Cara Sholat Khusyuk - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
SUDAH BENARKAN SHOLAT KITA


Shalat Sudah merupakan kewajiban setiap muslim yang juga masuk dalam rukun islam adalah melaksanakan shalat, khususnya shalat lima waktu. Untuk mencapai kesempurnaan dalam ibadah shalat kita harus melaksanakannya dengan khusyuk. Pengartian dari khusyuk sendiri adalah serius, bersungguh-sungguh, khidmat, syahdu atau penuh penghayatan dalam melakukan shalat itu sendiri.

Sudah merupakan kerjaan si setan untuk mengganggu dan mempengaruhi setiap cucu adam dalam melakukan ibadah, termasuk shalat. Maka kiat agar shalat khusyuk sudah seharusnya kita pahami semua, sebab kenikmatan dari shalat itu sangat memungkinkan untuk kita raih saat kita mampu melaksanakannya dengan penuh rasa khusyuk.

Dalam melaksanakan ibadah sholat diharuskan untuk mengikuti tata cara sholat yang baik mulai dari wudhu, niat, gerakan, tuma’ninah, kekhusyu’an, dan lain-lain. Sholat yang asal-asalan akan memperbesar resiko ibadah solat kita tidak diterima oleh Allah SWT. Diharapkan seluruh umat muslim untuk selalu memperbaiki sholatnya dari waktu ke waktu dengan mempelajari ilmu ibadah dari sumber yang bisa dipercaya dan dijadikan panutan dengan dasar Hadits Nabi Muhammad SAW dan tuntunan para imam besar.


Ada banyak cara untuk mendapatkan shalat khusyuk yang di sampaikan juga oleh banyak orang melalui banyak media pula, namun yang perlu kita pahami bahwa cara untuk mendapatkan shalat yang khusyuk yang terpenting itu terletak pada diri kita sendiri. Kita hanya perlu memahami kiat agar shalat khusyuk dan pelaksanaannya kita sendiri yang menentukan, maka niat tulus dari dalam hati menjadi kunci utama.

Bagaimana caranya agar kita bisa KHUSYUK DLM SHOLAT ?....Sebenarnya ada banyak cara. Tapi cara termudah adalah:  Membersihkan dahulu hati dan fikiran dari pengaruh godaan syetan. Karena sering kali  hati dan fikiran kita tdk terfokus mengigat Allah ketika dalam sholat.

Dengan cara perbanyaklah melakukan amalan sunnah setiap hari secara rutin. Karena dengan melakukan amalan-amalan sunnah setiap hari, maka hati, badan dan fikiran kita akan bersih dari pengaruh syetan-syetan dan penyakit hati.

1.   Sholat Malam atau Tahajjud
Jika kita mengamalkannya dalam tiga hari berturut-turut. Maka 1 sampai 2 hari kedepan sesudahnya kita akan merasakan ketenangannya. (Surat: Ar-ra'd ayat 28 & Al-fath ayat 4). Bukan cuma ketenangan dalam hati, tapi juga dalam fikiran  ketika kita sedang melakukan sholat, baik sholat fardhu maupun sunnah. Dari mulai niat,  takbiratul ihrom sampai salam, dijamin tidak ada fikiran-fikiran yg mengganggu alias khusyuk dan tenang. Karena pengaruh yg mengganggu hati dan fikiran ketika kita sedang sholat itu sesungguhnya adalah syetan.
2.   Itikaf
Ini adalah contoh mudahnya .Cobalah setelah selesai sholat Maghrib berjamaah di masjid, anda lakukan zikir tanpa henti atau membaca Al-Quran juga boleh (I'tikaf) sampai masuk waktu Isya. Lalu ketika anda memulai sholat Isya, pasti anda akan merasakan perubahan berupa  ketenangan (kekhusyukannya). Fikiran-fikiran yg mengganggu ketika dalam sholat menjadi hilang total seperti dalam keheningan. Hati yang mungkin sebelumnya emosi atau menggerutu menjadi ikhlas karena Allah. Saat itulah anda bisa fokus mengingat Allah.
3.   Banyak berdzikir dan Baca Quran
Inilah contoh yang lebih mudahnya lagi. Cobalah setelah sholat fardhu anda membiasakan diri dengan berzikir Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar, masing-masing 33x ditutup dgn lailahaillallahu-wahdahu-laa syarikalahu-dst (sesuai sunnahnya) ditambah baca Quran sehabis maghrib. Amalan ini haruslah rutin dilakukan tiap hari. Setelah anda mengamalkannya, dijamin tidak ada fikiran-fikiran yang mengganggu (khusyuk) ketika anda sedang sholat.
Hanya pembuktianlah yg nantinya membuat anda tahu akan hasilnya. Semakin banyak amalan sunnahnya, maka semakin menambah kekhusyukannya. Untuk lebih jelasnya mengenai syetan yang mempengaruhi fikiran dan hati manusia.

