Pasien Meninggal RSUP M Djamil Belum Tentu suspect MERS-CoV atau Covid-19 - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


PADANG, murainews.com -- Sehubungan dengan adanya pemberitaan di beberapa media massa yang menyatakan bahwa pasien yang meninggal di ruang Isolasi RSUP M Djamil diduga suspect MERS-CoV dan atau pasien yang sudah terdeteksi Covid-19, serta adanya berita yang menyatakan "162 orang terpantau Suspect Covid-19 di Sumbar".

Drs. Jasman Rizal, MM, Kepala Biro Humas Setdaprov Sumatera Barat menjelaskan melalui pers rilisnya, pasien meninggal yang terdeteksi Covid-19 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Jumat kemaren belum dapat dipastikan sebagai orang yang terpapar MERS-CoV atau Covid-19.

"Pasien yang meninggal tersebut belum dapat dipastikan sebagai orang yang terpapar MERS-CoV atau Covid-19," tegas Kabiro Humas Sumbar.

Jasman menjelaskan, untuk memastikannya diperlukan hasil pemeriksaan laboratorium di Litbang Kemkes Jakarta, yang insyaa Allah akan didapatkan pada hari Jumat tanggal 20 Maret 2020.

Sementara itu juga Jasman sampaikan, sekaitan dengan adanya pemberitaan bahwa 162 orang terpantau suspect Covid-19 di Sumbar.

"Semua orang yang melewati BIM dinamakan Orang Dalam Pemantauan (ODP) diberikan Health Alert Card (HAC). Nama-nama penumpang  harus disampaikan ke Kabupaten Kota untuk dilakukan pemantauan selama 14 hari," ucapnya.

Dalam hal ini, Pemprov Sumbar bersama stakeholder terkait telah melakukan berbagai upaya yang sesuai SOP penanganan virus. Tentunya setelah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) menghitung orang-orang yang telah HAC.

"Artinya, semua orang yang mendapatkan HAC kita pantau terus dan bukan berarti mereka suspect Covid-19″, ungkapnya

Jasman menghimbau agar masyarakat tetap waspada, jaga pola makan dengan makanan bergizi seimbang, sering cuci tangan, olah raga teratur, memakai masker jika ada gejala batuk, flu dan demam, periksakan kesehatan segera jika ada gejala demam panas tinggi, batuk, sesak nafas ke fasilitas kesehatan, serta tindakan-tindakan lainnya yang dianjurkan sesuai SOP Kesehatan.

"Untuk menghadapi wabah virus corona tersebut, angan panik dengan tetap berserah diri kepada Allah SWT," ajaknya.  (nov)

Pasien Meninggal RSUP M Djamil Belum Tentu suspect MERS-CoV atau Covid-19

Saturday, March 14, 2020 : 12:24:00 PM


PADANG, murainews.com -- Sehubungan dengan adanya pemberitaan di beberapa media massa yang menyatakan bahwa pasien yang meninggal di ruang Isolasi RSUP M Djamil diduga suspect MERS-CoV dan atau pasien yang sudah terdeteksi Covid-19, serta adanya berita yang menyatakan "162 orang terpantau Suspect Covid-19 di Sumbar".

Drs. Jasman Rizal, MM, Kepala Biro Humas Setdaprov Sumatera Barat menjelaskan melalui pers rilisnya, pasien meninggal yang terdeteksi Covid-19 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Jumat kemaren belum dapat dipastikan sebagai orang yang terpapar MERS-CoV atau Covid-19.

"Pasien yang meninggal tersebut belum dapat dipastikan sebagai orang yang terpapar MERS-CoV atau Covid-19," tegas Kabiro Humas Sumbar.

Jasman menjelaskan, untuk memastikannya diperlukan hasil pemeriksaan laboratorium di Litbang Kemkes Jakarta, yang insyaa Allah akan didapatkan pada hari Jumat tanggal 20 Maret 2020.

Sementara itu juga Jasman sampaikan, sekaitan dengan adanya pemberitaan bahwa 162 orang terpantau suspect Covid-19 di Sumbar.

"Semua orang yang melewati BIM dinamakan Orang Dalam Pemantauan (ODP) diberikan Health Alert Card (HAC). Nama-nama penumpang  harus disampaikan ke Kabupaten Kota untuk dilakukan pemantauan selama 14 hari," ucapnya.

Dalam hal ini, Pemprov Sumbar bersama stakeholder terkait telah melakukan berbagai upaya yang sesuai SOP penanganan virus. Tentunya setelah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) menghitung orang-orang yang telah HAC.

"Artinya, semua orang yang mendapatkan HAC kita pantau terus dan bukan berarti mereka suspect Covid-19″, ungkapnya

Jasman menghimbau agar masyarakat tetap waspada, jaga pola makan dengan makanan bergizi seimbang, sering cuci tangan, olah raga teratur, memakai masker jika ada gejala batuk, flu dan demam, periksakan kesehatan segera jika ada gejala demam panas tinggi, batuk, sesak nafas ke fasilitas kesehatan, serta tindakan-tindakan lainnya yang dianjurkan sesuai SOP Kesehatan.

"Untuk menghadapi wabah virus corona tersebut, angan panik dengan tetap berserah diri kepada Allah SWT," ajaknya.  (nov)