Tinjau Bulog, Wagub Sumbar Nyatakan Stock Bahan Pokok Aman Hingga Lebaran - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


PADANG, murainews.com -- Nasrul Abit memastikan stok beras untuk Sumbar dalam kondisi aman sampai Lebaran atau selama tiga bulan ke depan di tengah maraknya wabah Virus Corona (Covid-19).

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit saat meninjau gudang Bulog jalan Sutan Syahrir, Kecamatan Padang Selatan, Padang, Kamis (26/3/2020) yang didampingi Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sumbar Hendri, SE, MM., Kadis Sosial Jumaidi, S.Pd, MM., Inspektorat Drs. H.Mardi, MM., Kadis Koperasi dan UMKM Sumbar Ir. Zirma Yusri.

Kedatangan rombongan Wagub Sumbar langsung disambut kepala Bulog  dan pejabat lainnya. Gubernur bersama rombongan langsung meninjau gudang beras milil Bulog. Itu dilakukan melihat persediaan beras Kalteng hingga beberapa bulan kedepan.

"Alhamdulillah, ketersedian beras kita cukup untuk tiga bulan kedepan, jadi imbauan kepada masyarakat agar tidak panik dan khawatir," ungkap Wagub Sumbar (19/03).

Atas ketersediaan beras ini, Wagub Sumbar himbau masyarakat juga diminta tak melakukan aksi borong dengan pembelian beras besar-besaran dengan tujuan untuk menimbun sebagai persediaan makanan selama serangan wabah corona.



"Dengan adanya Corona Virus dan persiapan menuju Lebaran, pasti masyarakat mempertanyakan bagaimana kesiapan pemerintah? Tentu kita ingin memastikan bahwa stok beras aman," ujar Erick Thohir di Jakarta, Rabu.

"Insya Allah stok beras kita aman. Pemerintah serius melindungi masyarakat. Kita hadapi bersama, dengan bersatu saling melindungi kita akan kuat," ujar Nasrul Abit.

Setelah melihat akan persediaan beras di Bulog, Nasrul Abit yakinkan masyarakat tidak perlu cemas, Bulog mampu menyediakan beras untuk seluruh masyarakat Sumbar.

Selanjutnya Wagub Sumbar berharap supaya Bulog di tingkat kabupaten dan kota dapat mendistribusikan stock pangan pada masyarakat miskin yang terdampak goncangam ekonomi akibat bencana virus corona. Pemprov Sumbar nantinya akan menyurati menyurati Pemkab dan Pemko buat membantu bahan pokok untuk masyarakat miskin yang terdampak guncangam ekonomi.


"Nantinya dalam pembagian kita akan sesuaikan dengan data yang ada di Dinas Sosial dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil)," kata Nasrul Abit.

Sementara itu Kepala Bulog Divre Sumatera Barat, Tommy Despalingga juga mengatakan hal yang sama untuk kebutuhan beras Sumbar aman selama tiga bulan kedepan, kecuali stok gula masih kurang. Namun diperkirakan akhir bulan ini gula pasir akan datang untuk kebutuhan hingga lebaran. Sedangkan minyak makan dan terigu diyakini aman hingga Lebaran.

"Untuk kebutuhan bahan pokok Sumbar aman hingga lebaran, tidak perlu khawatir terhadap kebutuhan beras, gula dan minyak makan berikut terigu, karena stok yang tersedia mencukupi hingga tiga bulan ke depan," ucapnya.

Tommy Despalingga menjelaskan, pihaknya telah mengajukan ke pusat untuk tambahan gula pasir. Dari 1.500 ton gula pasir yang diajukan, 1.000 ton gula pasir diperkirakan sampai akhir Maret ini.

"Saat ini stok gula memang kurang, karena gula secara nasional memang sedang kekurangan sebab belum memasuki musim panen. Untuk itu masyarakat Sumbar kami harapkan bersabar. Akhir bulan ini kita akan mendapat penambahan 1.500 ton dari pusat," sebut Tommy.