KIAT AGAR SHALAT KHUSYUK

Dalam melakukan ibadah shalat, seharusnya bukan hanya anggota tubuh kita yang mengikuti gerakan demi gerakan shalat. Ini yang seringkali terjadi sehingga seseorang tidak meraih shalat yang khusyuk. Namun, perlu untuk kita mengikutkan hati kita dalam setiap shalat, dalam setiap gerakan dan bacaan dalam shalat, menjadikan hati kita ikut melaksanakan shalat bersama seluruh anggota tubuh kita.

1.   Memahami Arti Shalat
Dalam setiap gerakan dalam shalat itu tidak lepas dari bacaannya, mulai dari lafadz takbiratul ihram hingga mengucapkan salam setelah tahiyyatul akhir di penuhi dengan bacaan-bacaan suci yang berasal dari ayat-ayat Al-Qur’an hingga do’a – do’a dalam shalat itu sendiri. Salah satu penyebab seseorang menjadi sulit mendapatkan shalat yang khusyuk adalah tidak tahu apa arti dan makna lafadz yang di bacanya dalam shalat yang akhirnya membuat shalatnya berjalan begitu saja tanpa bisa dia hayati.
Maka mulailah mempelajari dan memahami satu per satu bacaan shalat kita. Dan mencoba untuk terus menghayatinya dalam setiap shalat yang kita lakukan.
2.   Fokus
Pandangan saat melakukan shalat itu di tujukan di tempat kita sujud, tidak melirik apalagi menengok kiri dan kanan. Itu agar kita fokus dalam shalat kita. Namun yang lebih penting lagi pikiran kita juga harus fokus bahwa kita sementara melakukan shalat, kita sedang menghadap kepada Allah SWT.
Pusatkan Pikiran Hanya Kepada Allah SWT, Netralkan pikiran anda dari berbagai hal-hal yang berbau dunia mulai dari masalah pekerjaan, keluarga, sekolah, kampus, harta, tahta, wanita, pria, dan lain sebagainya. Serahkan diri anda sepenuhnya hanya kepadaNya untuk menjalankan kewajiban yang diperintahkan kepada kita.
Menyadari Bahwa Kita Sedang Menghadap Tuhan Ciptakan suatu alam pikiran di mana kita sedang berhadapan dengan sesuatu yang luar biasa dahsyat dan tiada tandingannya di dunia maupun di akhirat. Sesuatu yang lebih dari atasan kita, orangtua kita, preman kampung, lurah, camat, bupati, walikota, gubernur, presiden, artis, jin, setan, iblis, malaikat, dan lain sebagainya.
Mempelajari dan Memahami Arti dan Makna Bacaan Sholat Pelajarilah arti dan makna di balik ucapan-ucapan kita saat sedang sholat, lalu pahami dan hapalkan. Munculkan arti dan makna bacaan sholat kita saat kita sedang sholat.
Menganggap Sholat Yang Sedang Dilakukan adalah Sholat Terakhir
Setiap manusia maupun jin tidak ada yang mengatahui secara pasti apa yang akan terjadi di masa yang akan datang termasuk hari kematian. Anggap saja kita akan meninggal dunia saat sholat berlangsung maupun setelah sholat. Orang mukmin yang tahu dia mau wafat maupun mau kiamat besar, maka orang itu akan segera meningkatkan ibadahnya serta menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya.
Jika Pikiran Terganggu Segera Kembali Konsentrasi, apabila anda tiba-tiba tersadar bahwa anda sedang terlena dengan buaian alam pikiran dunia kita, maka bersegeralah kembali kepada arti dan makna bacaan sholat kita atau kembali mengingat Allah SWT.
Memperhatikan Kondisi Tubuh Sebelum Sholat pastikan bahwa kita sudah merasa nyaman dan siap untuk melaksanakan ibadah sholat kita dengan baik, seperti sudah buang air, sudah makan yang cukup, pikiran sudah netral, bersih dari najis dan hadas, tidak sedang menstruasi, dan lain sebagainya.

