Warung Yani Jahe Ramai Diserbu Pengunjung - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
 


PADANG, murainews.com -- Tiap pagi suasana di Warung Yani Jahe selalu ramai dikunjungi warga kota Padang yang berolahraga maupun bersepeda santai, hanya untuk minum Teh Jahe bikinan Yani yang terletak di Bukit Gado-gado Padang, Rabu (11/3/2020).

Racikan khas Yani yang berbeda dari minuman biasa membuat warga kota Padang ingin menikmati minuman jahe. Walaupun mendaki dengan menempuh jarak sekitar 7 km dari Muaro Padang selalu ramai pengunjung.



Warung milik Yani (35), atau yang akrab disapa "Yani Jahe" yang sudah kondang ini belakangan makin ramai pengunjung sejak dibangunnya jalan baru menuju wisata pantai Air Manih

Sejak diresmikan Januari 2018 jalan baru menuju Pantai Air Manis atau Pantai Aia Manih sangat ramai dilalui oleh pengunjung yang akan menuju Pantai Air Manis terlebih pada hari libur atau akhir pekan dijadikan track jogging yang sangat menantang dan bahkan pada minggu pagi sering dijadikan acara car free day.

Banyak warung-warung bermunculan di pinggir jalan tidak membuat Yani mundur sedikitpun. Yani tetap mempertahankan khas minumannya yang tidak dimiliki oleh warung atau tempat minuman lagi.


Saat ditemui Yani Jahe, Rabu (11/3) di warungnya mengatakan jumlah pembeli melonjak pesat, selain minumannya enak dan menyehatkan. Apalagi ketika ada kasus positif Corona di Indonesia. Jumlahnya meningkat dua kali lipat.

"Biasanya memang ramai dikunjungi pembeli, tapi akhir-akhir ini pengunjung lebih dari tiga kali lipat," kata Yani.

Yani tidak tahu pasti, apakah jamu miliknya laris karena faktor masuknya virus corona baru ke Indonesia, atau pengunjung ingin kehangatan jahe bikinan Yani. Racikan jahe, serai, susu atau gula batu, membuat pengunjung ketagihan meminumnya.

"Saya tidak tahu kenapa orang-orang bilang minuman saya anti corona. Sejak masuknya virus corona di negara kita, banyak pesan minuman jahe saya. Biasanya 30 sampai 40 gelas setiap minggu. Sekarang sudah tiap pagi ramai kesini sampai ratusan gelas yang pesan," ujarnya.

Mulai dari pukul 07.30 pagi sampai 11.00 banyak komunitas marathon dan sepeda santai ramai dikunjungi warung Yani Jahe. Sekarang Yani sudah memiliki dua orang pegawai yang siap melayani pengunjung. Bahkan, ada saja orang pesan minuman sampai puluhan bungkus

"Alhamdulillah .. banyak orang kenal dengan saya, hanya dengan minuman Jahe yang katanya anti corona," ucapnya dengan bersyukur.

Selain minuman jahe, Yani juga menjual makanan tradisional, seperti kue talam, lontong gulai cubadak, gorengan bakwan dan cucur ikan teri, dengan harganya terjangkau minuman jahe Rp10ribu per gelas, membuat pembeli merasa ketagihan untuk berkunjung kesana.


Salah satu pengunjung Syamsurizal (56) mengatakan, warung Yani terkenal dengan minuman Jahe yang enak. Selain enak, seduhannya terasa mantap dan tiada duanya. Jarang ditemukan di warung lain bahkan restoran sekali pun.

"Selain minuman sehat, juga membuat tubuh jadi panas. Pokoknya dijamin Joss buat diminum," tuturnya Syamsurizal sambil mengangkat tangannya pemperlihatkan ototnya.

Syamsurizal adalah pegawai kantor Gubernur Sumbar yang kerap berkunjung bersama teman-teman sejawat setiap hari Rabu pagi yang merupakan jadwal olahraga pegawai pemprov Sumbar.

