Perlukah Indonesia Lockdown Atasi Virus Corona - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
PERLUKAH INDONESIA LOCKDOWN ATASI VIRUS CORONA



Sabtu 21 Maret 2020
Penulis Novear Amin Ario

"LOCKDOWN" itu kata-kata yang sangat menakutkan bagi masyarakat Indonesia. Sudah banyak negara lakukan Lockdown untuk penyelamatan warganya terhadap wabah Virus Corona (Covid-19) yang mematikan.

Apakah Lockdown perlu bagi Indonesia ? pertanyaan itu yang sering kita dengar dari masyarakat.

Lockdown atau karantina merupakan pilihan bagi sejumlah negara di dunia sudah mengambil tindakan untuk memerangi virus Corona (COVID-19). Untuk memutus rantai virus ini negara yang tergolong meningkat terserang Covid-19 yang rata-rata negaranya memakan korban, bahkan sampai meninggal. Untuk itu negara mereka memutuskan lockdown.

Kenapa masyarakat Indonesia takut dengan lockdown ?.

Pertama, Pemerintah melarang  masyarakatnya untuk berkumpul atau berinteraksi di luar rumah. Seperti menutup sekolah sampai batas yang ditentukan, termasuk aktivitas bekerja kantoran, sekolah, olahraga, keagamaan serta kegiatan sosial dan budaya lainnya.

Kecuali bagi orang-orang yang bekerja melayani orang sakit atau yang betul-betul mendesak untuk keluar rumah.

Untuk antisipasi ini, semua rumah ibadah dan fasilitas umum lainnya sebaiknya ditutup. Selain toko serba ada (Mall, Supermarket), pasar umum yang menjual barang keperluan harian.

Khusus untuk umat Islam, dianjurkan melakukan sholat dirumah saja, termasuk sholat Jum'at. Bagi sekolah dan lembaga pendidikan juga akan ditutup. Pemerintah akan dilakukan "Home Learning" sebagai pengganti pendidikan yang dilakukan dirumah saja menggunakan sistem daring.

Kedua, semua masyarakat Indonesia dilarang melalukan perjalanan domestik baik darat, air, dan udara, bahkan ke luar negeri sekalipun. Sementara bagi warga Indonesia yang ingin kembali dari luar negeri harus melalui pemeriksaan kesehatan dan menjalani karantina sendiri selama 14 hari.

Warga negara asing juga akan dilarang masuk ke Indonesia. Berbagai acara kenegaraan atau acara publik juga dilarang diselenggarakan. Sekolah dan lembaga pendidikan juga akan ditutup.

Bagi yang baru pulang dari luar negeri, mereka diminta menjalani pemeriksaan kesehatan dan melakukan karantina secara sukarela (atau self quarantine) selama 14 hari.

Ketiga, menutup semua institusi pendidikan tinggi (IPT) baik pemerintah maupun swasta serta institut latihan keterampilan di seluruh negara bagian.

Keempat, penutupan semua lembaga pemerintah dan swasta kecuali yang terlibat dengan pelayanan penting negara, seperti pelayanan kesehatan, perpajakan, PLN, PDAM,  perbankan, pemadam kebakaran, pertahanan, pembersihan, keselamatan, pasar yang menyediakan kebutuhan pokok atau makanan, terminal pelabuhan dan lapangan terbang, serta fasilitas strategis lainnya.

Kelima, menutup disetiap pintu-pintu masuk perbatasan, baik antar negara maupun perbatasan antar provinsi, khususnya di wilayah perbatasan.

Tentunya ini akan menimbulkan kesulitan bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan harian. Semua ini dijalankan oleh pemerintah untuk menutup akses masuknya wabah virus corona.

Masyarakat tak punya pilihan. Mau tidak mau harus mengikuti semua aturan tersebut selamat 14 hari kedepan harus tetap berada di rumah. Bila perintah tersebut dilanggar, warga akan diberi hukuman.