Memperhatikan Kondisi Lingkungan Sebelum Sholat usahakan cari tempat sholat yang terbaik bagi kita dilihat dari aspek kebersihan, kenyamanan, kebisingan, gangguan orang lain, gangguan anak-anak, keamanan, perizinan, dan lain-lain.
Sholat Tepat Waktu dan Tidak Terburu-Buru, agar kita bisa sholat dengan khusyuk kita harus solat pada waktu yang paling utama, yaitu sholat tepat waktu di awal waktunya. Untuk laki-laki sholat berjamaah di masjid atau mushola setelah panggilan adzan dan komat, sedangkan untuk yang perempuan boleh dilaksanakan di rumah. Sholatlah dengan santai dengan menikmati setiap detiknya menghadap langsung kepada sang khalik walaupun sebenarnya anda sedang diburu waktu.
Ikhlas semata-mata untuk mendapatkan Ridho Allah SWT, buang jauh-jauh tujuan sholat kita selain untuk mendapatkan ridho dari Alloh SWT seperti untuk pamer / riya, ingin dilihat atasan, ingin dilihat pacar, ingin dianggap orang sebagai orang alim, sekedar ikut-ikutan orang lain, dan lain sebagainya.
Berusaha untuk selalu memperbaiki sholat kita, muslim yang baik akan terpacu terus-menerus melakukan perbaikan ibadah maupun hal-hal yang lain untuk menyempurnakan dirinya sesuai dengan Al-Qur’an dan tuntunan hadist Nabi Muhammad SAW. Amatlah rugi apabila kita melakukan ibadah belum sesuai dengan kaidah yang ada serta tidak ada keinginan sedikit pun untuk belajar memperbaiki diri.
Shalat Terakhir Allah SWT berfirman dalam salah satu ayatnya bahwa tidak satupun manusia yang luput dari kematian, maka seharusnya itu menjadi bahan perenungan yang kuat agar keseharian kita bisa lebih terjaga. Begitupun dalam shalat, kita akan lebih mudah mendapatkan shalat yang khusyuk ketika kita selalu menanamkan dalam hati bahwa ini adalah shalat kita yang terakhir, setelah saya melakukan shalat kali ini maka kematian akan menjemput.
Sebagai makhluk tuhan yang pasti akan mati sudah seharusnya kita menyadari itu, dengan mengahdirkan perasaan kita akan mati dalam shalat kita, maka mau tidak mau kita akan bersungguh-sungguh menjadikan shalat kita seperti cara terakhir untuk bertaubat, ibadah terakhir bekal menuju akhirat.

