Nasrul Abit Minta IKPS Bantu Dorong Sumbar Sebagai Desinasi Wisata Internasional - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


JAMBI, murainews.com -- Puluhan warga Jambi yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS) wilayah Jambi terlihat memadati ruangan VIP rumah makan Pagi Sore Sipin jalan Kolonel Abunjani No. 51, Selamat, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, dalam rangka menghadiri dialog warga Jambi asal Pesisir Selatan (Pessel), Jum'at (21/2/2020).

Pada dialog IKPS yang dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Rocky Chandra, SE, Ketua DPP IKKPS Pusat Dr. H. Alirman Sori, SH, M.Hum, Ketua DPW IKKPS Jambi Yulinar Saman Khatib S.IP. Sementara dari OPD Provinsi Sumbar dihadiri oleh Asisten Pemerintahan Devi Kurnia, SH, MM, Kepala Kesbangpol Nazwir, SH, M.Hum, Kepala Biro Pemerintahan Drs. Iqbal Rama Dipayana, M.Si, Kepala Biro Rantau dan Pembangunan Drs. Luhur Budianda M.Si dan Sekretaris Pariwisata Ir. Taufik Ramadan, MM.

Kehadiran Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit Datuak Malintang Panai yang juga merupakan asli dari Pesisir Selatan tersebut memang sangat ditunggu-tunggu warga Jambi asal Pesisir Selatan yang juga diharapkan dapat memberikan pencerahan mengenai pembangunan di daerah Sumbar terkhusus Kabupaten Pesisir Selatan.


Dalam sambutannya Nasrul Abit mengatakan bahwa perantau asal Pessel yang ada di Jambi sangat beruntung karena Jambi merupakan kota yang telah berhasil membangun daerahnya. Untuk itu Nasrul Abit berharap para perantauan Pessel ini juga mampu membangun Sumbar.

"Jangan sampai kampung kita terlupakan, bagaimana pun Pessel adalah tanah kelahiran dan kampung halaman kita. Apalagi Pesisir Selatan banyak yang bisa kita kembangkan seperti bidang pariwisata," ucap Nasrul Abit.

Wagub Sumbar inginkan desinasi yang ada di Sumbar bisa maju sebagai desinasi wisata internasional. Jika selama ini perekonomian Sumatera Barat ditopang oleh sektor pertanian, industri pengolahan dan perdagangan ke depan sektor pariwisata dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Akan tetapi untuk bisa menjadikan pariwisata sebagai sumber ekonomi baru dibutuhkan sejumlah upaya agar angka kunjungan wisatawan terus meningkatkan dan mengoptimalkan daya tarik objek wisata.


"Kita sudah punya modal sumber daya alam yang hebat dan indah serta unik. Ini akan menjadi daya tarik, para wisatawan yang akan berkunjung ke Sumbar. Apalagi Sumbar sudah ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata halal di dunia," sebutnya.

Wisata Halal Salah satu potensi yang bisa dikembangkan di Sumbar adalah wisata halal karena provinsi ini dikenal memiliki falsafah adat yang mendukung yaitu Adat Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah yang berarti adat berdasarkan syarak dan syarak mengacu kepada Al Quran.

"Jadi perlu sinergitas dari berbagai pihak yang terkait kepariwisataan mesti turut serta menjadi pihak yang terlibat untuk perbaikan, promosi dan sebagainya. Perlu ekosistem kepariwisataan berbasis kultural Sumatera Barat," ujar Aasrul Abit

Salah satu upaya yang dilakukan menurut Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit adalah mematangkan rencana pengembangan pariwisata agar jelas seperti apa target yang hendak dicapai dengan mempersilahkan para perantau untuk membangun daerahnya masing-masing.

Selanjutnya Nasrul Abit juga mengucapkan terima kasih bahwa keberadaannya di provinsi saat ini juga berkat dukungan perantau, dan dalam penyelenggaraan pembangunan sebagai Wakil Gubernur tugasnya saat ini sudah berjalan selama empat tahun

"Selama empat tahun ini, kami terus solid dan akan tetap mesra sampai akhir jabatan nantinya. Saya berharap jangan ada lagi adu domba antar hubungan kami ini," pintanya.

