Wagub Sumbar Kembali Kunjungi Korban Kapal Tenggelam, Kali ini Nelayan Pasie Nan Tigo - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


PADANG, murainews.com -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus melakukan pencarian terhadap nelayan korban Kapal Bagan yang tenggelam. Tidak hanya di Kabupaten Pesisir Selatan saja termasuk nelayan Pasie Nan Tigo, Pasir Jambak Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Wakil gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit bersama Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Yosmeri mendatangi keluarga korban kapal KM. Family 010 yang bernama Maharuddin alias Anguik (58). Di daerah Pasie Nan Tigo, Senin (3/2/2020).

Wagub Sumbar Nasrul Abit mengatakan, sampai saat ini BPBD Sumbar bersama tim Basarnas terus berupaya pencari nelaya yang hilang dalam bencana badai di perairan Sumbar.

"Kita terus melaksanakan pencari bersama tim gabungan dengan semaksimal dan seoptimal mungkin," kata Wagub Sumbar.

Sebelumnya pihak dengan menggunakan satu unit helikopter tim SAR gabungan telah melakukan pencarian seluruh perairan di Sumbar sampai Kepulauan Mentawai yang menyisir setiap pulau-pulai kecil sesuai informasi dan dugaan dimana korban berada.


"Kemaren (2/2) tim SAR sudah melakukan pencarian menggunakan helikopter untuk mencari korban kapal karam, untuk marilah kita mendo'akan bersama, agar mereka kembali dengan selamat," himbau Nasrul Abit.

Wagub Sumbar dihimbau masyarakat, serta para nelayan jika menemukan sesuatu ataupun menyangkut keberadaan korban untuk segera laporkan dan koordinasi dengan BPBD Sumbar atau Basarnas daerah terdekat, agar dilakukan tindak lanjut secepatnya.

"Sampai saat ini, kita masih fokus mencari korban. Masih satu orang lagi belum ada perkembangan. Sebelas korban kapal tenggelan bisa kembali dengan selamat, yang hilang masih dalam pencarian. Untuk keluarga korban kami mohon bersabar," ucap Nasrul Abit.


Selain mengandalkan armada dari laut dan udara, Basarnas juga mengharapkan bantuan nelayan dan masyarakat yang tinggal di pesisir pantai. Kembali Wagub Sumbar tekankan, jika ada yang menemukan korban, mereka diminta untuk segera melaporkan ke Basarnas.

Sementara itu pihak keluarga Sumadi (adik korban) menceritakan, bahwa kejadian diperkirakan Rabu (29/1) pukul 03.00 WIB dinihari terjadi badai dan gelembamg tinggi yang menerjang KM Family 010 diperairan Purus dan Ulak Karang menenggelamkan 12 ABK. Namun hanya 11 orang selamat kembali. Satu orang lagi sampai saat ini masih dalam pencarian pihak Basarnas.

"Saya sangat berharap bisa menemukan kakak saya Maharuddin. Terakhir sewaktu badai melanda kapal kami, beliau tidak sempat mengambil jerigen untuk penyelamatan diri. Karena angin terlalu kencang, menghanyutkan kakak saya jauh dari kapal," jelasnya. (nov)

Wagub Sumbar Kembali Kunjungi Korban Kapal Tenggelam, Kali ini Nelayan Pasie Nan Tigo

Monday, February 3, 2020 : 9:36:00 PM


PADANG, murainews.com -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus melakukan pencarian terhadap nelayan korban Kapal Bagan yang tenggelam. Tidak hanya di Kabupaten Pesisir Selatan saja termasuk nelayan Pasie Nan Tigo, Pasir Jambak Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Wakil gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit bersama Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Yosmeri mendatangi keluarga korban kapal KM. Family 010 yang bernama Maharuddin alias Anguik (58). Di daerah Pasie Nan Tigo, Senin (3/2/2020).

Wagub Sumbar Nasrul Abit mengatakan, sampai saat ini BPBD Sumbar bersama tim Basarnas terus berupaya pencari nelaya yang hilang dalam bencana badai di perairan Sumbar.

"Kita terus melaksanakan pencari bersama tim gabungan dengan semaksimal dan seoptimal mungkin," kata Wagub Sumbar.

Sebelumnya pihak dengan menggunakan satu unit helikopter tim SAR gabungan telah melakukan pencarian seluruh perairan di Sumbar sampai Kepulauan Mentawai yang menyisir setiap pulau-pulai kecil sesuai informasi dan dugaan dimana korban berada.


"Kemaren (2/2) tim SAR sudah melakukan pencarian menggunakan helikopter untuk mencari korban kapal karam, untuk marilah kita mendo'akan bersama, agar mereka kembali dengan selamat," himbau Nasrul Abit.

Wagub Sumbar dihimbau masyarakat, serta para nelayan jika menemukan sesuatu ataupun menyangkut keberadaan korban untuk segera laporkan dan koordinasi dengan BPBD Sumbar atau Basarnas daerah terdekat, agar dilakukan tindak lanjut secepatnya.

"Sampai saat ini, kita masih fokus mencari korban. Masih satu orang lagi belum ada perkembangan. Sebelas korban kapal tenggelan bisa kembali dengan selamat, yang hilang masih dalam pencarian. Untuk keluarga korban kami mohon bersabar," ucap Nasrul Abit.


Selain mengandalkan armada dari laut dan udara, Basarnas juga mengharapkan bantuan nelayan dan masyarakat yang tinggal di pesisir pantai. Kembali Wagub Sumbar tekankan, jika ada yang menemukan korban, mereka diminta untuk segera melaporkan ke Basarnas.

Sementara itu pihak keluarga Sumadi (adik korban) menceritakan, bahwa kejadian diperkirakan Rabu (29/1) pukul 03.00 WIB dinihari terjadi badai dan gelembamg tinggi yang menerjang KM Family 010 diperairan Purus dan Ulak Karang menenggelamkan 12 ABK. Namun hanya 11 orang selamat kembali. Satu orang lagi sampai saat ini masih dalam pencarian pihak Basarnas.

"Saya sangat berharap bisa menemukan kakak saya Maharuddin. Terakhir sewaktu badai melanda kapal kami, beliau tidak sempat mengambil jerigen untuk penyelamatan diri. Karena angin terlalu kencang, menghanyutkan kakak saya jauh dari kapal," jelasnya. (nov)