CARA AGAR SHALAT KHUSYUK

Melihat Tempat Sujud Dengan Khusyu
1. Khusyu’ adalah berkonsentrasi ketika shalat. Membayangkan bahwasanya dirinya sedang berada di hadapan Allah Dzat Maha Agung, dan merenungkan setiap gerakan dan makna bacaan di dalam shalat. Ada beberapa hal yang bisa membantu orang untuk khusyu ketika shalat. Di antaranya adalah melihat ke tempat sujud dan menghindarkan diri dari hal-hal yang bisa mengganggu konsentrasi shalat.
2. Ketika Nabi  mengerjakan shalat, beliau menundukkan kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke tanah. (HR. Al Baihaqi & disahihkan Al Albani)
3.  Beliau  melarang orang yang shalat sambil melihat ke atas. (HR. Bukhari). Bahkan beliau memberikan ancaman keras, melalui sabdanya: “Hendaknya orang-orang berhenti melihat ke atas ketika shalat, atau matanya tidak dikembalikan lagi kepada mereka.” Dalam riwayat lain disebutkan: “Atau matanya akan dicopot.” (HR. Bukhari).
4.   Rasulullah  melarang shalat sambil tolah-toleh atau melirik ke kanan dan ke kiri. Beliau  bersabda: “Jika kalian shalat, janganlah menoleh. Karena Allah senantiasa menghadapkan wajahnya ke wajah hambaNya yang sedang shalat selama tidak menoleh.” (HR. Turmudzi & disahihkan Al Albani).
5.  Oleh kerena itu, termasuk cara agar bisa khusyu adalah memilih tempat sujud (sajadah) yang tidak bergambar atau yang polos. Karena dengan melihat tempat sujud padahal di situ ada gambarnya bisa mengganggu konsentrasi ketika shalat. A’isyah radliallahu ‘anha mempunyai tirai bergambar yang menyentuh tanah. Suatu ketika Nabi  shalat menghadap kain tersebut. Kemudian beliau bersabda: “Singkirkan kain ini dari hadapanku, karena gambar di kain itu selalu mengganggu shalatku.” (HR. Bukhari). Mari kita perhatikan sejenak hadis ini. Yang dimaksud gambar yang ada pada kain tirai milik A’isyah bukanlah gambar makhluk yang bernyawa (hewan atau manusia). Sebagaimana keterangan Syaikh Al Albani di sifat shalat. Jika manusia yang paling utama dan paling bisa khusyu ketika shalat, merasa terganggu dengan melihat gambar yang ada di depannya maka bagaimana lagi dengan manusia yang imannya sangat rendah. Maka sajadah dengan corak gambar apapun, termasuk sebab rusaknya kekhusyu-an ketika shalat.
6. Di antara yang bisa mengganggu konsentrasi ketika shalat adalah membayangkan makanan atau menahan buang hajat. Oleh karenanya, Nabi  melarang shalat ketika makanan sudah dihidangkan atau sambil menahan hajat. Beliau bersabda: “Tidak ada shalat ketika makanan sudah terhidang dan ketika seseorang menahan kencing atau berak.” (HR. Bukhari). Oleh karena itu, jika datang waktu shalat dan ada makanan yang dihidangkan sementara dia menginginkan untuk makan, maka shalatnya ditunda dan didahulukan makan. Namun, jika tidak ada selera untuk makan, maka boleh mendahulukan shalat.
7.  Waktu shalat sudah mau habis sementara ingin buang hajat Jika masih mampu untuk ditahan maka didahulukan shalat, meskipun hukumnya makruh. Menurut An Nawawi shalatnya sah namun makruh. (Subulus Salam 2/33)
8.  Hukum menahan kentut. Hukum menahan kentut pada asalnya adalah makruh. Namun jika kentut yang ditahan ini menyebabkan orangnya selalu memikirkan kentut maka shalatnya batal. (Subulus Salam 2/33)
9.  Menoleh sedikit ketika shalat tidak sampai membatalkan shalat. Menoleh yang membatalkan shalat adalah menoleh yang sampai membelakangi kiblat atau terlalu banyak. Ibn Abdil Bar mengatakan: “Mayoritas ulama berpendapat bahwa menoleh tidak membatalkan shalat jika sedikit.” (Al Qoulul Mubin 112)

Kesalahan terkait dengan memandang tempat sujud
1.   Memejamkan mata ketika shalat. Karena yang diajarkan Nabi  adalah memandang ke bawah bukan memejamkan mata. Ibnul Qoyim mengatakan: “Bukanlah termasuk ajaran Nabi, memejamkan mata ketika shalat…” (Zadul Ma’ad 1/283).
2.   Shalat tidak memandang ke bawah. Telah disebutkan hadis-hadis yang melarangnya sekaligus ancamannya.
3.   Menoleh atau melirik-lirik ketika shalat. Nabi   bersabda: “Menoleh adalah sambaran setan terhadap orang yang sedang shalat.” (HR. Bukhari).



