Perarakan Kio Ma Co Po Bisa Datangkan Wisatawan Ke Sumbar - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


PADANG, murainews.com -- Arak-arakan Kio Ma Co Po Kongsi Lim (Kioe Lion Tong) memperingati HUT Kongsi Lim ke 150 menampilkan atraksi Barongsai, Ular Naga dan Kio atau patung dewa, sekaligus memeriahkan tahun baru imlek (Gong Xi Fa Cai) ke 2571.

Perarakan Kio Ma Co Po yang merupakan budaya masyarakat Tionghoa Kota Padang dilaksanakan setiap tahunnya. Kegiatan ini selalu ditunggu-tunggu masyarakat kota Padang.

"Kegiatan ini cukup meriah, jalan-jalan selalu dipadati oleh warga Padang, bahkan ada juga yang datang dari provinsi Riau dan Jambi. Dengan memberikan keanekaragaman  budaya yang ada di Kota Padang," sambut Wakil Gubernur Sumatera Barat saat saat hadir dalam perayaan Perarakan Kio Ma Co Po di Pulau Karam, Jum'at (7/2/2029) yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Novrial.


Dengan banyaknya wisatawan yang datang, otomatis berimbas pada pemasukan ekonomi bagi masyarakat. Ia mengatakan Pemerintah Sumbar mendukung kegiatan ini salah satunya sebagai daya tarik wisata, apalagi saat ini perkembangan wisata di daerah itu sedang membaik.

"Perayaan festival ini bukan hanya perayaan biasa, tapi juga bisa memberikan efek positif bagi perekonominan masyarakat," ucap Wagub Sumbar.

Pemprov Sumbar selalu mendukung setiap daerah manapun dan etnis apapun untuk mengembangkan budayanya masing-masing. Ke depan ia berharap festival ini dapat lebih meriah dan dihadiri banyak wisatawan, apalagi di Kota Padang banyak keberagaman yang juga menjadi daya tarik.


Ia berpesan kepada masyarakat tionghoa Kalimantan Barat untuk tetap melestarikan budayanya. “Jaga persatuan dan kesatuan, tetap damai untuk Indonesia,” katanya.

Pemerintah Sumbar memberikan apresiasi dan mensuport budaya dari etnis tionghoa yang ada di Kota Padang ini. karena selama ini masyarakat tionghoa telah membaur bersama warga sejak ratusan tahun yang lalu.

"Ini merupakan keragaman budaya bersama masyarakat tionghoa kita bisa bangun Sumbar bersama. Yang terpenting jaga satu kesatuan bangsa, karena modal untuk kebersamaan kita," ujarnya. (nov)

Perarakan Kio Ma Co Po Bisa Datangkan Wisatawan Ke Sumbar

Friday, February 7, 2020 : 8:28:00 PM


PADANG, murainews.com -- Arak-arakan Kio Ma Co Po Kongsi Lim (Kioe Lion Tong) memperingati HUT Kongsi Lim ke 150 menampilkan atraksi Barongsai, Ular Naga dan Kio atau patung dewa, sekaligus memeriahkan tahun baru imlek (Gong Xi Fa Cai) ke 2571.

Perarakan Kio Ma Co Po yang merupakan budaya masyarakat Tionghoa Kota Padang dilaksanakan setiap tahunnya. Kegiatan ini selalu ditunggu-tunggu masyarakat kota Padang.

"Kegiatan ini cukup meriah, jalan-jalan selalu dipadati oleh warga Padang, bahkan ada juga yang datang dari provinsi Riau dan Jambi. Dengan memberikan keanekaragaman  budaya yang ada di Kota Padang," sambut Wakil Gubernur Sumatera Barat saat saat hadir dalam perayaan Perarakan Kio Ma Co Po di Pulau Karam, Jum'at (7/2/2029) yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Novrial.


Dengan banyaknya wisatawan yang datang, otomatis berimbas pada pemasukan ekonomi bagi masyarakat. Ia mengatakan Pemerintah Sumbar mendukung kegiatan ini salah satunya sebagai daya tarik wisata, apalagi saat ini perkembangan wisata di daerah itu sedang membaik.

"Perayaan festival ini bukan hanya perayaan biasa, tapi juga bisa memberikan efek positif bagi perekonominan masyarakat," ucap Wagub Sumbar.

Pemprov Sumbar selalu mendukung setiap daerah manapun dan etnis apapun untuk mengembangkan budayanya masing-masing. Ke depan ia berharap festival ini dapat lebih meriah dan dihadiri banyak wisatawan, apalagi di Kota Padang banyak keberagaman yang juga menjadi daya tarik.


Ia berpesan kepada masyarakat tionghoa Kalimantan Barat untuk tetap melestarikan budayanya. “Jaga persatuan dan kesatuan, tetap damai untuk Indonesia,” katanya.

Pemerintah Sumbar memberikan apresiasi dan mensuport budaya dari etnis tionghoa yang ada di Kota Padang ini. karena selama ini masyarakat tionghoa telah membaur bersama warga sejak ratusan tahun yang lalu.

"Ini merupakan keragaman budaya bersama masyarakat tionghoa kita bisa bangun Sumbar bersama. Yang terpenting jaga satu kesatuan bangsa, karena modal untuk kebersamaan kita," ujarnya. (nov)