Hadapi Lonjakan Pendatang, Pemprov Sumbar Siapkan Tempat Karantina - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


PADANG, murainews.com -- Angka kendatangan orang yang masuk ke Sumatera Barat terus meningkat, terutama daerah daerah pandemik Covid-19 atau zona merah. Membuat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berupaya menghadapi kemungkinan terburuk lonjakan Covid-19.

Untuk itu Gubernur Sumbar telah menyurati Bupati dan Walikota di daerah, untuk melaporkan data setiap pendatang yang berkunjung ke Sumbar. Selain itu gubernur berharap Bupati dan Walikota tegas kepada pendatang untuk dilakulan karantina, baik mandiri ataupun karantina yang telah disiapkan.

Kepala Biro Humas Setda Sumbar Drs. Jasman, MM mengatakan, mulai dari 31 Maret 2020 sampai dengan 12 Maret 2020, orang masuk ke sumbar telah mencapai 62.534 orang dari 10 pintu masuk, 9 pintu masuk darat dan 1 pintu masuk melalui udara.

"Jadi dari 62.534 orang tersebut masih tersisa 971 orang lagi dalam proses pemantauan dan 4.376 baru selesai pemantauan," ucapnya.

Selanjutnya Jasman menyampaikan, bahwa Pemprov Sumbar telah menyediakan 465 kamar untuk karantina pendatang. Namun nyatanya, sampai saat sekarang belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal dengan dilakukannya pengkarantinaan masyarakat yang baru datang, akan memperkecil kemungkinan penyebaran covid-19 di Sumbar.

"Pasien tidak perlu khawatir di pusat karantina fasilitas kesehatan sudah lengkap. Ada dokter, perawat, bidan dan tenaga medis lainnya," tuturnya. (nn)

Hadapi Lonjakan Pendatang, Pemprov Sumbar Siapkan Tempat Karantina

Monday, April 13, 2020 : 9:59:00 PM


PADANG, murainews.com -- Angka kendatangan orang yang masuk ke Sumatera Barat terus meningkat, terutama daerah daerah pandemik Covid-19 atau zona merah. Membuat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berupaya menghadapi kemungkinan terburuk lonjakan Covid-19.

Untuk itu Gubernur Sumbar telah menyurati Bupati dan Walikota di daerah, untuk melaporkan data setiap pendatang yang berkunjung ke Sumbar. Selain itu gubernur berharap Bupati dan Walikota tegas kepada pendatang untuk dilakulan karantina, baik mandiri ataupun karantina yang telah disiapkan.

Kepala Biro Humas Setda Sumbar Drs. Jasman, MM mengatakan, mulai dari 31 Maret 2020 sampai dengan 12 Maret 2020, orang masuk ke sumbar telah mencapai 62.534 orang dari 10 pintu masuk, 9 pintu masuk darat dan 1 pintu masuk melalui udara.

"Jadi dari 62.534 orang tersebut masih tersisa 971 orang lagi dalam proses pemantauan dan 4.376 baru selesai pemantauan," ucapnya.

Selanjutnya Jasman menyampaikan, bahwa Pemprov Sumbar telah menyediakan 465 kamar untuk karantina pendatang. Namun nyatanya, sampai saat sekarang belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal dengan dilakukannya pengkarantinaan masyarakat yang baru datang, akan memperkecil kemungkinan penyebaran covid-19 di Sumbar.

"Pasien tidak perlu khawatir di pusat karantina fasilitas kesehatan sudah lengkap. Ada dokter, perawat, bidan dan tenaga medis lainnya," tuturnya. (nn)