Gubernur Sumbar Canangkan Bulan Bhakti IBI KB - KES Upaya Turunkan Angka kematian Ibu Dan Bayi - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


PADANG, murainews.com -- Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Prmprov Sumbar) mencanangkan Bulan Bhakti IBI KB -Kes tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2020 untuk meningkatkan kualitas dan capaian Pelayanan KB dan kesehatan dalam upaya menurunkan Angka kematian Ibu dan bayi di Sumbar.

Kegiatan pencanangan Bulan Bhakti IBI KB - Kes tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2020 diresmikan oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di kecamatan Kuranji, Padang Rabu (5/2/2020)dihadiri oleh Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, Deputi Bidang KSPK BKKBN, Dr. dr. M. Yani, M.Kes, Forkopimda Sumbar, Kepala Dinas Dukcapil Irwan, Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Etna Estelita dan para Bidan se Sumbar.

Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno menjelaskan, saat ini program Bidan merupakan ujung tombak pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sehingga pemerintah berharap pelayanan bidan harus ditingkatkan.

"Pekerjaan Bidan adalah pekerjaan yang paling mulia, karena banyak menyelamatkan ibu-ibu hamil dan melahirkan generasi baru ke dunia. Insya Allah masuk Sorga," ucap gubernur Sumbar.


Untuk itu gubernur Sumbar harapkan para tenaga Bidan dituntut profesionalismenya dalam melayani masyarakat di bidang kesehatan. Bekerja dengan ikhlas dan mengabdikan diri untuk masyarakat, sehingga Bidan mempunyai tempat istimewa oleh masyarakat.

"Lewat tangan-tangan Bidan lah kehidupan baru itu muncul dengan membawa berjuta impian bagi seorang ibu," ujarnya.

Selain itu gubernur menyampaikan, program KB bukan harus memiliki anak hanya cukup dua saja, tetapi mentitikberatkan pada jarak kelahiran dan kualitas anak. BKKBN untuk membuat grand desain pembangunan kependudukan dan keluarga  yang berbasis kearifan lokal.

"Seperti budaya Minangkabau, kalau belum memiliki anak perempuan, rasanya belum lengkap keluarganya. Karena anak perempuan adalah sebagai penerus keturunan dari gatis Ibunya," ungkapnya.


Selanjutnya gubernur Sumbar mengatakan, BKKBN harus melakukan terobosan. Program KB tidak hanya dimaknai sebagai pembatasan kelahiran, namun lebih dari itu untuk mendukung pembangunan kesehatan dan kesejahteraan keluarga. (nov)

Gubernur Sumbar Canangkan Bulan Bhakti IBI KB - KES Upaya Turunkan Angka kematian Ibu Dan Bayi

Wednesday, February 5, 2020 : 5:48:00 PM


PADANG, murainews.com -- Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Prmprov Sumbar) mencanangkan Bulan Bhakti IBI KB -Kes tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2020 untuk meningkatkan kualitas dan capaian Pelayanan KB dan kesehatan dalam upaya menurunkan Angka kematian Ibu dan bayi di Sumbar.

Kegiatan pencanangan Bulan Bhakti IBI KB - Kes tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2020 diresmikan oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di kecamatan Kuranji, Padang Rabu (5/2/2020)dihadiri oleh Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, Deputi Bidang KSPK BKKBN, Dr. dr. M. Yani, M.Kes, Forkopimda Sumbar, Kepala Dinas Dukcapil Irwan, Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Etna Estelita dan para Bidan se Sumbar.

Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno menjelaskan, saat ini program Bidan merupakan ujung tombak pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sehingga pemerintah berharap pelayanan bidan harus ditingkatkan.

"Pekerjaan Bidan adalah pekerjaan yang paling mulia, karena banyak menyelamatkan ibu-ibu hamil dan melahirkan generasi baru ke dunia. Insya Allah masuk Sorga," ucap gubernur Sumbar.


Untuk itu gubernur Sumbar harapkan para tenaga Bidan dituntut profesionalismenya dalam melayani masyarakat di bidang kesehatan. Bekerja dengan ikhlas dan mengabdikan diri untuk masyarakat, sehingga Bidan mempunyai tempat istimewa oleh masyarakat.

"Lewat tangan-tangan Bidan lah kehidupan baru itu muncul dengan membawa berjuta impian bagi seorang ibu," ujarnya.

Selain itu gubernur menyampaikan, program KB bukan harus memiliki anak hanya cukup dua saja, tetapi mentitikberatkan pada jarak kelahiran dan kualitas anak. BKKBN untuk membuat grand desain pembangunan kependudukan dan keluarga  yang berbasis kearifan lokal.

"Seperti budaya Minangkabau, kalau belum memiliki anak perempuan, rasanya belum lengkap keluarganya. Karena anak perempuan adalah sebagai penerus keturunan dari gatis Ibunya," ungkapnya.


Selanjutnya gubernur Sumbar mengatakan, BKKBN harus melakukan terobosan. Program KB tidak hanya dimaknai sebagai pembatasan kelahiran, namun lebih dari itu untuk mendukung pembangunan kesehatan dan kesejahteraan keluarga. (nov)