"Saya sadar diri sebagai wakil, kami punya tufoksi masing-masing, kalau wakil tentu mewakili kepala daerah," jelasnya.

Ia merupaya untuk menampik semua anggapan masyarakat yang mengatakan wagub tidak memiliki kinerja. Semua itu tidak benar sejak kepemimpinan IP dan NA sudah banyak prestasi yang dimiliki Sumbar salah satunya perolehan WTP berturut-turut selama tujuh kali dan pengentasan daerah tertinggal di Sumbar.

"Dari awal kepemimpinan saya sudah ditugaskan untuk melepaskan tiga daerah tertinggal di Sumbar, yaitu Solok Selatan, Pasaman Barat dan Kepulauan Mentawai. Dua daerah sudah terbebas dari daerah tertinggal. Tinggal Mentawai, Insya Allah dalam waktu dekat ini, Mentawai terbebas dari daerah tertinggal," jelasnya.

Kemudian Nasul Abit juga mengatakan bahwa masalah yang paling besar saat ini adalah masalah sosial masyarakat. Seperti terjadinya penyerangan warga Sumbar yang tinggal di Wamena Papua.

Langkah sigap wagub Sumbar Nasrul Abit, menyikapi nasib ratusan perantau asal Sumbar di Papua pascatragedi Wamena, menuai apresiasi dari banyak kalangan. Ini membuktikan kepedulian seorang Wagub Sumbar terhadap warganya.

Selanjutnya dia meminta semua pihak agar jangan memecah belah, apalagi akan memasuki tahun politik.

"Tahun politik ini harus adem. Beda pilihan boleh, tapi jangan ada ujar kebencian. Biarkan pemimpin sekarang ini bekerja lebih terfokus bekerja menyelesaikan kepemimpinanya. Kalau bekerjanya tidak benar, jangan dipilih lagi. Kalau baik, pilih lagi. Itu saja," tutupnya. (nov)

Nasrul Abit Minta IKPS Bantu Dorong Sumbar Sebagai Desinasi Wisata Internasional

Saturday, February 22, 2020 : 1:30:00 AM


JAMBI, murainews.com -- Puluhan warga Jambi yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS) wilayah Jambi terlihat memadati ruangan VIP rumah makan Pagi Sore Sipin jalan Kolonel Abunjani No. 51, Selamat, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, dalam rangka menghadiri dialog warga Jambi asal Pesisir Selatan (Pessel), Jum'at (21/2/2020).

Pada dialog IKPS yang dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Rocky Chandra, SE, Ketua DPP IKKPS Pusat Dr. H. Alirman Sori, SH, M.Hum, Ketua DPW IKKPS Jambi Yulinar Saman Khatib S.IP. Sementara dari OPD Provinsi Sumbar dihadiri oleh Asisten Pemerintahan Devi Kurnia, SH, MM, Kepala Kesbangpol Nazwir, SH, M.Hum, Kepala Biro Pemerintahan Drs. Iqbal Rama Dipayana, M.Si, Kepala Biro Rantau dan Pembangunan Drs. Luhur Budianda M.Si dan Sekretaris Pariwisata Ir. Taufik Ramadan, MM.

Kehadiran Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit Datuak Malintang Panai yang juga merupakan asli dari Pesisir Selatan tersebut memang sangat ditunggu-tunggu warga Jambi asal Pesisir Selatan yang juga diharapkan dapat memberikan pencerahan mengenai pembangunan di daerah Sumbar terkhusus Kabupaten Pesisir Selatan.


Dalam sambutannya Nasrul Abit mengatakan bahwa perantau asal Pessel yang ada di Jambi sangat beruntung karena Jambi merupakan kota yang telah berhasil membangun daerahnya. Untuk itu Nasrul Abit berharap para perantauan Pessel ini juga mampu membangun Sumbar.

"Jangan sampai kampung kita terlupakan, bagaimana pun Pessel adalah tanah kelahiran dan kampung halaman kita. Apalagi Pesisir Selatan banyak yang bisa kita kembangkan seperti bidang pariwisata," ucap Nasrul Abit.