Kalau ini terjadi sudah dipastikan Indonesia akan menjadi kota mati. Sekarang saja sudah terlihat dibeberapa kota sudah mulai sepi karena sudah ada himbauan dari Presinden RI Joko Widodo untuk mengurangi aktivitas di luar guna mengantisipasi pandemi Corona di Indonesia.

Bagaimana cara mengatasinya, agar tidak terjadi Lockdown ?.

Masyarakat Indonesia harus sadar dengan kesehatan dan kebersihan diri sendiri, agar terhindar dari Covid -19 tersebut. Selanjutnya melakukan social distancing atau menjaga jarak sosial. Langkah ini merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh sejumlah negara dalam penanganan virus Corona.

Social distancing dinilai bisa mengurangi risiko penyebaran virus corona karena virus ini menular antarmanusia melalui droplet (partikel air liur) saat penderita bersin atau batuk.

Ketika terinfeksi virus Corona, seseorang akan mengalami gejala mirip flu, seperti demam, batuk, dan pilek. Namun, beberapa hari setelahnya, orang yang terserang infeksi virus corona bisa mengalami sesak napas akibat infeksi pada paru-paru (pneumonia).

Dalam menjalani social distancing, kita dapat menjaga jarak minimal dua meter dengan orang lain dan dianjurkan tidak berjabat tangan atau berpelukan saat bertemu orang lain.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan sesuai standar World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia untuk mencegah infeksi virus Corona sebagai berikut :

1. Terapkan social distancing

Social distancing adalah mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah dan interaksi dengan orang lain dengan menghindari pergi ke tempat-tempat yang ramai dikunjungi, seperti supermarket, bioskop, dan stadion.

Bila seseorang dalam kondisi yang mengharuskannya berada di tempat umum, setidaknya perlu menjaga jarak sekitar 1 sampai 2 meter dari orang lain.

Jaga jarak minimal 1 meter dengan mereka yang batuk atau bersih. Alasannya, ketika seseorang batuk atau bersin atau bersih, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus. Jika terlalu dekat, anda bisa menghirup tetesan air yang mungkin saja mengandung virus COVID-19.

Selama masa social distancing, usahakan jangan makan di tempat umum. Anda dapat menggunakan opsi drive-through, pick-up atau diantar langsung ke rumah.

2. Mencuci tangan dengan benar

Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus 2019-nCoV. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Setelah itu, keringkan tangan menggunakan tisu, handuk bersih, atau mesin pengering tangan.

Apabila anda berada ditempat umum usahakan membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Gunakan produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% agar lebih efektif membasmi kuman.

Cucilah tangan secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hewan, membuang sampah, serta setelah batuk atau bersin. Cuci tangan juga penting dilakukan sebelum menyusui bayi atau memerah ASI.

3. Menggunakan masker

Ada dua tipe masker yang bisa Anda digunakan untuk mencegah penularan virus Corona, yaitu masker bedah dan masker N95.

Masker bedah atau surgical mask merupakan masker sekali pakai yang umum digunakan. Masker ini mudah ditemukan, harganya terjangkau, dan nyaman dipakai, sehingga banyak orang yang menggunakan masker ini saat beraktivitas sehari-hari.

Cara pakai masker bedah yang benar adalah sisi berwarna pada masker harus menghadap ke luar, sementara sisi dalamnya yang berwarna putih menghadap wajah dan menutupi dagu, hidung, dan mulut. Sisi berwarna putih terbuat dari material yang dapat menyerap kotoran dan menyaring kuman dari udara.

Meski tidak sepenuhnya efektif mencegah paparan kuman, namun penggunaan masker ini tetap bisa menurunkan risiko penyebaran penyakit infeksi, termasuk infeksi virus Corona. Penggunaan masker lebih disarankan bagi orang yang sedang sakit untuk mencegah penyebaran virus dan kuman, ketimbang pada orang yang sehat.