Cara Sholat Khusyuk

Friday, November 6, 2015 : 10:18:00 PM
SUDAH BENARKAN SHOLAT KITA


Shalat Sudah merupakan kewajiban setiap muslim yang juga masuk dalam rukun islam adalah melaksanakan shalat, khususnya shalat lima waktu. Untuk mencapai kesempurnaan dalam ibadah shalat kita harus melaksanakannya dengan khusyuk. Pengartian dari khusyuk sendiri adalah serius, bersungguh-sungguh, khidmat, syahdu atau penuh penghayatan dalam melakukan shalat itu sendiri.

Sudah merupakan kerjaan si setan untuk mengganggu dan mempengaruhi setiap cucu adam dalam melakukan ibadah, termasuk shalat. Maka kiat agar shalat khusyuk sudah seharusnya kita pahami semua, sebab kenikmatan dari shalat itu sangat memungkinkan untuk kita raih saat kita mampu melaksanakannya dengan penuh rasa khusyuk.

Dalam melaksanakan ibadah sholat diharuskan untuk mengikuti tata cara sholat yang baik mulai dari wudhu, niat, gerakan, tuma’ninah, kekhusyu’an, dan lain-lain. Sholat yang asal-asalan akan memperbesar resiko ibadah solat kita tidak diterima oleh Allah SWT. Diharapkan seluruh umat muslim untuk selalu memperbaiki sholatnya dari waktu ke waktu dengan mempelajari ilmu ibadah dari sumber yang bisa dipercaya dan dijadikan panutan dengan dasar Hadits Nabi Muhammad SAW dan tuntunan para imam besar.


Ada banyak cara untuk mendapatkan shalat khusyuk yang di sampaikan juga oleh banyak orang melalui banyak media pula, namun yang perlu kita pahami bahwa cara untuk mendapatkan shalat yang khusyuk yang terpenting itu terletak pada diri kita sendiri. Kita hanya perlu memahami kiat agar shalat khusyuk dan pelaksanaannya kita sendiri yang menentukan, maka niat tulus dari dalam hati menjadi kunci utama.

Bagaimana caranya agar kita bisa KHUSYUK DLM SHOLAT ?....Sebenarnya ada banyak cara. Tapi cara termudah adalah:  Membersihkan dahulu hati dan fikiran dari pengaruh godaan syetan. Karena sering kali  hati dan fikiran kita tdk terfokus mengigat Allah ketika dalam sholat.

Dengan cara perbanyaklah melakukan amalan sunnah setiap hari secara rutin. Karena dengan melakukan amalan-amalan sunnah setiap hari, maka hati, badan dan fikiran kita akan bersih dari pengaruh syetan-syetan dan penyakit hati.

1.   Sholat Malam atau Tahajjud
Jika kita mengamalkannya dalam tiga hari berturut-turut. Maka 1 sampai 2 hari kedepan sesudahnya kita akan merasakan ketenangannya. (Surat: Ar-ra'd ayat 28 & Al-fath ayat 4). Bukan cuma ketenangan dalam hati, tapi juga dalam fikiran  ketika kita sedang melakukan sholat, baik sholat fardhu maupun sunnah. Dari mulai niat,  takbiratul ihrom sampai salam, dijamin tidak ada fikiran-fikiran yg mengganggu alias khusyuk dan tenang. Karena pengaruh yg mengganggu hati dan fikiran ketika kita sedang sholat itu sesungguhnya adalah syetan.
2.   Itikaf
Ini adalah contoh mudahnya .Cobalah setelah selesai sholat Maghrib berjamaah di masjid, anda lakukan zikir tanpa henti atau membaca Al-Quran juga boleh (I'tikaf) sampai masuk waktu Isya. Lalu ketika anda memulai sholat Isya, pasti anda akan merasakan perubahan berupa  ketenangan (kekhusyukannya). Fikiran-fikiran yg mengganggu ketika dalam sholat menjadi hilang total seperti dalam keheningan. Hati yang mungkin sebelumnya emosi atau menggerutu menjadi ikhlas karena Allah. Saat itulah anda bisa fokus mengingat Allah.
3.   Banyak berdzikir dan Baca Quran
Inilah contoh yang lebih mudahnya lagi. Cobalah setelah sholat fardhu anda membiasakan diri dengan berzikir Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar, masing-masing 33x ditutup dgn lailahaillallahu-wahdahu-laa syarikalahu-dst (sesuai sunnahnya) ditambah baca Quran sehabis maghrib. Amalan ini haruslah rutin dilakukan tiap hari. Setelah anda mengamalkannya, dijamin tidak ada fikiran-fikiran yang mengganggu (khusyuk) ketika anda sedang sholat.
Hanya pembuktianlah yg nantinya membuat anda tahu akan hasilnya. Semakin banyak amalan sunnahnya, maka semakin menambah kekhusyukannya. Untuk lebih jelasnya mengenai syetan yang mempengaruhi fikiran dan hati manusia.

