Helikopter Yang Ditumpangi Wagub Sumbar Diterjang Badai, Gagal Menuju Lokasi Bencana Di Pasaman - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness



PASAMAN, murainews.com -- Akibat cuaca buruk disertai angin kencang,  pesawat heli yang ditumpangi Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit, yang rencananya menuju lokasi bencana di Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar), terpaksa harus putar haluan, Jumat (21/2/2020).

Pesawat heli tersebut harus mendarat ke Gelanggang Olahraga (GOR) Tuanku Imam Bonjol, Pasaman, karena tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan karena cuaca buruk.

"Saya minta maaf pada masyarakat Mapat Tunggul Selatan, kita sudah mencoba karena cuaca buruk dan helikopter tidak bisa ke sana," kata Nasrul Abit.

Terlihat sekali dari wajah orang nomor dua Sumbar tersebut penuh kekecewaan, pasalnya Wagub Sumbar ini ingin sekali bergabung dengan masyarakat di Mapat Tunggul Selatan, sama- sama merasakan penderitaan korban bencana banjir dan tanah longsor tersebut.

"Memang hari ini kita belum bisa mengunjungi, namun kita berjanji begitu ada kesempatan langsung berkunjung ke Marpat Tunggul Selatan

Wagub Sumbar Nasrul Abit yang terkenal responsif pada daerah dan masyarakat ditimpa bencana, nyariss naas. Dikarenakan melalui jalan darat tidak bisa dilalui, maka dari itu ia ingin melihat langsung bagaimana kondisi bencana tersebut dengan menggunakan helikopter.

Dalam kesempatan tersebut Wagub Sumbar Nasrul Abit menyerahkan bantuan sebesar Rp 250 juta dari BNPB, Rp. 75 juta dari BPBD Sumbar. Beras sebanyak 8 ton 190 kg dari Dinas Pangan Provinsi Sumbar dan ditambah bantuan logistik lainnya dari Dinas Sosial yang diserahkan kepada Sekda Pasaman di GOR Tuanku Imam Bonjol Pasaman.

"Pemerintah Provinsi Sumatera Barat peduli bencana, telah direncanakan pada hari Minggu ini bapak Gubernur Sumbar juga akan melakukan kunjungan kerja ke Marpat Tunggul Selatan melalui jalan darat, dan juga akan membawa bantuan lainnya", ungkap Nasrul Abit.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Drs. H. Mara Ondak menjelaskan, kejadian Tanah Longsor di Marpat Tunggul Selatan ini terjadi tanggal 15/2/2020 yang lalu menyebabkan 2 orang meninggal, 1 orang luka berat.

"Longsor ini juga menyebabkan banjir yang berdampak pada 100 rumah dan 200 kk. Juga terdapat beberapa kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan di daerah Sungai Lolo dan Pangian," ujarnya.

Sebelumnya diinformasikan rombongan Nasrul Abit menaiki helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau sekitar pukul 08.00 WIB.

Adapun rombongan bersama Wagub Sumbar , Kalaksa BPBD Sumbar, Kadis PUPR Provinsi Sumbar, Perwakilan Korem (red-Kolonel Mukmin, Perwakilan Polda (red-Kombes Tafianto), Kepala UPT BNPB Wilayah Sumatera, Sekdakab Pasaman, Kalaksa BPBD Pasaman dan humas Setda Sumbar. (nov)

Helikopter Yang Ditumpangi Wagub Sumbar Diterjang Badai, Gagal Menuju Lokasi Bencana Di Pasaman

Saturday, February 22, 2020 : 7:38:00 AM



PASAMAN, murainews.com -- Akibat cuaca buruk disertai angin kencang,  pesawat heli yang ditumpangi Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit, yang rencananya menuju lokasi bencana di Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar), terpaksa harus putar haluan, Jumat (21/2/2020).

Pesawat heli tersebut harus mendarat ke Gelanggang Olahraga (GOR) Tuanku Imam Bonjol, Pasaman, karena tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan karena cuaca buruk.

"Saya minta maaf pada masyarakat Mapat Tunggul Selatan, kita sudah mencoba karena cuaca buruk dan helikopter tidak bisa ke sana," kata Nasrul Abit.

Terlihat sekali dari wajah orang nomor dua Sumbar tersebut penuh kekecewaan, pasalnya Wagub Sumbar ini ingin sekali bergabung dengan masyarakat di Mapat Tunggul Selatan, sama- sama merasakan penderitaan korban bencana banjir dan tanah longsor tersebut.

"Memang hari ini kita belum bisa mengunjungi, namun kita berjanji begitu ada kesempatan langsung berkunjung ke Marpat Tunggul Selatan

Wagub Sumbar Nasrul Abit yang terkenal responsif pada daerah dan masyarakat ditimpa bencana, nyariss naas. Dikarenakan melalui jalan darat tidak bisa dilalui, maka dari itu ia ingin melihat langsung bagaimana kondisi bencana tersebut dengan menggunakan helikopter.

Dalam kesempatan tersebut Wagub Sumbar Nasrul Abit menyerahkan bantuan sebesar Rp 250 juta dari BNPB, Rp. 75 juta dari BPBD Sumbar. Beras sebanyak 8 ton 190 kg dari Dinas Pangan Provinsi Sumbar dan ditambah bantuan logistik lainnya dari Dinas Sosial yang diserahkan kepada Sekda Pasaman di GOR Tuanku Imam Bonjol Pasaman.

"Pemerintah Provinsi Sumatera Barat peduli bencana, telah direncanakan pada hari Minggu ini bapak Gubernur Sumbar juga akan melakukan kunjungan kerja ke Marpat Tunggul Selatan melalui jalan darat, dan juga akan membawa bantuan lainnya", ungkap Nasrul Abit.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Drs. H. Mara Ondak menjelaskan, kejadian Tanah Longsor di Marpat Tunggul Selatan ini terjadi tanggal 15/2/2020 yang lalu menyebabkan 2 orang meninggal, 1 orang luka berat.

"Longsor ini juga menyebabkan banjir yang berdampak pada 100 rumah dan 200 kk. Juga terdapat beberapa kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan di daerah Sungai Lolo dan Pangian," ujarnya.

Sebelumnya diinformasikan rombongan Nasrul Abit menaiki helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau sekitar pukul 08.00 WIB.

Adapun rombongan bersama Wagub Sumbar , Kalaksa BPBD Sumbar, Kadis PUPR Provinsi Sumbar, Perwakilan Korem (red-Kolonel Mukmin, Perwakilan Polda (red-Kombes Tafianto), Kepala UPT BNPB Wilayah Sumatera, Sekdakab Pasaman, Kalaksa BPBD Pasaman dan humas Setda Sumbar. (nov)