Sedangkan masker N95 adalah jenis masker yang dirancang khusus untuk menyaring partikel berbahaya di udara. Jenis masker inilah yang sebenarnya lebih direkomendasikan untuk mencegah infeksi virus Corona. Meski demikian, masker ini kurang nyaman untuk dikenakan sehari-hari dan harganya pun relatif mahal.

Ketika melepaskan masker dari wajah, baik masker bedah maupun masker N95, hindari menyentuh bagian depan masker, sebab bagian tersebut penuh dengan kuman yang menempel. Setelah melepas masker, cucilah tangan dengan sabun atau hand sanitizer, agar tangan bersih dari kuman yang menempel.

4. Menjaga daya tahan tubuh

Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak. Bila perlu, Anda juga menambah konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter.

Selain itu, rutin berolahraga, tidur yang cukup, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus Corona.

5. Tidak pergi ke negara terjangkit

Agar tidak tertular virus ini, Anda disarankan untuk tidak bepergian ke tempat-tempat yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona atau berpotensi menjadi lokasi penyebaran virus corona.

6. Menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan virus corona.

Coronavirus jenis baru diduga kuat berasal dari kelelawar dan disebarkan oleh beberapa hewan mamalia dan reptil. Oleh karena itu, hindarilah kontak dengan hewan-hewan tersebut

Jika ingin mengonsumsi daging atau ikan, pastikan daging atau ikan tersebut sudah dicuci dan dimasak hingga benar-benar matang. Hindari mengonsumsi daging atau ikan yang sudah tidak segar atau busuk.

7. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut

Tangan menyentuh banyak permukaan dan virus mungkin menempel di sana. Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut kamu. Dari sana, virus bisa masuk ke tubuh dan bisa membuat sakit.

8. Lakukan aturan tertib bersin dan batuk yang benar

Pastikan kamu, dan orang-orang di sekitar untuk selalu menutupi mulut dan menutupi hidung dengan siku tangan yang ditekut ketika batuk atau bersih. Kemudian segera buang tisu bekasnya. Alasannya, tetesan menyebarkan virus.

9. Jika mengalami demam, batuk, dan kesulitan bernapas, segeralah berobat.

Bila Anda mengalami gejala flu, seperti batuk, demam, dan pilek, yang disertai lemas dan sesak napas, apalagi bila dalam 2 minggu terakhir Anda bepergian ke luar negeriq atau negara-negara lain yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona, segeralah tanyakan ke dokter agar dapat dipastikan penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat. 

10. Berolahraga  

Dengan berolahraga dapat memobilisasi dan meningkatkan aliran darah anda sehingga bisa melakukan pekerjaan pengawasan menghancurkan virus atau benda asing di bagian tubuh lainnya.

Melakukan olahraga setiap hari setidaknya sekurang-kurangnya 30 menit tiap hari atau lakukan aktivitas bertenaga untuk mengeluarkan keringat seperti berkebun, bersepeda, berlari, berenang cepat, kelas aerobik, sesuai kemampuan masing-masing.

11. Dan terakhir kuatkan keimanan dan senantiasa berlindung kepada Allah SWT.

Corona ini satu penyakit yang Allah turunkan kepada manusia, tidak bisa kita hanya menyikapi dengan mendekati diri pada Allah SWT yang menciptakan segalanya, termasuk virus corona mari memperbanyak ibadah, taubat, istighfar, dzikir, dan berdo'a, agar kita semua dijauhi dari penyakit Corona ini.

Jangan sampai bangsa ini kehilangan haknya untuk melakukan aktivitas beribadah, bersekolah, bersosialisasi sesama. Karena negara Indonesia terkenal dengan bangsa yang bergotong royong saling bersilataurahmi antar sesama.

Mari kita bersama-sama ikut berpartisipasi mengawasi setiap pergerakan virus corona ini. Kuatkan diri kita untuk siap "PERANG MELAWAN CORONA". 

