Diduga Terjerat Pinjaman Online, Sopir Hoyak Angkot di Padang Gantung Diri - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


PADANG, murainews.com -- Masyarakat Kampung Sikumbang Ladang RT 004/RW 007, Kelurahan Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah heboh. Pasalnya, ditemukan seorang warga nekat mengakhiri hidupnya, Jumat (14/2) sekitar pukul 06.00 WIB.

Informasi yang dihimpun, aksi nekat pria berusia 38 tahun yang diketahui berinisial NF ini diduga didasari oleh utang pinjaman online. Korban sempat mengaku bingung dengan utang tersebut dan mengeluh kepada keluarganya.

"Dia menginap di rumah orang tuanya di kawasan tersebut. Sebelum ditemukan tergantung, korban ini mengeluh tak bisa bayar utang online," kata keluarga korban yang meminta namanya tak disebutkan.

Dijelaskannya, korban yang sudah punya tiga anak ini dulunya sempat bekerja sebagai tukang servis AC. Namun, berhenti dan menjadi sopir hoyak angkot jurusan Pasar Raya-Lubuk Buaya.

"Dia sering kesini dan jarang pulang ke rumah istrinya di kawasan Siteba, Kecamatan Nanggalo," ujarnya.


Kapolsek Koto Tangah, AKP Richo Fernanda menuturkan, kejadian itu bermula pada Kamis (13/2) malam. Saat itu, korban tidur dengan saudaranya di ruang tamu rumah orang tuanya tersebut. Namun, sekitar pukul 04.00 WIB, saudara korban yang bernama Doni Putra (33) terbangun dan melihat korban sudah tak ada di sampingnya.

Adik korban ini pun mencari dan melihat pintu belakang rumahnya terbuka. Dia pun membangunkan anggota keluarga yang lain dan mengajak mencari korban. Sekitar 05.30 WIB, keluarga korban menemukan NF tergantung di pohon kelapa dekat kolam ikan yang berjarak lebih kurang 100 meter.

"Korban ditemukan dalam keadaan kaki bersimpuh dan lidahnya keluar. Kemudian, langsung menghubungi Polsek Koto Tangah," kata Kapolsek.

Usai ditemukan, pihak keluarga sempat membawa korban ke rumah sakit, tapi nyawanya tak bisa diselamatkan. Ketika dilakukan cek TKP, pada korban ditemukan bekas lilitan tali di leher.

"Pihak keluarga menyatakan tidak bersedia dilakukan visum dan selanjutnya dibuatkan surat pernyataan yang ditandatangani oleh pihak keluarga," ungkapnya. (frd)

Diduga Terjerat Pinjaman Online, Sopir Hoyak Angkot di Padang Gantung Diri

Friday, February 14, 2020 : 9:30:00 PM


PADANG, murainews.com -- Masyarakat Kampung Sikumbang Ladang RT 004/RW 007, Kelurahan Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah heboh. Pasalnya, ditemukan seorang warga nekat mengakhiri hidupnya, Jumat (14/2) sekitar pukul 06.00 WIB.

Informasi yang dihimpun, aksi nekat pria berusia 38 tahun yang diketahui berinisial NF ini diduga didasari oleh utang pinjaman online. Korban sempat mengaku bingung dengan utang tersebut dan mengeluh kepada keluarganya.

"Dia menginap di rumah orang tuanya di kawasan tersebut. Sebelum ditemukan tergantung, korban ini mengeluh tak bisa bayar utang online," kata keluarga korban yang meminta namanya tak disebutkan.

Dijelaskannya, korban yang sudah punya tiga anak ini dulunya sempat bekerja sebagai tukang servis AC. Namun, berhenti dan menjadi sopir hoyak angkot jurusan Pasar Raya-Lubuk Buaya.

"Dia sering kesini dan jarang pulang ke rumah istrinya di kawasan Siteba, Kecamatan Nanggalo," ujarnya.


Kapolsek Koto Tangah, AKP Richo Fernanda menuturkan, kejadian itu bermula pada Kamis (13/2) malam. Saat itu, korban tidur dengan saudaranya di ruang tamu rumah orang tuanya tersebut. Namun, sekitar pukul 04.00 WIB, saudara korban yang bernama Doni Putra (33) terbangun dan melihat korban sudah tak ada di sampingnya.

Adik korban ini pun mencari dan melihat pintu belakang rumahnya terbuka. Dia pun membangunkan anggota keluarga yang lain dan mengajak mencari korban. Sekitar 05.30 WIB, keluarga korban menemukan NF tergantung di pohon kelapa dekat kolam ikan yang berjarak lebih kurang 100 meter.

"Korban ditemukan dalam keadaan kaki bersimpuh dan lidahnya keluar. Kemudian, langsung menghubungi Polsek Koto Tangah," kata Kapolsek.

Usai ditemukan, pihak keluarga sempat membawa korban ke rumah sakit, tapi nyawanya tak bisa diselamatkan. Ketika dilakukan cek TKP, pada korban ditemukan bekas lilitan tali di leher.

"Pihak keluarga menyatakan tidak bersedia dilakukan visum dan selanjutnya dibuatkan surat pernyataan yang ditandatangani oleh pihak keluarga," ungkapnya. (frd)