Wagub Nasrul Abit: Pendidikan Sumbar Harus Maju dan Berkualitas Unggul - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


AGAM, murainews.com -- Laboratorium IPA Fisika SMA Negeri 2 Palembayan Kabupaten Agam, salah satu laboratorium yang didirikan untuk menunjang keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran pembuktian ilmiah dengan bimbingan guru IPA yang kompeten dan profesional.

Saat ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat membuat pengelola laboratorium IPA harus mampu membuat terobosan. Apalagi zaman four point zero (4.0) digital sudah merambah di Indonesia.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit saat meresmikan laboratorium IPA Fisika SMA Negeri 2 Palembayan di Kabupaten Agam, Kamis (23/1/2020).

Wagub Nasrul Abit mengatakan, Pendidikan merupakan urusan wajib bagi pemerintah. Saat ini pendidikan di Sumatera Barat tidak lagi wajib 9 tahun, tetapi sudah wajib belajar 12 tahun, paling rendah SMA sederajat. Meski sudah banyak profesor dan doktor yang tercipta di daerah ini, tentu tidak menjamin kesejahteran daerah.


"Tidak ada lagi alasan untuk tidak sekolah, semua sudah ada program sekolah gratis di Sumbar. Ini merupakan tantang besar kita bersama dalam memajukan mutu dan kualitas pendidikan dalam membentuk generasi yang maju berkualitas unggul," ungkap Nasrul Abit.

Dikatakan Nasrul Abit, pemprov Sumbar memberi apresiasi dan mendukung kegiatan pembangunan ini untuk melahirkan generasi unggul di Sumatera Barat.

"Kita mengharapkan agar jebolan SMA Negeri 2 Palembayan bisa memiliki daya saing menjawab tantangan revolusi industri four point zero (4.0) di era globalisasi dalam bidang sains," ucapnya.


Wagub Sumbar menambahkan hadirnya laboratorium baru ini diharapkan mampu menopang anak muda dalam mencintai ilmu sains. Dikatanya ilmu sains selama ini dianggap momok bagi pelajar. Untuk mendekatkan pelajaran sains maka guru sains harus diberdayakan maksimal.

Laboratorium harus menghadirkan alat-alat pembelajaran lengkap, modern dan menarik mampu meningkatkan antusiasme generasi muda untuk suka belajar sains.

"Karena peradaban dunia dibangun dengan sains dan teknologi. Kita mesti membangun otak generasi muda Sumbar yang unggulan, sekaligus menjawab tantangan era globalisasi dan revolusi industri 4.0," jelasnya.

Sementara itu Yosefriawan Asisten II bidang Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Agam mengatakan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat membuat pengelola laboratorium IPA harus mampu membuat terobosan baru dalam proses pembelajaran berbasis laboratorium.

Peresmian laboratorium dan musholla Al-Ikhlas merupakan sesuatu semangat pembangunan pendidikan yang tidak memisahkan antara pendidikan ilmu pengetahuan dengan prinsip keimanan kepada Allah SWT harus sejalan.

"Ilmu tanpa agama buta, sebaliknya agama tanpa ilmu lumpuh, untuk itu laboratorium ini bermanfaat untuk kemajuan pembangunan kabupaten Agam dalam pembentukan generasi unggul," ujarnya

Yosefriawan menambahkan, kehadiran sekolah ini telah ikut membantu salah satu program strategis pemkab Agam membangun Sumbar. "Kita harus bisa memanfaatkannya, jangan sampai ketinggalan," katanya.

Pada peresmian laboratorium dan musholla SMA Negeri 2 Palembayan ini, Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri, Kepala Dinas Pendidikan Agam, Kepala Sekolah se Kabupaten Agam, Camat dan guru-guru IPA lainnya. (nov)

Wagub Nasrul Abit: Pendidikan Sumbar Harus Maju dan Berkualitas Unggul

Thursday, January 23, 2020 : 3:02:00 PM


AGAM, murainews.com -- Laboratorium IPA Fisika SMA Negeri 2 Palembayan Kabupaten Agam, salah satu laboratorium yang didirikan untuk menunjang keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran pembuktian ilmiah dengan bimbingan guru IPA yang kompeten dan profesional.

Saat ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat membuat pengelola laboratorium IPA harus mampu membuat terobosan. Apalagi zaman four point zero (4.0) digital sudah merambah di Indonesia.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit saat meresmikan laboratorium IPA Fisika SMA Negeri 2 Palembayan di Kabupaten Agam, Kamis (23/1/2020).

Wagub Nasrul Abit mengatakan, Pendidikan merupakan urusan wajib bagi pemerintah. Saat ini pendidikan di Sumatera Barat tidak lagi wajib 9 tahun, tetapi sudah wajib belajar 12 tahun, paling rendah SMA sederajat. Meski sudah banyak profesor dan doktor yang tercipta di daerah ini, tentu tidak menjamin kesejahteran daerah.


"Tidak ada lagi alasan untuk tidak sekolah, semua sudah ada program sekolah gratis di Sumbar. Ini merupakan tantang besar kita bersama dalam memajukan mutu dan kualitas pendidikan dalam membentuk generasi yang maju berkualitas unggul," ungkap Nasrul Abit.

Dikatakan Nasrul Abit, pemprov Sumbar memberi apresiasi dan mendukung kegiatan pembangunan ini untuk melahirkan generasi unggul di Sumatera Barat.

"Kita mengharapkan agar jebolan SMA Negeri 2 Palembayan bisa memiliki daya saing menjawab tantangan revolusi industri four point zero (4.0) di era globalisasi dalam bidang sains," ucapnya.


Wagub Sumbar menambahkan hadirnya laboratorium baru ini diharapkan mampu menopang anak muda dalam mencintai ilmu sains. Dikatanya ilmu sains selama ini dianggap momok bagi pelajar. Untuk mendekatkan pelajaran sains maka guru sains harus diberdayakan maksimal.

Laboratorium harus menghadirkan alat-alat pembelajaran lengkap, modern dan menarik mampu meningkatkan antusiasme generasi muda untuk suka belajar sains.

"Karena peradaban dunia dibangun dengan sains dan teknologi. Kita mesti membangun otak generasi muda Sumbar yang unggulan, sekaligus menjawab tantangan era globalisasi dan revolusi industri 4.0," jelasnya.

Sementara itu Yosefriawan Asisten II bidang Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Agam mengatakan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat membuat pengelola laboratorium IPA harus mampu membuat terobosan baru dalam proses pembelajaran berbasis laboratorium.

Peresmian laboratorium dan musholla Al-Ikhlas merupakan sesuatu semangat pembangunan pendidikan yang tidak memisahkan antara pendidikan ilmu pengetahuan dengan prinsip keimanan kepada Allah SWT harus sejalan.

"Ilmu tanpa agama buta, sebaliknya agama tanpa ilmu lumpuh, untuk itu laboratorium ini bermanfaat untuk kemajuan pembangunan kabupaten Agam dalam pembentukan generasi unggul," ujarnya

Yosefriawan menambahkan, kehadiran sekolah ini telah ikut membantu salah satu program strategis pemkab Agam membangun Sumbar. "Kita harus bisa memanfaatkannya, jangan sampai ketinggalan," katanya.

Pada peresmian laboratorium dan musholla SMA Negeri 2 Palembayan ini, Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri, Kepala Dinas Pendidikan Agam, Kepala Sekolah se Kabupaten Agam, Camat dan guru-guru IPA lainnya. (nov)