Perlukah Indonesia Lockdown Atasi Virus Corona

Saturday, March 21, 2020 : 2:59:00 PM
PERLUKAH INDONESIA LOCKDOWN ATASI VIRUS CORONA



Sabtu 21 Maret 2020
Penulis Novear Amin Ario

"LOCKDOWN" itu kata-kata yang sangat menakutkan bagi masyarakat Indonesia. Sudah banyak negara lakukan Lockdown untuk penyelamatan warganya terhadap wabah Virus Corona (Covid-19) yang mematikan.

Apakah Lockdown perlu bagi Indonesia ? pertanyaan itu yang sering kita dengar dari masyarakat.

Lockdown atau karantina merupakan pilihan bagi sejumlah negara di dunia sudah mengambil tindakan untuk memerangi virus Corona (COVID-19). Untuk memutus rantai virus ini negara yang tergolong meningkat terserang Covid-19 yang rata-rata negaranya memakan korban, bahkan sampai meninggal. Untuk itu negara mereka memutuskan lockdown.

Kenapa masyarakat Indonesia takut dengan lockdown ?.

Pertama, Pemerintah melarang  masyarakatnya untuk berkumpul atau berinteraksi di luar rumah. Seperti menutup sekolah sampai batas yang ditentukan, termasuk aktivitas bekerja kantoran, sekolah, olahraga, keagamaan serta kegiatan sosial dan budaya lainnya.

Kecuali bagi orang-orang yang bekerja melayani orang sakit atau yang betul-betul mendesak untuk keluar rumah.

Untuk antisipasi ini, semua rumah ibadah dan fasilitas umum lainnya sebaiknya ditutup. Selain toko serba ada (Mall, Supermarket), pasar umum yang menjual barang keperluan harian.

Khusus untuk umat Islam, dianjurkan melakukan sholat dirumah saja, termasuk sholat Jum'at. Bagi sekolah dan lembaga pendidikan juga akan ditutup. Pemerintah akan dilakukan "Home Learning" sebagai pengganti pendidikan yang dilakukan dirumah saja menggunakan sistem daring.

Kedua, semua masyarakat Indonesia dilarang melalukan perjalanan domestik baik darat, air, dan udara, bahkan ke luar negeri sekalipun. Sementara bagi warga Indonesia yang ingin kembali dari luar negeri harus melalui pemeriksaan kesehatan dan menjalani karantina sendiri selama 14 hari.

Warga negara asing juga akan dilarang masuk ke Indonesia. Berbagai acara kenegaraan atau acara publik juga dilarang diselenggarakan. Sekolah dan lembaga pendidikan juga akan ditutup.

Bagi yang baru pulang dari luar negeri, mereka diminta menjalani pemeriksaan kesehatan dan melakukan karantina secara sukarela (atau self quarantine) selama 14 hari.

Ketiga, menutup semua institusi pendidikan tinggi (IPT) baik pemerintah maupun swasta serta institut latihan keterampilan di seluruh negara bagian.

Keempat, penutupan semua lembaga pemerintah dan swasta kecuali yang terlibat dengan pelayanan penting negara, seperti pelayanan kesehatan, perpajakan, PLN, PDAM,  perbankan, pemadam kebakaran, pertahanan, pembersihan, keselamatan, pasar yang menyediakan kebutuhan pokok atau makanan, terminal pelabuhan dan lapangan terbang, serta fasilitas strategis lainnya.

Kelima, menutup disetiap pintu-pintu masuk perbatasan, baik antar negara maupun perbatasan antar provinsi, khususnya di wilayah perbatasan.

Tentunya ini akan menimbulkan kesulitan bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan harian. Semua ini dijalankan oleh pemerintah untuk menutup akses masuknya wabah virus corona.

Masyarakat tak punya pilihan. Mau tidak mau harus mengikuti semua aturan tersebut selamat 14 hari kedepan harus tetap berada di rumah. Bila perintah tersebut dilanggar, warga akan diberi hukuman.

