WAHHHH SERU!!! Wagub Sumbar Naikan Layang-layang Dangguang Di Sawah - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


Padang Pariaman, murainews.com -- Layang-layang berukuran lebar lima meter hingga sampai enam meter membuat Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit Datuak Malintang Panai terkesima dan tertarik ingin mencoba menaiki layang-layang tersebut.

Menggunakan sarung tangan Wagub Sumbar itu coba menaiki layang-layang tersebut dengan dibantu oleh seorang untuk memegang layangan di ujung, sementara Wagub menarik layangan hingga tinggi ke atas langit.

Layang-layang jenis Danguang tersebut terbang tinggi mengeluarkan suara denggungan keras, dengan lenggak lenggoknya membuat suara denggungannya semakin keras terdengar.


Sedikitnya 55 peserta ikut lomba layang-layang tradisional di area sawah masyarakat yang sudah kering setelah panen di Sawah Laweh, Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar). Kegiatan ini sudah menjadi keharusan bagi masyarakat setempat, setiap habis panen, Minggu Sore (23/2/2020) yang diselenggarakan oleh para Karang Taruna Sawah Laweh.

Terlihat Wagub Nasrul Abit sangat menikmati permainan layangan ini. Pasalnya baru pertama kali ia menaikan layangan raksasa yang lebarnya hingga lima meter.


"Ini yang pertama kali saya menaikan layangan yang besarnya lima meter, biasanya saya menaikan layangan yang kecil dengan ekor panjang. Tapi ini lain, layangan tradisional Danguang ini hanya saya lihat cuma ada di Pariaman," ucapnya kagum.

Di daerah Sumatera Barat lebih tepatnya lagi daerah Pariaman, layang-layang danguang lebih mudah ditemukan, karena layang danguang merupakan layangan ciri khas Pariaman yang merupakan kreativitas pemuda sejak dulunya.

Menurut Nasrul Abit, layangan danguang jika dilepaskan atau diterbangkan akan mengeluarkan suara dengungan yang indah dan keras. Karena di ujung kepala layang danguang ini terdapat alat denguangan yang terbuat dari rotan yang diasah sehingga jika terkena hembusan angin membuat rotan ini bergetar dan mengeluarkan bunyi dengungan. Inilah keunikan layang danguang dari layang-layang lainnya.

Bentuk dari layang danguang ini juga berbeda. Layangan ini tidak memiliki ekor menguntai seperti layangan biasanya. Mereka memiliki aksesoris tersendiri.


"Kalau dilihat tingkat kesulitan pembuatan layangan danguang ini, memang sangat rumit, apalagi berada pada pengasahan rotan alat dengungnya. Asahan yang kurang bagus tidak bisa menghasilkan bunyi dengung yang indah. Tidak semua orang lho bisa membuat layang-layang ini," ungkap Nasrul Abit.

Suatu kepuasan bagi Nasrul Abit biasa menaikan layang-layang danguang tersebut. Karena banyak peserta lain tidak bisa naik dan bahkan ada sampai putus benangnya, akibat kuatnya hebusan angin diatas.

Selanjutnya Wagub Sumbar mengapresiasi kegiatan lomba layang-layang yang bisa menjadi sarana penyaluran kreativitas pemuda Sawah Laweh. Ia juga menambahkan, lomba layang-layang ini tidak hanya permainan rakyat biasa, namun sifatnya seperti olahraga yang membangun kekompakan dalam menampilkan kreativitas dalam menerbangkan layang-layang.

"Insya Allah, suatu saat saya akan kembali kesini, saya tantang pemuda disini bisa lebih besar lagi membuat layang-layang danguang dengan pesertanya lebih banyak lagi," ujar Nasrul Abit. (nov)

WAHHHH SERU!!! Wagub Sumbar Naikan Layang-layang Dangguang Di Sawah

Monday, February 24, 2020 : 12:22:00 AM


Padang Pariaman, murainews.com -- Layang-layang berukuran lebar lima meter hingga sampai enam meter membuat Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit Datuak Malintang Panai terkesima dan tertarik ingin mencoba menaiki layang-layang tersebut.

Menggunakan sarung tangan Wagub Sumbar itu coba menaiki layang-layang tersebut dengan dibantu oleh seorang untuk memegang layangan di ujung, sementara Wagub menarik layangan hingga tinggi ke atas langit.

Layang-layang jenis Danguang tersebut terbang tinggi mengeluarkan suara denggungan keras, dengan lenggak lenggoknya membuat suara denggungannya semakin keras terdengar.


Sedikitnya 55 peserta ikut lomba layang-layang tradisional di area sawah masyarakat yang sudah kering setelah panen di Sawah Laweh, Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar). Kegiatan ini sudah menjadi keharusan bagi masyarakat setempat, setiap habis panen, Minggu Sore (23/2/2020) yang diselenggarakan oleh para Karang Taruna Sawah Laweh.

Terlihat Wagub Nasrul Abit sangat menikmati permainan layangan ini. Pasalnya baru pertama kali ia menaikan layangan raksasa yang lebarnya hingga lima meter.


"Ini yang pertama kali saya menaikan layangan yang besarnya lima meter, biasanya saya menaikan layangan yang kecil dengan ekor panjang. Tapi ini lain, layangan tradisional Danguang ini hanya saya lihat cuma ada di Pariaman," ucapnya kagum.

Di daerah Sumatera Barat lebih tepatnya lagi daerah Pariaman, layang-layang danguang lebih mudah ditemukan, karena layang danguang merupakan layangan ciri khas Pariaman yang merupakan kreativitas pemuda sejak dulunya.

Menurut Nasrul Abit, layangan danguang jika dilepaskan atau diterbangkan akan mengeluarkan suara dengungan yang indah dan keras. Karena di ujung kepala layang danguang ini terdapat alat denguangan yang terbuat dari rotan yang diasah sehingga jika terkena hembusan angin membuat rotan ini bergetar dan mengeluarkan bunyi dengungan. Inilah keunikan layang danguang dari layang-layang lainnya.

Bentuk dari layang danguang ini juga berbeda. Layangan ini tidak memiliki ekor menguntai seperti layangan biasanya. Mereka memiliki aksesoris tersendiri.


"Kalau dilihat tingkat kesulitan pembuatan layangan danguang ini, memang sangat rumit, apalagi berada pada pengasahan rotan alat dengungnya. Asahan yang kurang bagus tidak bisa menghasilkan bunyi dengung yang indah. Tidak semua orang lho bisa membuat layang-layang ini," ungkap Nasrul Abit.

Suatu kepuasan bagi Nasrul Abit biasa menaikan layang-layang danguang tersebut. Karena banyak peserta lain tidak bisa naik dan bahkan ada sampai putus benangnya, akibat kuatnya hebusan angin diatas.

Selanjutnya Wagub Sumbar mengapresiasi kegiatan lomba layang-layang yang bisa menjadi sarana penyaluran kreativitas pemuda Sawah Laweh. Ia juga menambahkan, lomba layang-layang ini tidak hanya permainan rakyat biasa, namun sifatnya seperti olahraga yang membangun kekompakan dalam menampilkan kreativitas dalam menerbangkan layang-layang.

"Insya Allah, suatu saat saya akan kembali kesini, saya tantang pemuda disini bisa lebih besar lagi membuat layang-layang danguang dengan pesertanya lebih banyak lagi," ujar Nasrul Abit. (nov)