KIAT AGAR SHALAT KHUSYUK

Dalam melakukan ibadah shalat, seharusnya bukan hanya anggota tubuh kita yang mengikuti gerakan demi gerakan shalat. Ini yang seringkali terjadi sehingga seseorang tidak meraih shalat yang khusyuk. Namun, perlu untuk kita mengikutkan hati kita dalam setiap shalat, dalam setiap gerakan dan bacaan dalam shalat, menjadikan hati kita ikut melaksanakan shalat bersama seluruh anggota tubuh kita.

1.   Memahami Arti Shalat
Dalam setiap gerakan dalam shalat itu tidak lepas dari bacaannya, mulai dari lafadz takbiratul ihram hingga mengucapkan salam setelah tahiyyatul akhir di penuhi dengan bacaan-bacaan suci yang berasal dari ayat-ayat Al-Qur’an hingga do’a – do’a dalam shalat itu sendiri. Salah satu penyebab seseorang menjadi sulit mendapatkan shalat yang khusyuk adalah tidak tahu apa arti dan makna lafadz yang di bacanya dalam shalat yang akhirnya membuat shalatnya berjalan begitu saja tanpa bisa dia hayati.
Maka mulailah mempelajari dan memahami satu per satu bacaan shalat kita. Dan mencoba untuk terus menghayatinya dalam setiap shalat yang kita lakukan.
2.   Fokus
Pandangan saat melakukan shalat itu di tujukan di tempat kita sujud, tidak melirik apalagi menengok kiri dan kanan. Itu agar kita fokus dalam shalat kita. Namun yang lebih penting lagi pikiran kita juga harus fokus bahwa kita sementara melakukan shalat, kita sedang menghadap kepada Allah SWT.
Pusatkan Pikiran Hanya Kepada Allah SWT, Netralkan pikiran anda dari berbagai hal-hal yang berbau dunia mulai dari masalah pekerjaan, keluarga, sekolah, kampus, harta, tahta, wanita, pria, dan lain sebagainya. Serahkan diri anda sepenuhnya hanya kepadaNya untuk menjalankan kewajiban yang diperintahkan kepada kita.
Menyadari Bahwa Kita Sedang Menghadap Tuhan Ciptakan suatu alam pikiran di mana kita sedang berhadapan dengan sesuatu yang luar biasa dahsyat dan tiada tandingannya di dunia maupun di akhirat. Sesuatu yang lebih dari atasan kita, orangtua kita, preman kampung, lurah, camat, bupati, walikota, gubernur, presiden, artis, jin, setan, iblis, malaikat, dan lain sebagainya.
Mempelajari dan Memahami Arti dan Makna Bacaan Sholat Pelajarilah arti dan makna di balik ucapan-ucapan kita saat sedang sholat, lalu pahami dan hapalkan. Munculkan arti dan makna bacaan sholat kita saat kita sedang sholat.
Menganggap Sholat Yang Sedang Dilakukan adalah Sholat Terakhir
Setiap manusia maupun jin tidak ada yang mengatahui secara pasti apa yang akan terjadi di masa yang akan datang termasuk hari kematian. Anggap saja kita akan meninggal dunia saat sholat berlangsung maupun setelah sholat. Orang mukmin yang tahu dia mau wafat maupun mau kiamat besar, maka orang itu akan segera meningkatkan ibadahnya serta menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya.
Jika Pikiran Terganggu Segera Kembali Konsentrasi, apabila anda tiba-tiba tersadar bahwa anda sedang terlena dengan buaian alam pikiran dunia kita, maka bersegeralah kembali kepada arti dan makna bacaan sholat kita atau kembali mengingat Allah SWT.
Memperhatikan Kondisi Tubuh Sebelum Sholat pastikan bahwa kita sudah merasa nyaman dan siap untuk melaksanakan ibadah sholat kita dengan baik, seperti sudah buang air, sudah makan yang cukup, pikiran sudah netral, bersih dari najis dan hadas, tidak sedang menstruasi, dan lain sebagainya.

