Gunakan Aplikasi MiChat, Tersangka Eksploitasi Anak di Bawah Umur - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


PADANG, murainew.com -- Kepolisian Resort Kota (Polresta) Padang kembali mengamankan dua orang yang menjadi tersangka atas kasus eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur, Minggu (2/1) sekitar pukul 01.00 WIB.

Diketahui pelaku berinisial OM (19 tahun) warga Kandang Gabuo, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, dan FA (18 tahun) warga Jalan Rambai Gang Sentosa, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat. Keduanya sama-sama berperan sebagai mencarikan tamu melalui aplikasi MiChat.

“Perkara itu terjadi dalam rentang waktu 27 hingga 30 Januari 2020 lalu bertempat dibeberapa hotel, diantaranya Hotel Amaris, Hotel Whiz Prime, Hotel HW dan RedDoorz near,” ujar Kasat Reskrim Polresta Padang AKP Edrian Wiguna, Rabu (5/1).


Dikatakannya, korban berinisial AF (15 tahun) yang masih berstatus pelajar. Hal itu terungkap setelah orang tua korban dan para tersangka bertemu di suatu tempat. Kemudian orang tua korban membawa para tersangka ke Polresta Padang.

“1 Februari 2020 lalu, ibu korban S (50 tahun) warga Jalan Manggis, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang memancing para tersangka bertemu di daerah Balimbing. Setelah bertemu ibu korban langsung membawa para tersangka ke Polresta Padang,” sambungnya.

Sesampainya di Polresta Padang, orang tua korban membuat Laporan Polisi. Kemudian diambil keterangan terhadap korban dan para saksi dan kemudian para tersangka di ambil keterangannya.

“Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/65/B/II/2020/SPKT Unit III, tanggal 02 Februari 2020, sesuai dengan Pasal  88 Jo Pasal 76 I UU RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” katanya.


Dari keterangan Edrian Wiguna, para tersangka mengakui perbuatannya yang telah menjual korban kepada para penikmat sex tersebut melalui sebuah aplikasi Michat.

Dari hasil pengakuan tersangka kata Edrian Wiguna, setelah korban melayani tamunya, korban mendapatkan bayaran dari tamunya sebesar Rp200 ribu. Setelah itu tersangka FA menemui korban meminta imbalan karena sudah mencarikan tamu. Kemudian korban memberikan uang Rp100 ribu kepada tersangka FA dan membagikan uang tersebut kepada tersangka OM Rp50 ribu.

Atas perbuatan kedua tersangka tersebut, pihaknya berhasil menyita satu unit handphone merek Asus warna hitam.

Terhadap para tersangka di lakukan penahanan. Tersangka OM di tahan di Rutan Polresta Padang. Sedangkan tersangka FA ditahan di Rutan khusus perempuan Polsek Padang Timur. (fdr)

Gunakan Aplikasi MiChat, Tersangka Eksploitasi Anak di Bawah Umur

Wednesday, February 5, 2020 : 6:15:00 PM


PADANG, murainew.com -- Kepolisian Resort Kota (Polresta) Padang kembali mengamankan dua orang yang menjadi tersangka atas kasus eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur, Minggu (2/1) sekitar pukul 01.00 WIB.

Diketahui pelaku berinisial OM (19 tahun) warga Kandang Gabuo, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, dan FA (18 tahun) warga Jalan Rambai Gang Sentosa, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat. Keduanya sama-sama berperan sebagai mencarikan tamu melalui aplikasi MiChat.

“Perkara itu terjadi dalam rentang waktu 27 hingga 30 Januari 2020 lalu bertempat dibeberapa hotel, diantaranya Hotel Amaris, Hotel Whiz Prime, Hotel HW dan RedDoorz near,” ujar Kasat Reskrim Polresta Padang AKP Edrian Wiguna, Rabu (5/1).


Dikatakannya, korban berinisial AF (15 tahun) yang masih berstatus pelajar. Hal itu terungkap setelah orang tua korban dan para tersangka bertemu di suatu tempat. Kemudian orang tua korban membawa para tersangka ke Polresta Padang.

“1 Februari 2020 lalu, ibu korban S (50 tahun) warga Jalan Manggis, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang memancing para tersangka bertemu di daerah Balimbing. Setelah bertemu ibu korban langsung membawa para tersangka ke Polresta Padang,” sambungnya.

Sesampainya di Polresta Padang, orang tua korban membuat Laporan Polisi. Kemudian diambil keterangan terhadap korban dan para saksi dan kemudian para tersangka di ambil keterangannya.

“Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/65/B/II/2020/SPKT Unit III, tanggal 02 Februari 2020, sesuai dengan Pasal  88 Jo Pasal 76 I UU RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” katanya.


Dari keterangan Edrian Wiguna, para tersangka mengakui perbuatannya yang telah menjual korban kepada para penikmat sex tersebut melalui sebuah aplikasi Michat.

Dari hasil pengakuan tersangka kata Edrian Wiguna, setelah korban melayani tamunya, korban mendapatkan bayaran dari tamunya sebesar Rp200 ribu. Setelah itu tersangka FA menemui korban meminta imbalan karena sudah mencarikan tamu. Kemudian korban memberikan uang Rp100 ribu kepada tersangka FA dan membagikan uang tersebut kepada tersangka OM Rp50 ribu.

Atas perbuatan kedua tersangka tersebut, pihaknya berhasil menyita satu unit handphone merek Asus warna hitam.

Terhadap para tersangka di lakukan penahanan. Tersangka OM di tahan di Rutan Polresta Padang. Sedangkan tersangka FA ditahan di Rutan khusus perempuan Polsek Padang Timur. (fdr)