokteran Unand. (nn)

Sempat Dikabarkan Meninggal, Wely Sembuh Covid-19

Friday, April 10, 2020 : 10:44:00 PM


Painan, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengunjungi Aswiliarti (45) pasien sembuh Covid-19 di Nagari Jinang Kampung Pansur Kecamatan Koto XI Tarusan Tarusan, Jum'at (10/4/2020).

Aswiliarti yang akrab dipanggil Wely merupakan pasien 01 positif Covid-19 berhasil sembuh setelah menjalani perawatan 14 hari sejak 26 Maret 2020 lalu di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang.

Diketahui pasien 01 dengan nama panggilan buk Welly adalah Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Pesisir Selatan yang juga merupakan adik kandung dari Kepala laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Dr Andani Eka Putra, bertugas di Dinas Kesehatan Pessel  akhirnya membuktikan bisa melawan Covid-19 secara baik.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Irwan Prayitno, memberikan kesempatan pada Wely untuk memberikan keterangan pada wartawan tips untuk bisa sehat menghadapi Covid-19.

"Kemaren Ibu Wely positif Covid-19, setelah lakukan pemeriksaan tes swab hidung dan tenggorokan sebanyak dua kali secara bertahap, Alhamdulillah sekarang sudah sehat," ucap Irwan Prayitno.

Meski pasien itu dinyatakan sudah bebas dari corona, Irwan Prayitno mengingatkan bahwa perjuangan untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini belum berakhir.

Gubernur mengajak semua pihak, termasuk masyarakat bisa bekerjasama dan tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, serta tetap melakukan langkah-langkah pencegahan Covid-19 di lingkungannya masing-masing.


Untuk itu, gubernur meminta Wely bisa memberikan tips dan motivasi kepada pasien lain yang sedang dirawat di rumah sakit.

Diawal cerita Wely sempat shock, galau, sehingga kesehatannya down ketika pertama kali mengetahui positif terinfeksi Covid-19, bahkan ia sempat beredar isu bahwa dirinya meninggal dunia.

Kegalauan jiwanya berakhir, sebut Wely, ketika anaknya menangis menelpon dirinya. Anaknya mengatakan mereka tidak mau mamanya meninggal.

"Mendengar kabar tersebut, membuat saya sadar dan bertekad untuk sembuh. Saya rajin makan, giat berolahraga dan selalu berzikir serta berdoa kepada Allah," tutur Wely.

Menurutnya, kabar tentang dirinya meninggal dunia, mungkin merupakan skenario Allah guna memacu semangatnya untuk bangkit dari keguncangan jiwa.

"Kunci sukses bagi penderita Covid-19 untuk sehat adalah semangat untuk bangkit. Semangat optimistis itu bisa diraih dengan perkuat iman dengan berdoa dan berzikir," tuturnya.

Jika pikiran hantui dengan kecemasan dan galau, membuat selera makan akan berkurang dan perasaan mual akan muncul. Pada gilirannya membuat pisik semakin lemah. Itulah yang dialami Wely tiga hari pertama.

Wely mengimbau agar masyarakat selalu waspada terhadap penularan Covod-19. Caranya, kata dia, selalu menggunakan masker bila ke luar rumah.

Menurut Wely, secara kasat mata kita tidak dapat mengetahui siapa saja orang yang terinfeksi, maka untuk mengamankan diri harus memakai masker dan rajin cuci tangan. Serta mematuhi imbauan pemerintah tentang social distancing dan physical distancing.

“Dengan memakai masker dan mematuhi social dan physical distancing, berarti kita sudah menjaga orang lain dan sebaliknya orang lain menjaga kita,” katanya.

Lebih lanjut, Wely meminta masyarakat ikut memberi support kepada penderita Covid-19, salah satu caranya dengan tidak memberi stigma negatif pada mereka.

“Masyarakat boleh menjauhi virusnya tapi jangan kucilkan mereka penderita dengan berbagai stigma negatif,” pintanya.

Dalam kesempatan itu, Wely mengucapkan terima kasih kepada tenaga medis yang telah berusaha maksimal merawat dirinya selama di rumah sakit.

Dalam kunjungan tersebut gubernur didampingi oleh Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni sudah ditunggunya bersama orang tua dan kakak kandungnya dr. Andani Eka Putra yang juga Kepala Pusat Diagnostik dan riset  penyakit infeksi Fakultas Kedokteran Unand. (nn)