Gula yang masuk tahap pertama diperkirakan untuk kebutuhan Maret hingga April 2020 dan akan diajukan kembali apabila terjadi kekurangan. (nov)

Tinjau Bulog, Wagub Sumbar Nyatakan Stock Bahan Pokok Aman Hingga Lebaran

Thursday, March 26, 2020 : 4:41:00 PM


PADANG, murainews.com -- Nasrul Abit memastikan stok beras untuk Sumbar dalam kondisi aman sampai Lebaran atau selama tiga bulan ke depan di tengah maraknya wabah Virus Corona (Covid-19).

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit saat meninjau gudang Bulog jalan Sutan Syahrir, Kecamatan Padang Selatan, Padang, Kamis (26/3/2020) yang didampingi Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sumbar Hendri, SE, MM., Kadis Sosial Jumaidi, S.Pd, MM., Inspektorat Drs. H.Mardi, MM., Kadis Koperasi dan UMKM Sumbar Ir. Zirma Yusri.

Kedatangan rombongan Wagub Sumbar langsung disambut kepala Bulog  dan pejabat lainnya. Gubernur bersama rombongan langsung meninjau gudang beras milil Bulog. Itu dilakukan melihat persediaan beras Kalteng hingga beberapa bulan kedepan.

"Alhamdulillah, ketersedian beras kita cukup untuk tiga bulan kedepan, jadi imbauan kepada masyarakat agar tidak panik dan khawatir," ungkap Wagub Sumbar (19/03).

Atas ketersediaan beras ini, Wagub Sumbar himbau masyarakat juga diminta tak melakukan aksi borong dengan pembelian beras besar-besaran dengan tujuan untuk menimbun sebagai persediaan makanan selama serangan wabah corona.



"Dengan adanya Corona Virus dan persiapan menuju Lebaran, pasti masyarakat mempertanyakan bagaimana kesiapan pemerintah? Tentu kita ingin memastikan bahwa stok beras aman," ujar Erick Thohir di Jakarta, Rabu.

"Insya Allah stok beras kita aman. Pemerintah serius melindungi masyarakat. Kita hadapi bersama, dengan bersatu saling melindungi kita akan kuat," ujar Nasrul Abit.

Setelah melihat akan persediaan beras di Bulog, Nasrul Abit yakinkan masyarakat tidak perlu cemas, Bulog mampu menyediakan beras untuk seluruh masyarakat Sumbar.

Selanjutnya Wagub Sumbar berharap supaya Bulog di tingkat kabupaten dan kota dapat mendistribusikan stock pangan pada masyarakat miskin yang terdampak goncangam ekonomi akibat bencana virus corona. Pemprov Sumbar nantinya akan menyurati menyurati Pemkab dan Pemko buat membantu bahan pokok untuk masyarakat miskin yang terdampak guncangam ekonomi.


"Nantinya dalam pembagian kita akan sesuaikan dengan data yang ada di Dinas Sosial dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil)," kata Nasrul Abit.

Sementara itu Kepala Bulog Divre Sumatera Barat, Tommy Despalingga juga mengatakan hal yang sama untuk kebutuhan beras Sumbar aman selama tiga bulan kedepan, kecuali stok gula masih kurang. Namun diperkirakan akhir bulan ini gula pasir akan datang untuk kebutuhan hingga lebaran. Sedangkan minyak makan dan terigu diyakini aman hingga Lebaran.

"Untuk kebutuhan bahan pokok Sumbar aman hingga lebaran, tidak perlu khawatir terhadap kebutuhan beras, gula dan minyak makan berikut terigu, karena stok yang tersedia mencukupi hingga tiga bulan ke depan," ucapnya.

Tommy Despalingga menjelaskan, pihaknya telah mengajukan ke pusat untuk tambahan gula pasir. Dari 1.500 ton gula pasir yang diajukan, 1.000 ton gula pasir diperkirakan sampai akhir Maret ini.

"Saat ini stok gula memang kurang, karena gula secara nasional memang sedang kekurangan sebab belum memasuki musim panen. Untuk itu masyarakat Sumbar kami harapkan bersabar. Akhir bulan ini kita akan mendapat penambahan 1.500 ton dari pusat," sebut Tommy.

Gula yang masuk tahap pertama diperkirakan untuk kebutuhan Maret hingga April 2020 dan akan diajukan kembali apabila terjadi kekurangan. (nov)