Penerbangan BIM Tutup Sementara Hingga 31 Mei 2020 - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


Padang Pariaman, murainews.com -- Semua penerbangan dilarang beroperasi di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) terkait dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kebijakan itu diterapkan sejak Jum'at 24 April hingga 31Mei 2020.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno melakukan kunjungan ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sabtu (25/4/2020) juga menindaklanjuti Permenhub RI Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Masa Mudik Lebaran Tahun 2020.

Kunjungan itu bertunjuan untuk memastikan bahwa pada moda transportasi udara di Provinsi Sumatera Barat bisa berjalan dengan baik dan efektif.

"Semua berjalan dengan baik, untuk hari ini semua penerbangan tidak ada. Semuanya telah mematuhi peraturan tersebut," ungkap gubernur Sumbar.

Namun Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengharapkan untuk penerbangan pengiriman Cargo tidak berlaku, apalagi ssaat ini Sumbar masih menunggu kiriman bantuan berupa Alat Perlindungan Diri (APD) dengan jumlah banyak dan alat laboratorium penunjang pemeriksaan utk kebutuhan rumah sakit penanganan Covid-19 di Sumbar.

"Ada pengecualian, untuk pesawat yang membawa APD dan alat kesehatan sebagai penunjang pemeriksaan pasien di rumah sakit penanganan Covid-19 di Sumbar. Kita sangat membutuhkan peralatan tersebut, jadi ada pengecualiannya," kata Irwan Prayitno.


Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat khususnya kepada Presiden yang telah memberlakukan peraturan tersebut. Sehingga kita di Provinsi Sumatera Barat merasakan manfaat yang sangat besar, yaitu dapat mengendalikan angka jumlah pemudik yang masuk ke wilayah Sumatera Barat sekaligus dapat menekan angka penyebaran Covid-19.

"Arahan Bapak Presiden (Joko Widodo) sudah jelas kita semua harus patuhi. Data menunjukkan makin banyak yang mudik, maka tingkat naiknya (orang) positif Covid-19 juga makin tinggi. Makin sedikit mudik, maka positif Covid-19 juga makin sedikit," jelasnya.

Untuk Selanjutnya, pemprov Sumbar dapat mengoptimalkan penanganan secara intensif kepada orang yang sudah terdampak. "Mudah-mudahan kedepan selama pelaksanaan PSBB, Provinsi Sumatera Barat dapat terbebas dari penyebaran Covid-19," tukas Irwan Prayitno.

Sementara Officer in Charge (OIC) PT. Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau, Hendry Zai juga mengatakan, bahwa sejak pukul 00.00 WIB dini hari tadi untuk penerbangan berjadwal dan tidak berjadwal kecuali untuk penerbangan khusus sudah diberhentikan, sehingga untuk penerbangan kemarin yang tersisa 4 sampai 5 flight sudah parkir di BIM dan tidak ada jadwal penerbangan kembali ke daerah lain.

Begitu juga hampir diseluruh bandara di Indonesia telah banyak parkir pesawat yang tidak ada penerbangan selanjutnya. (nov)

Penerbangan BIM Tutup Sementara Hingga 31 Mei 2020

Saturday, April 25, 2020 : 10:23:00 PM


Padang Pariaman, murainews.com -- Semua penerbangan dilarang beroperasi di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) terkait dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kebijakan itu diterapkan sejak Jum'at 24 April hingga 31Mei 2020.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno melakukan kunjungan ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sabtu (25/4/2020) juga menindaklanjuti Permenhub RI Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Masa Mudik Lebaran Tahun 2020.

Kunjungan itu bertunjuan untuk memastikan bahwa pada moda transportasi udara di Provinsi Sumatera Barat bisa berjalan dengan baik dan efektif.

"Semua berjalan dengan baik, untuk hari ini semua penerbangan tidak ada. Semuanya telah mematuhi peraturan tersebut," ungkap gubernur Sumbar.

Namun Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengharapkan untuk penerbangan pengiriman Cargo tidak berlaku, apalagi ssaat ini Sumbar masih menunggu kiriman bantuan berupa Alat Perlindungan Diri (APD) dengan jumlah banyak dan alat laboratorium penunjang pemeriksaan utk kebutuhan rumah sakit penanganan Covid-19 di Sumbar.

"Ada pengecualian, untuk pesawat yang membawa APD dan alat kesehatan sebagai penunjang pemeriksaan pasien di rumah sakit penanganan Covid-19 di Sumbar. Kita sangat membutuhkan peralatan tersebut, jadi ada pengecualiannya," kata Irwan Prayitno.


Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat khususnya kepada Presiden yang telah memberlakukan peraturan tersebut. Sehingga kita di Provinsi Sumatera Barat merasakan manfaat yang sangat besar, yaitu dapat mengendalikan angka jumlah pemudik yang masuk ke wilayah Sumatera Barat sekaligus dapat menekan angka penyebaran Covid-19.

"Arahan Bapak Presiden (Joko Widodo) sudah jelas kita semua harus patuhi. Data menunjukkan makin banyak yang mudik, maka tingkat naiknya (orang) positif Covid-19 juga makin tinggi. Makin sedikit mudik, maka positif Covid-19 juga makin sedikit," jelasnya.

Untuk Selanjutnya, pemprov Sumbar dapat mengoptimalkan penanganan secara intensif kepada orang yang sudah terdampak. "Mudah-mudahan kedepan selama pelaksanaan PSBB, Provinsi Sumatera Barat dapat terbebas dari penyebaran Covid-19," tukas Irwan Prayitno.

Sementara Officer in Charge (OIC) PT. Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau, Hendry Zai juga mengatakan, bahwa sejak pukul 00.00 WIB dini hari tadi untuk penerbangan berjadwal dan tidak berjadwal kecuali untuk penerbangan khusus sudah diberhentikan, sehingga untuk penerbangan kemarin yang tersisa 4 sampai 5 flight sudah parkir di BIM dan tidak ada jadwal penerbangan kembali ke daerah lain.

Begitu juga hampir diseluruh bandara di Indonesia telah banyak parkir pesawat yang tidak ada penerbangan selanjutnya. (nov)