Viral Penculikan Anak di Padang, Ternyata Pelaku Mengalami Gangguan Jiwa - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


PADANG, murainews.com -- Beberapa hari yang lalu kita dihebohkan dengan viralnya video penculikan anak yang terjadi di salah satu Mesjid yang berada di Gaung Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Minggu (9/2). Kepolisian Sektor (Polsek) Lubug Begalung menepis kabar percobaan penculikan anak yang beredar di media sosial tersebut.

Kapolsek Lubuk Begalung AKP. Andi P Lorena mengatakan, peristiwa itu mencuat setelah beredar postingan di media sosial yang diupload oleh akun Facebook atas nama Ikhlas, yaitu sebuah video dugaan percobaan penculikan anak.

Dalam postingannya di Fecebook yang berudasi 45 detik tersebut, Ikhlas menuliskan kabar "Pencurian anak di Gaung tadi penyamatan wanita tapi aslinya cowok". Terduga pelaku, menggunakan jilbab warna hitam, baju coklat dan rok warna ping, yang terlebih dahulu diamankan warga.

Dalam postingan video itu salah seorang terdengar mengatakan "pancilok anak, antaan ke KP3 itu a (penculikan anak antar saja ke Kapolsek KP3 Teluk Bayur)". Kemudian dalam video tersebut, terlihat sejumlah warga mengabadikan terduga pelaku menggunakan kamera android.

Andi Lorena menyampaikan, pihaknya memang telah mengamankan seorang wanita, yang sebelumnya diamankan oleh warga dan diserahkan ke Polsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Teluk Bayur. Kemudian diserahkan ke Polsek Lubuk Begalung.

"Kabar penculikan anak ini tidak lah benar karena yang bersangkutan yaitu orang dengan gangguan jiwa yang memang senang bermain dan ngobrol bersama anak-anak," ujarnya, saat dikonfirmasi murainews.com, Selasa (11/2/2020).

Dikatakannya, beruntung perempuan tersebut tidak kenapa-kenapa oleh warga. Pasalnya, perempuan tersebut orang asing dan baru pertama kali terlihat oleh warga sekitar, hingga muncul kecurigaan warga bahwa yang bersangkutan diisukan akan menculik anak.

Lebih lanjut Andi Lorena menyampaikan, saat ini perempuan tersebut telah di bawa ke kampung halamannya yaitu di Kabupaten Sijunjung oleh pihak keluarga.

"Dari cerita anaknya bahwa ibunya sudah lama mengalami gangguan jiwa, sejak 5 tahun lalu yang di sebabkan masalah rumah tangga. Hingga saat itu, yang bersangkutan sering hilang dari rumah, bahkan sudah kemana-mana dijemput," ucapnya.

"Hingga saat itu, yang bersangkutan sering hilang dari rumah. Bahkan, dia sudah ke mana-mana dijemput keluarga," tambahnya.

Menanggapi viralnya informasi dugaan penculikan anak, Andi Lorena meminta kepada masyarakat untuk kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial, mengecek kebenaran sebuah informasi.

"Jangan mudah termakan berita-berita yang faktanya masih diragukan, harus mengetahui fakta yang sebenarnya. Kami menghimbau masyarakat tetap waspada terhadap segala kejahatan, kalau ada yang mencurigai, cepat laporkan pada pihak kepolisian setempat," ungkapnya.   (nov)

Viral Penculikan Anak di Padang, Ternyata Pelaku Mengalami Gangguan Jiwa

Tuesday, February 11, 2020 : 8:31:00 PM


PADANG, murainews.com -- Beberapa hari yang lalu kita dihebohkan dengan viralnya video penculikan anak yang terjadi di salah satu Mesjid yang berada di Gaung Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Minggu (9/2). Kepolisian Sektor (Polsek) Lubug Begalung menepis kabar percobaan penculikan anak yang beredar di media sosial tersebut.

Kapolsek Lubuk Begalung AKP. Andi P Lorena mengatakan, peristiwa itu mencuat setelah beredar postingan di media sosial yang diupload oleh akun Facebook atas nama Ikhlas, yaitu sebuah video dugaan percobaan penculikan anak.

Dalam postingannya di Fecebook yang berudasi 45 detik tersebut, Ikhlas menuliskan kabar "Pencurian anak di Gaung tadi penyamatan wanita tapi aslinya cowok". Terduga pelaku, menggunakan jilbab warna hitam, baju coklat dan rok warna ping, yang terlebih dahulu diamankan warga.

Dalam postingan video itu salah seorang terdengar mengatakan "pancilok anak, antaan ke KP3 itu a (penculikan anak antar saja ke Kapolsek KP3 Teluk Bayur)". Kemudian dalam video tersebut, terlihat sejumlah warga mengabadikan terduga pelaku menggunakan kamera android.

Andi Lorena menyampaikan, pihaknya memang telah mengamankan seorang wanita, yang sebelumnya diamankan oleh warga dan diserahkan ke Polsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Teluk Bayur. Kemudian diserahkan ke Polsek Lubuk Begalung.

"Kabar penculikan anak ini tidak lah benar karena yang bersangkutan yaitu orang dengan gangguan jiwa yang memang senang bermain dan ngobrol bersama anak-anak," ujarnya, saat dikonfirmasi murainews.com, Selasa (11/2/2020).

Dikatakannya, beruntung perempuan tersebut tidak kenapa-kenapa oleh warga. Pasalnya, perempuan tersebut orang asing dan baru pertama kali terlihat oleh warga sekitar, hingga muncul kecurigaan warga bahwa yang bersangkutan diisukan akan menculik anak.

Lebih lanjut Andi Lorena menyampaikan, saat ini perempuan tersebut telah di bawa ke kampung halamannya yaitu di Kabupaten Sijunjung oleh pihak keluarga.

"Dari cerita anaknya bahwa ibunya sudah lama mengalami gangguan jiwa, sejak 5 tahun lalu yang di sebabkan masalah rumah tangga. Hingga saat itu, yang bersangkutan sering hilang dari rumah, bahkan sudah kemana-mana dijemput," ucapnya.

"Hingga saat itu, yang bersangkutan sering hilang dari rumah. Bahkan, dia sudah ke mana-mana dijemput keluarga," tambahnya.

Menanggapi viralnya informasi dugaan penculikan anak, Andi Lorena meminta kepada masyarakat untuk kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial, mengecek kebenaran sebuah informasi.

"Jangan mudah termakan berita-berita yang faktanya masih diragukan, harus mengetahui fakta yang sebenarnya. Kami menghimbau masyarakat tetap waspada terhadap segala kejahatan, kalau ada yang mencurigai, cepat laporkan pada pihak kepolisian setempat," ungkapnya.   (nov)