Kalau ini terjadi sudah dipastikan Indonesia akan menjadi kota mati. Sekarang saja sudah terlihat dibeberapa kota sudah mulai sepi karena sudah ada himbauan dari Presinden RI Joko Widodo untuk mengurangi aktivitas di luar guna mengantisipasi pandemi Corona di Indonesia.

Bagaimana cara mengatasinya, agar tidak terjadi Lockdown ?.

Masyarakat Indonesia harus sadar dengan kesehatan dan kebersihan diri sendiri, agar terhindar dari Covid -19 tersebut. Selanjutnya melakukan social distancing atau menjaga jarak sosial. Langkah ini merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh sejumlah negara dalam penanganan virus Corona.

Social distancing dinilai bisa mengurangi risiko penyebaran virus corona karena virus ini menular antarmanusia melalui droplet (partikel air liur) saat penderita bersin atau batuk.

Ketika terinfeksi virus Corona, seseorang akan mengalami gejala mirip flu, seperti demam, batuk, dan pilek. Namun, beberapa hari setelahnya, orang yang terserang infeksi virus corona bisa mengalami sesak napas akibat infeksi pada paru-paru (pneumonia).

Dalam menjalani social distancing, kita dapat menjaga jarak minimal dua meter dengan orang lain dan dianjurkan tidak berjabat tangan atau berpelukan saat bertemu orang lain.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan sesuai standar World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia untuk mencegah infeksi virus Corona sebagai berikut :

1. Terapkan social distancing

Social distancing adalah mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah dan interaksi dengan orang lain dengan menghindari pergi ke tempat-tempat yang ramai dikunjungi, seperti supermarket, bioskop, dan stadion.

Bila seseorang dalam kondisi yang mengharuskannya berada di tempat umum, setidaknya perlu menjaga jarak sekitar 1 sampai 2 meter dari orang lain.

Jaga jarak minimal 1 meter dengan mereka yang batuk atau bersih. Alasannya, ketika seseorang batuk atau bersin atau bersih, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus. Jika terlalu dekat, anda bisa menghirup tetesan air yang mungkin saja mengandung virus COVID-19.

Selama masa social distancing, usahakan jangan makan di tempat umum. Anda dapat menggunakan opsi drive-through, pick-up atau diantar langsung ke rumah.

2. Mencuci tangan dengan benar

Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus 2019-nCoV. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Setelah itu, keringkan tangan menggunakan tisu, handuk bersih, atau mesin pengering tangan.

Apabila anda berada ditempat umum usahakan membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Gunakan produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% agar lebih efektif membasmi kuman.

Cucilah tangan secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hewan, membuang sampah, serta setelah batuk atau bersin. Cuci tangan juga penting dilakukan sebelum menyusui bayi atau memerah ASI.

3. Menggunakan masker

Ada dua tipe masker yang bisa Anda digunakan untuk mencegah penularan virus Corona, yaitu masker bedah dan masker N95.

Masker bedah atau surgical mask merupakan masker sekali pakai yang umum digunakan. Masker ini mudah ditemukan, harganya terjangkau, dan nyaman dipakai, sehingga banyak orang yang menggunakan masker ini saat beraktivitas sehari-hari.

Cara pakai masker bedah yang benar adalah sisi berwarna pada masker harus menghadap ke luar, sementara sisi dalamnya yang berwarna putih menghadap wajah dan menutupi dagu, hidung, dan mulut. Sisi berwarna putih terbuat dari material yang dapat menyerap kotoran dan menyaring kuman dari udara.

Meski tidak sepenuhnya efektif mencegah paparan kuman, namun penggunaan masker ini tetap bisa menurunkan risiko penyebaran penyakit infeksi, termasuk infeksi virus Corona. Penggunaan masker lebih disarankan bagi orang yang sedang sakit untuk mencegah penyebaran virus dan kuman, ketimbang pada orang yang sehat.

