Polresta Padang Ungkap 31 Kasus Curanmor Selama Bulan Januari - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


PADANG, murainews.com -- Kepolisian Resort Kota (Polresta) Padang mengungkapkan 31 kasus tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Kasus tersebut terjadi dalam kurung waktu selama satu bulan. Setidaknya ada 51 orang tersangka yang diamankan.

Pernyataan itu disampaikan Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan. Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan perintah Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto untuk menekan angka tindak pidana curanmor di wilayah hukumnya.

“Ini hasil tangkapan operasi yang digelar jajaran Polresta Padang selama bulan Januari, yaitu kasus curanmor yang terjadi pada 1-28 Januari 2020,” ujar Yulmar Try Himawan, saat jumpa pers di Mapolresta Padang, Kamis (30/1/2020).


Dikatakannya, 31 kasus curanmor tersebut, diantaranya 11 kasus di Polresta Padang, dan 20 kasus di Kepolisian Sektor (Polsek).

Kemudian, dari 51 tersangka yang diamankan tersebut, rata-rata residivis dengan kasus yang sama. Para tersangka akan dijerat hukuman yang maksimal untuk memberikan efek jera.

“Kita tidak main-main dengan tindak pidana curanmor. Kita akan lakukan tindak tegas terukur, apabila mereka melakukan perlawanan. Ada dari beberapa tersangka terpaksa kami tembak karena melawan dan mencoba kabur saat dibekuk petugas,” ujarnya.

Selain 51 orang pelaku curanmor ditangkap, polisi juga mengamankan barang bukti 92 sepeda motor. Sementara modus operandi kasus curanmor tersebut dengan cara menggunakan kunci letter T, merusak stang motor dan mengadu kabel serta menggandakan kunci sepeda motor.

“Kita umumkan kepada masyarakat yang kendaraanya memang ada dipersilahkan untuk diambil ke Mapolres Padang dengan membawa barang bukti tanpa biaya apapun. Hari ini sudah ada tiga kendaraan kita serahkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Yulmar mengatakan, seminggu ini pihaknya mempersilahkan masyarakat untuk mencek atau melihat kendaraannya yang hilang atau tidak hilang dalam tindak pidana curanmor tersebut.

Terkait itu, Yulmar Try Himawan menghimbau kepada masyarakat apabila menggunakan kendaraan baik di rumah ataupun di tempat umum untuk mengunci kendaraan dengan baik. Kemudian, kalau ada yang menawarkan motor murah dengan alasan BPKB nantinya menyusul tolong dilaporkan kepada pihak kepolisian.

“Kalau harganya dibawah pasaran, saya pastikan berkemungkinan besar motor tersebut adalah hasil curian,” sambungnya.


Sementara itu, salah seorang korban curanmor, Khardinal Martin warga Lubuk Kilangan, mengaku sepeda motor miliknya hilang pada 31 Oktober 2019 lalu. Dikatakannya kunci motornya tidak sengaja tertinggal di kontak motor, tak lama kemudian motornya sudah hilang.

“Motor Scoppy saya hilang saat sedang parkir. Saat itu saya lupa kunci motor tertinggal di motor. Alhamdulillah, saya senang motor saya sudah kembali lagi,” katanya.

Selain itu, korban curanmor lainnya, mengaku motor miliknya juga sudah lama hilang. Pada saat itu kuncinya juga tergantung di motornya.

“Saya tinggal di Steba, motor saya hilang dikos saat bulan puasa, kuncinya tergantung di motor. Alhamdulillah saya senang motor saya kembali lagi,” ungkapnya. (frd)

Polresta Padang Ungkap 31 Kasus Curanmor Selama Bulan Januari

Thursday, January 30, 2020 : 7:39:00 PM


PADANG, murainews.com -- Kepolisian Resort Kota (Polresta) Padang mengungkapkan 31 kasus tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Kasus tersebut terjadi dalam kurung waktu selama satu bulan. Setidaknya ada 51 orang tersangka yang diamankan.

Pernyataan itu disampaikan Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan. Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan perintah Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto untuk menekan angka tindak pidana curanmor di wilayah hukumnya.

“Ini hasil tangkapan operasi yang digelar jajaran Polresta Padang selama bulan Januari, yaitu kasus curanmor yang terjadi pada 1-28 Januari 2020,” ujar Yulmar Try Himawan, saat jumpa pers di Mapolresta Padang, Kamis (30/1/2020).


Dikatakannya, 31 kasus curanmor tersebut, diantaranya 11 kasus di Polresta Padang, dan 20 kasus di Kepolisian Sektor (Polsek).

Kemudian, dari 51 tersangka yang diamankan tersebut, rata-rata residivis dengan kasus yang sama. Para tersangka akan dijerat hukuman yang maksimal untuk memberikan efek jera.

“Kita tidak main-main dengan tindak pidana curanmor. Kita akan lakukan tindak tegas terukur, apabila mereka melakukan perlawanan. Ada dari beberapa tersangka terpaksa kami tembak karena melawan dan mencoba kabur saat dibekuk petugas,” ujarnya.

Selain 51 orang pelaku curanmor ditangkap, polisi juga mengamankan barang bukti 92 sepeda motor. Sementara modus operandi kasus curanmor tersebut dengan cara menggunakan kunci letter T, merusak stang motor dan mengadu kabel serta menggandakan kunci sepeda motor.

“Kita umumkan kepada masyarakat yang kendaraanya memang ada dipersilahkan untuk diambil ke Mapolres Padang dengan membawa barang bukti tanpa biaya apapun. Hari ini sudah ada tiga kendaraan kita serahkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Yulmar mengatakan, seminggu ini pihaknya mempersilahkan masyarakat untuk mencek atau melihat kendaraannya yang hilang atau tidak hilang dalam tindak pidana curanmor tersebut.

Terkait itu, Yulmar Try Himawan menghimbau kepada masyarakat apabila menggunakan kendaraan baik di rumah ataupun di tempat umum untuk mengunci kendaraan dengan baik. Kemudian, kalau ada yang menawarkan motor murah dengan alasan BPKB nantinya menyusul tolong dilaporkan kepada pihak kepolisian.

“Kalau harganya dibawah pasaran, saya pastikan berkemungkinan besar motor tersebut adalah hasil curian,” sambungnya.


Sementara itu, salah seorang korban curanmor, Khardinal Martin warga Lubuk Kilangan, mengaku sepeda motor miliknya hilang pada 31 Oktober 2019 lalu. Dikatakannya kunci motornya tidak sengaja tertinggal di kontak motor, tak lama kemudian motornya sudah hilang.

“Motor Scoppy saya hilang saat sedang parkir. Saat itu saya lupa kunci motor tertinggal di motor. Alhamdulillah, saya senang motor saya sudah kembali lagi,” katanya.

Selain itu, korban curanmor lainnya, mengaku motor miliknya juga sudah lama hilang. Pada saat itu kuncinya juga tergantung di motornya.

“Saya tinggal di Steba, motor saya hilang dikos saat bulan puasa, kuncinya tergantung di motor. Alhamdulillah saya senang motor saya kembali lagi,” ungkapnya. (frd)