Wagub Sumbar inginkan desinasi yang ada di Sumbar bisa maju sebagai desinasi wisata internasional. Jika selama ini perekonomian Sumatera Barat ditopang oleh sektor pertanian, industri pengolahan dan perdagangan ke depan sektor pariwisata dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Akan tetapi untuk bisa menjadikan pariwisata sebagai sumber ekonomi baru dibutuhkan sejumlah upaya agar angka kunjungan wisatawan terus meningkatkan dan mengoptimalkan daya tarik objek wisata.


"Kita sudah punya modal sumber daya alam yang hebat dan indah serta unik. Ini akan menjadi daya tarik, para wisatawan yang akan berkunjung ke Sumbar. Apalagi Sumbar sudah ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata halal di dunia," sebutnya.

Wisata Halal Salah satu potensi yang bisa dikembangkan di Sumbar adalah wisata halal karena provinsi ini dikenal memiliki falsafah adat yang mendukung yaitu Adat Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah yang berarti adat berdasarkan syarak dan syarak mengacu kepada Al Quran.

"Jadi perlu sinergitas dari berbagai pihak yang terkait kepariwisataan mesti turut serta menjadi pihak yang terlibat untuk perbaikan, promosi dan sebagainya. Perlu ekosistem kepariwisataan berbasis kultural Sumatera Barat," ujar Aasrul Abit

Salah satu upaya yang dilakukan menurut Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit adalah mematangkan rencana pengembangan pariwisata agar jelas seperti apa target yang hendak dicapai dengan mempersilahkan para perantau untuk membangun daerahnya masing-masing.

Selanjutnya Nasrul Abit juga mengucapkan terima kasih bahwa keberadaannya di provinsi saat ini juga berkat dukungan perantau, dan dalam penyelenggaraan pembangunan sebagai Wakil Gubernur tugasnya saat ini sudah berjalan selama empat tahun

"Selama empat tahun ini, kami terus solid dan akan tetap mesra sampai akhir jabatan nantinya. Saya berharap jangan ada lagi adu domba antar hubungan kami ini," pintanya.

"Saya sadar diri sebagai wakil, kami punya tufoksi masing-masing, kalau wakil tentu mewakili kepala daerah," jelasnya.

Ia merupaya untuk menampik semua anggapan masyarakat yang mengatakan wagub tidak memiliki kinerja. Semua itu tidak benar sejak kepemimpinan IP dan NA sudah banyak prestasi yang dimiliki Sumbar salah satunya perolehan WTP berturut-turut selama tujuh kali dan pengentasan daerah tertinggal di Sumbar.

"Dari awal kepemimpinan saya sudah ditugaskan untuk melepaskan tiga daerah tertinggal di Sumbar, yaitu Solok Selatan, Pasaman Barat dan Kepulauan Mentawai. Dua daerah sudah terbebas dari daerah tertinggal. Tinggal Mentawai, Insya Allah dalam waktu dekat ini, Mentawai terbebas dari daerah tertinggal," jelasnya.

Kemudian Nasul Abit juga mengatakan bahwa masalah yang paling besar saat ini adalah masalah sosial masyarakat. Seperti terjadinya penyerangan warga Sumbar yang tinggal di Wamena Papua.

Langkah sigap wagub Sumbar Nasrul Abit, menyikapi nasib ratusan perantau asal Sumbar di Papua pascatragedi Wamena, menuai apresiasi dari banyak kalangan. Ini membuktikan kepedulian seorang Wagub Sumbar terhadap warganya.

Selanjutnya dia meminta semua pihak agar jangan memecah belah, apalagi akan memasuki tahun politik.

"Tahun politik ini harus adem. Beda pilihan boleh, tapi jangan ada ujar kebencian. Biarkan pemimpin sekarang ini bekerja lebih terfokus bekerja menyelesaikan kepemimpinanya. Kalau bekerjanya tidak benar, jangan dipilih lagi. Kalau baik, pilih lagi. Itu saja," tutupnya. (nov)