Sedangkan masker N95 adalah jenis masker yang dirancang khusus untuk menyaring partikel berbahaya di udara. Jenis masker inilah yang sebenarnya lebih direkomendasikan untuk mencegah infeksi virus Corona. Meski demikian, masker ini kurang nyaman untuk dikenakan sehari-hari dan harganya pun relatif mahal.

Ketika melepaskan masker dari wajah, baik masker bedah maupun masker N95, hindari menyentuh bagian depan masker, sebab bagian tersebut penuh dengan kuman yang menempel. Setelah melepas masker, cucilah tangan dengan sabun atau hand sanitizer, agar tangan bersih dari kuman yang menempel.

4. Menjaga daya tahan tubuh

Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak. Bila perlu, Anda juga menambah konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter.

Selain itu, rutin berolahraga, tidur yang cukup, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus Corona.

5. Tidak pergi ke negara terjangkit

Agar tidak tertular virus ini, Anda disarankan untuk tidak bepergian ke tempat-tempat yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona atau berpotensi menjadi lokasi penyebaran virus corona.

6. Menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan virus corona.

Coronavirus jenis baru diduga kuat berasal dari kelelawar dan disebarkan oleh beberapa hewan mamalia dan reptil. Oleh karena itu, hindarilah kontak dengan hewan-hewan tersebut

Jika ingin mengonsumsi daging atau ikan, pastikan daging atau ikan tersebut sudah dicuci dan dimasak hingga benar-benar matang. Hindari mengonsumsi daging atau ikan yang sudah tidak segar atau busuk.

7. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut

Tangan menyentuh banyak permukaan dan virus mungkin menempel di sana. Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut kamu. Dari sana, virus bisa masuk ke tubuh dan bisa membuat sakit.

8. Lakukan aturan tertib bersin dan batuk yang benar

Pastikan kamu, dan orang-orang di sekitar untuk selalu menutupi mulut dan menutupi hidung dengan siku tangan yang ditekut ketika batuk atau bersih. Kemudian segera buang tisu bekasnya. Alasannya, tetesan menyebarkan virus.

9. Jika mengalami demam, batuk, dan kesulitan bernapas, segeralah berobat.

Bila Anda mengalami gejala flu, seperti batuk, demam, dan pilek, yang disertai lemas dan sesak napas, apalagi bila dalam 2 minggu terakhir Anda bepergian ke luar negeriq atau negara-negara lain yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona, segeralah tanyakan ke dokter agar dapat dipastikan penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat. 

10. Berolahraga  

Dengan berolahraga dapat memobilisasi dan meningkatkan aliran darah anda sehingga bisa melakukan pekerjaan pengawasan menghancurkan virus atau benda asing di bagian tubuh lainnya.

Melakukan olahraga setiap hari setidaknya sekurang-kurangnya 30 menit tiap hari atau lakukan aktivitas bertenaga untuk mengeluarkan keringat seperti berkebun, bersepeda, berlari, berenang cepat, kelas aerobik, sesuai kemampuan masing-masing.

11. Dan terakhir kuatkan keimanan dan senantiasa berlindung kepada Allah SWT.

Corona ini satu penyakit yang Allah turunkan kepada manusia, tidak bisa kita hanya menyikapi dengan mendekati diri pada Allah SWT yang menciptakan segalanya, termasuk virus corona mari memperbanyak ibadah, taubat, istighfar, dzikir, dan berdo'a, agar kita semua dijauhi dari penyakit Corona ini.

Jangan sampai bangsa ini kehilangan haknya untuk melakukan aktivitas beribadah, bersekolah, bersosialisasi sesama. Karena negara Indonesia terkenal dengan bangsa yang bergotong royong saling bersilataurahmi antar sesama.

Mari kita bersama-sama ikut berpartisipasi mengawasi setiap pergerakan virus corona ini. Kuatkan diri kita untuk siap "PERANG MELAWAN CORONA".