"Setiap habis jalan pagi, saya selalu mampir disini khusus 'menyeruput' satu gelas minuman jahe dan kue talam. Bahkan kalau mau pulang saya juga pesan empat bungkus buat teman-teman dikantor yang pesan," katanya. (nov)

Warung Yani Jahe Ramai Diserbu Pengunjung

Wednesday, March 11, 2020 : 1:31:00 PM
 


PADANG, murainews.com -- Tiap pagi suasana di Warung Yani Jahe selalu ramai dikunjungi warga kota Padang yang berolahraga maupun bersepeda santai, hanya untuk minum Teh Jahe bikinan Yani yang terletak di Bukit Gado-gado Padang, Rabu (11/3/2020).

Racikan khas Yani yang berbeda dari minuman biasa membuat warga kota Padang ingin menikmati minuman jahe. Walaupun mendaki dengan menempuh jarak sekitar 7 km dari Muaro Padang selalu ramai pengunjung.



Warung milik Yani (35), atau yang akrab disapa "Yani Jahe" yang sudah kondang ini belakangan makin ramai pengunjung sejak dibangunnya jalan baru menuju wisata pantai Air Manih

Sejak diresmikan Januari 2018 jalan baru menuju Pantai Air Manis atau Pantai Aia Manih sangat ramai dilalui oleh pengunjung yang akan menuju Pantai Air Manis terlebih pada hari libur atau akhir pekan dijadikan track jogging yang sangat menantang dan bahkan pada minggu pagi sering dijadikan acara car free day.

Banyak warung-warung bermunculan di pinggir jalan tidak membuat Yani mundur sedikitpun. Yani tetap mempertahankan khas minumannya yang tidak dimiliki oleh warung atau tempat minuman lagi.


Saat ditemui Yani Jahe, Rabu (11/3) di warungnya mengatakan jumlah pembeli melonjak pesat, selain minumannya enak dan menyehatkan. Apalagi ketika ada kasus positif Corona di Indonesia. Jumlahnya meningkat dua kali lipat.

"Biasanya memang ramai dikunjungi pembeli, tapi akhir-akhir ini pengunjung lebih dari tiga kali lipat," kata Yani.

Yani tidak tahu pasti, apakah jamu miliknya laris karena faktor masuknya virus corona baru ke Indonesia, atau pengunjung ingin kehangatan jahe bikinan Yani. Racikan jahe, serai, susu atau gula batu, membuat pengunjung ketagihan meminumnya.

"Saya tidak tahu kenapa orang-orang bilang minuman saya anti corona. Sejak masuknya virus corona di negara kita, banyak pesan minuman jahe saya. Biasanya 30 sampai 40 gelas setiap minggu. Sekarang sudah tiap pagi ramai kesini sampai ratusan gelas yang pesan," ujarnya.

Mulai dari pukul 07.30 pagi sampai 11.00 banyak komunitas marathon dan sepeda santai ramai dikunjungi warung Yani Jahe. Sekarang Yani sudah memiliki dua orang pegawai yang siap melayani pengunjung. Bahkan, ada saja orang pesan minuman sampai puluhan bungkus

"Alhamdulillah .. banyak orang kenal dengan saya, hanya dengan minuman Jahe yang katanya anti corona," ucapnya dengan bersyukur.

Selain minuman jahe, Yani juga menjual makanan tradisional, seperti kue talam, lontong gulai cubadak, gorengan bakwan dan cucur ikan teri, dengan harganya terjangkau minuman jahe Rp10ribu per gelas, membuat pembeli merasa ketagihan untuk berkunjung kesana.


Salah satu pengunjung Syamsurizal (56) mengatakan, warung Yani terkenal dengan minuman Jahe yang enak. Selain enak, seduhannya terasa mantap dan tiada duanya. Jarang ditemukan di warung lain bahkan restoran sekali pun.

"Selain minuman sehat, juga membuat tubuh jadi panas. Pokoknya dijamin Joss buat diminum," tuturnya Syamsurizal sambil mengangkat tangannya pemperlihatkan ototnya.

Syamsurizal adalah pegawai kantor Gubernur Sumbar yang kerap berkunjung bersama teman-teman sejawat setiap hari Rabu pagi yang merupakan jadwal olahraga pegawai pemprov Sumbar.

"Setiap habis jalan pagi, saya selalu mampir disini khusus 'menyeruput' satu gelas minuman jahe dan kue talam. Bahkan kalau mau pulang saya juga pesan empat bungkus buat teman-teman dikantor yang pesan," katanya. (nov)