Memperhatikan Kondisi Lingkungan Sebelum Sholat usahakan cari tempat sholat yang terbaik bagi kita dilihat dari aspek kebersihan, kenyamanan, kebisingan, gangguan orang lain, gangguan anak-anak, keamanan, perizinan, dan lain-lain.
Sholat Tepat Waktu dan Tidak Terburu-Buru, agar kita bisa sholat dengan khusyuk kita harus solat pada waktu yang paling utama, yaitu sholat tepat waktu di awal waktunya. Untuk laki-laki sholat berjamaah di masjid atau mushola setelah panggilan adzan dan komat, sedangkan untuk yang perempuan boleh dilaksanakan di rumah. Sholatlah dengan santai dengan menikmati setiap detiknya menghadap langsung kepada sang khalik walaupun sebenarnya anda sedang diburu waktu.
Ikhlas semata-mata untuk mendapatkan Ridho Allah SWT, buang jauh-jauh tujuan sholat kita selain untuk mendapatkan ridho dari Alloh SWT seperti untuk pamer / riya, ingin dilihat atasan, ingin dilihat pacar, ingin dianggap orang sebagai orang alim, sekedar ikut-ikutan orang lain, dan lain sebagainya.
Berusaha untuk selalu memperbaiki sholat kita, muslim yang baik akan terpacu terus-menerus melakukan perbaikan ibadah maupun hal-hal yang lain untuk menyempurnakan dirinya sesuai dengan Al-Qur’an dan tuntunan hadist Nabi Muhammad SAW. Amatlah rugi apabila kita melakukan ibadah belum sesuai dengan kaidah yang ada serta tidak ada keinginan sedikit pun untuk belajar memperbaiki diri.
Shalat Terakhir Allah SWT berfirman dalam salah satu ayatnya bahwa tidak satupun manusia yang luput dari kematian, maka seharusnya itu menjadi bahan perenungan yang kuat agar keseharian kita bisa lebih terjaga. Begitupun dalam shalat, kita akan lebih mudah mendapatkan shalat yang khusyuk ketika kita selalu menanamkan dalam hati bahwa ini adalah shalat kita yang terakhir, setelah saya melakukan shalat kali ini maka kematian akan menjemput.
Sebagai makhluk tuhan yang pasti akan mati sudah seharusnya kita menyadari itu, dengan mengahdirkan perasaan kita akan mati dalam shalat kita, maka mau tidak mau kita akan bersungguh-sungguh menjadikan shalat kita seperti cara terakhir untuk bertaubat, ibadah terakhir bekal menuju akhirat.

CARA AGAR SHALAT KHUSYUK

Melihat Tempat Sujud Dengan Khusyu
1. Khusyu’ adalah berkonsentrasi ketika shalat. Membayangkan bahwasanya dirinya sedang berada di hadapan Allah Dzat Maha Agung, dan merenungkan setiap gerakan dan makna bacaan di dalam shalat. Ada beberapa hal yang bisa membantu orang untuk khusyu ketika shalat. Di antaranya adalah melihat ke tempat sujud dan menghindarkan diri dari hal-hal yang bisa mengganggu konsentrasi shalat.
2. Ketika Nabi  mengerjakan shalat, beliau menundukkan kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke tanah. (HR. Al Baihaqi & disahihkan Al Albani)
3.  Beliau  melarang orang yang shalat sambil melihat ke atas. (HR. Bukhari). Bahkan beliau memberikan ancaman keras, melalui sabdanya: “Hendaknya orang-orang berhenti melihat ke atas ketika shalat, atau matanya tidak dikembalikan lagi kepada mereka.” Dalam riwayat lain disebutkan: “Atau matanya akan dicopot.” (HR. Bukhari).
4.   Rasulullah  melarang shalat sambil tolah-toleh atau melirik ke kanan dan ke kiri. Beliau  bersabda: “Jika kalian shalat, janganlah menoleh. Karena Allah senantiasa menghadapkan wajahnya ke wajah hambaNya yang sedang shalat selama tidak menoleh.” (HR. Turmudzi & disahihkan Al Albani).
5.  Oleh kerena itu, termasuk cara agar bisa khusyu adalah memilih tempat sujud (sajadah) yang tidak bergambar atau yang polos. Karena dengan melihat tempat sujud padahal di situ ada gambarnya bisa mengganggu konsentrasi ketika shalat. A’isyah radliallahu ‘anha mempunyai tirai bergambar yang menyentuh tanah. Suatu ketika Nabi  shalat menghadap kain tersebut. Kemudian beliau bersabda: “Singkirkan kain ini dari hadapanku, karena gambar di kain itu selalu mengganggu shalatku.” (HR. Bukhari). Mari kita perhatikan sejenak hadis ini. Yang dimaksud gambar yang ada pada kain tirai milik A’isyah bukanlah gambar makhluk yang bernyawa (hewan atau manusia). Sebagaimana keterangan Syaikh Al Albani di sifat shalat. Jika manusia yang paling utama dan paling bisa khusyu ketika shalat, merasa terganggu dengan melihat gambar yang ada di depannya maka bagaimana lagi dengan manusia yang imannya sangat rendah. Maka sajadah dengan corak gambar apapun, termasuk sebab rusaknya kekhusyu-an ketika shalat.
6. Di antara yang bisa mengganggu konsentrasi ketika shalat adalah membayangkan makanan atau menahan buang hajat. Oleh karenanya, Nabi  melarang shalat ketika makanan sudah dihidangkan atau sambil menahan hajat. Beliau bersabda: “Tidak ada shalat ketika makanan sudah terhidang dan ketika seseorang menahan kencing atau berak.” (HR. Bukhari). Oleh karena itu, jika datang waktu shalat dan ada makanan yang dihidangkan sementara dia menginginkan untuk makan, maka shalatnya ditunda dan didahulukan makan. Namun, jika tidak ada selera untuk makan, maka boleh mendahulukan shalat.
7.  Waktu shalat sudah mau habis sementara ingin buang hajat Jika masih mampu untuk ditahan maka didahulukan shalat, meskipun hukumnya makruh. Menurut An Nawawi shalatnya sah namun makruh. (Subulus Salam 2/33)
8.  Hukum menahan kentut. Hukum menahan kentut pada asalnya adalah makruh. Namun jika kentut yang ditahan ini menyebabkan orangnya selalu memikirkan kentut maka shalatnya batal. (Subulus Salam 2/33)
9.  Menoleh sedikit ketika shalat tidak sampai membatalkan shalat. Menoleh yang membatalkan shalat adalah menoleh yang sampai membelakangi kiblat atau terlalu banyak. Ibn Abdil Bar mengatakan: “Mayoritas ulama berpendapat bahwa menoleh tidak membatalkan shalat jika sedikit.” (Al Qoulul Mubin 112)

Kesalahan terkait dengan memandang tempat sujud
1.   Memejamkan mata ketika shalat. Karena yang diajarkan Nabi  adalah memandang ke bawah bukan memejamkan mata. Ibnul Qoyim mengatakan: “Bukanlah termasuk ajaran Nabi, memejamkan mata ketika shalat…” (Zadul Ma’ad 1/283).
2.   Shalat tidak memandang ke bawah. Telah disebutkan hadis-hadis yang melarangnya sekaligus ancamannya.
3.   Menoleh atau melirik-lirik ketika shalat. Nabi   bersabda: “Menoleh adalah sambaran setan terhadap orang yang sedang shalat.” (HR. Bukhari).